
"Tapi a-ku be-lum.." ucapan Riana terpotong karena langsung disanggah oleh Nyonya Dewi.
"Mami tidak ingin mendengar penolakan darimu, dan mulai detik ini kamu diterima bekerja di rumahku bukan di Perusahaan ini," jelasnya lalu berjalan ke arah luar.
Nyonya Dewi memberikan kode kepada asistennya untuk segera membantu Riana agar mengikuti langkahnya. Prita yang diserahi tugas segera bertindak dan menjalankan perintah dari Nyonya Dewi.
"Nona mari ikut bersamaku, kita akan ke rumahnya Nyonya Dewi dan mulai detik ini Nona sudah mulai bekerja," terangnya lalu menuntun langkahnya Riana.
"Saya kira kerjanya di perusahaan Mbak bukan di rumahnya Nyonya Dewi?"tanyanya yang masih keheranan dengan situasi yang tengah terjadi.
"Nona beruntung karena bisa bekerja di rumahnya Nyonya Dewi dan kalau boleh jujur tidak mudah untuk masuk dan bekerja di sana dengan peraturan yang sangat super ketat itu," terangnya lagi.
"Ooohh gitu, jadi saya ikut dengan Mbak ke rumahnya Nyonya Dewi maksudnya gitu?" tanyanya yang sudah mengekor di belakangnya Prita.
Prita berhenti sesaat lalu menjawab pertanyaan dari Nafeesa sembari menolehkan kepalanya ke arah Riana berdiri, "benar sekali,mulai detik ini kamu bagian dari rumah Nyonya Dewi dan saya harap kamu bisa bekerja dengan baik dan apa yang diminta oleh Nyonya Dewi harus kamu perimbangkan dengan baik karena menurutku semua perkataan Nyonya bukanlah permainan."
Prita kembali berjalan ke arah pintu keluar diikuti oleh Riana dibelakangnya. Ia tidak percaya dengan permintaan dari Nyonya Dewi apalagi mengingat statusnya yang seorang dari keluarga miskin, pasti mereka akan berubah pikiran jika mengetahuinya. Pemikiran itu yang melanda hati dan pikirannya.
"Aku baru enam bulan putus dengan Mas Danil dan ada pria yang ingin menikahiku apa semua ini hanya permainan takdir saja." Batinnya Riana.
__ADS_1
Mereka berjalan ke arah mobil yang terparkir sedari tadi dan menunggu kedatangan mereka. Prita dan Nafeesa masuk ke dalam mobil bagian di belakang sedangkan Nyonya Dewi duduk di dalam mobil yang pertama paling depan. Mobil mereka sudah meninggalkan Perusahaan menuju Kediaman Aiden.
Sakti segera menghubungi asisten pribadinya untuk mencari tahu siapa Nafeesa sebenarnya. Dia tidak ingin salah orang dan ingin mengetahui apa dugaannya benar atau salah. Feeling-nya mengatakan kalau dia adalah orang yang sedari dulu dicari keberadaannya.
"Yuda buka email kamu, dan selidiki siapa perempuan itu saya tunggu informasinya hingga jam 2 siang dari sekarang," ucapnya saat telepon sudah tersambung.
"Baik Bos perintah siap dilaksanakan, tapi seperti biasa lah Bosku," tuturnya yang sengaja dia gantung perkataannya.
"Masalah itu beres yang penting apa yang aku inginkan lima dari sekarang sudah ada di depanku," timpalnya lalu mematikan sambungan teleponnya dengan sepihak.
"Ini bos perintahnya seperti membeli kacang goreng saja seenak jidatnya memberikan perintah yang selalu saja menginginkan hasil yang selalu cepat dan tanpa kesalahan dan cacat sedikitpun," Yudha menggelengkan kepalanya dan sedikit ngomel tidak jelas saking tidak percayanya dengan sikap atasannya itu.
Tatapannya nanar ke arah jendela ruangan kantornya senantiasa menatap ke arah gedung pencakar langit yang berjejer rapi itu.
"Aku tidak akan pernah mencintainya dengan wanita mana pun, selamanya Rianti ada di dalam hatiku tidak tergantikan, kamu selamanya akan menjadi istriku satu-satunya di dunia ini walaupun kamu sudah meninggal dunia," lirihnya.
Silahkan mampir juga ke novel Aku yg lainnya judulnya ada di bawah ini:
__ADS_1
Dilema Diantara Dua Pilihan
Cinta dan Dendam
Pelakor Pilihan
Pesona Perawan
Cinta ceo Pesakitan
Ketika Kesetianku Dipertanyakan
Kau Hanya Milikku
Makasih banyak bagi kakak Readers yang telah memberikan dukungannya, i love you all…
Tetap Dukung Cinta Kedua CEO dengan cara, Favoritkan, Rate Bintang 5, like Setiap Episodenya, gift poin dan koin seikhlasnya..
__ADS_1
Mohon maaf jika banyak terdapat beberapa kesalahan dalam penulisannya atau typo yang meresahkan Readers..