
"Tapi, sampai kapan pun aku akan menunggu waktu dan kesempatan itu hingga bertahun-tahun lamanya," cicitnya Gadis kemudian bangkit dari posisi jongkoknya itu.
Sam hanya menolehkan kepalanya sepintas lalu awalnya dia ingin menolong dan meminta maaf kepada perempuan yang ditabraknya dengan tidak sengaja tapi mengingat tujuan utamanya adalah bertemu segera dengan papa kandungnya itu.
"Maaf!! Jika esok atau suatu saat nanti kita bisa kembali dipertemukan, aku akan meminta maaf atas kesalahanku hari ini," batinnya Sam sambil menekan tombol lift.
Baru beberapa detik yang lalu kedatangannya Samuel ke depan kantornya Pak Barata Ardiansyah Jaya. Pintu yang terbuat dari kayu jati itu terbuka dengan lebar. Keluarlah beberapa orang yang berpakaian formal dengan wajahnya yang masing-masing tersenyum sumringah karena kesepakatan kerjasama mereka berhasil didapatkan.
"Makasih banyak atas kerjasamanya Pak, insya Allah Perusahaan kami tidak akan pernah membuat kalian kecewa," ujarnya Pak Barata sambil menjabat tangan dari kliennya yang dari negri ginseng Korea Selatan itu.
"Sama-sama Tuan Barata kami pun sama halnya dengan yang Bapak rasakan, kami juga bahagia bisa menjalin kerjasama lagi dengan Perusahaan Bapak," balasnya Pake Park Joong Kim.
Beberapa saat kemudian, para tamu pak Barata sudah meninggalkan Perusahaan menuju bandara internasional Soekarno Hatta.
Pak Barata baru ingin memutar tubuhnya ke arah dalam kantornya, tapi sudut ekor matanya melihat putra tunggalnya itu duduk dan terus menatap tajam ke arahnya.
"Bagaimana kabarmu Nak?" Tanyanya saat sudah berada di depan anaknya itu.
Samuel langsung berdiri lalu berjalan ke Papanya dengan memeluk tubuh pria yang telah berjasa besar dalam hidupnya selama ini.
"Alhamdulillah Pa, aku sangat sehat dan tidak kekurangan apa pun," balasnya Sam sembari tersenyum simpul ke arah Papanya.
"Sepertinya ada yang penting sehingga kamu menyempatkan waktumu Untuk menengok papamu yang sudah tua ini," gurau Pak Barata yang merangkul anaknya lalu berjalan ke arah dalam ruangan pribadinya itu.
"Papa selalu tahu apa yang ada di dalam pikiranku dan semoga apa yang aku pikirkan ini Papa bisa menjawab segala pertanyaan dan keraguan yang muncul dalam benakku," tutur Sam yang membalas merangkul pundak Papanya itu yang hampir sama tinggi postur tubuh mereka berdua hingga jika dilihat dan dipandangi dari belakang nampak mereka seperti kakak adik saja.
"Duduklah Boys, lalu tarik nafasnya dulu perlahan karena sepertinya kamu capek Nak," kelakar Pak Barata yang berjalanle arah lemari pendingin untuk mengambil beberapa kaleng minuman.
__ADS_1
Samuel mengikuti langkah dan saran dari Papanya itu. Sam sedikit ragu dan grogi untuk mengatakan dan menyampaikan perihal tentang maksud kedatangannya yang tiba-tiba tanpa pemberitahuan sebelumnya.
"Minum dulu, baru kamu memberikan pertanyaan kepada Papa yang Papa sangat yakin jika jawaban yang kamu inginkan itu sangatlah penting dalam kehidupan kamu, Nak," tutur Pak Barata yang menatap putra tunggalnya itu dengan tatapan intensnya.
Samuel menenggak minuman bersoda itu dengan perlahan hingga isinya tandas. Ia sesekali menghembuskan nafasnya dengan cukup kasar dan sesekali menyugar rambutnya kebelakang.
"Papa! Apa mengenal wanita yang bernama Laila Sari?" Tanyanya Sam dengan to the poin tanpa aba-aba ataupun basa-basi lagi.
Pak Barata yang mendengar dengan jelas pertanyaan yang dilontarkan oleh Samuel tersentak kaget dan terkejut karena tidak menyangka jika anaknya akan bertanya tentang perempuan yang sejak dari dulu hingga detik ini menjadi wanita yang paling spesial dalam hidupnya. Wanita yang memberikan dia dua orang anak kembar.
"Apa yang terjadi dengan Papa? Aku sangat yakin jika papa jelas mengetahui siapa sosok Bu Laila Ibu mertuanya Abang Akmal," batinnya Samuel.
Perempuan yang sangat dia cintai hingga pernah kabur dari rumah keluarga besar Jaya Kusuma lalu menikahi pujaan hatinya diam-diam tanpa restu dari kedua orang tuanya. Perempuan yang tidak bisa mampu membuatnya berpaling dan mencintai wanita lain lagi hingga saat itu juga.
"Aku tidak mungkin bisa melupakan nama itu Sam, karena dia lah perempuan yang mampu membuatku hingga detik ini bisa hidup dengan layak dan bertahan dalam kerasnya kehidupan, aku sangat mencintainya tapi, aku terlalu takut dan segan untuk menemuinya, entah gimana kehidupan adik dan Ibumu Sam?" Pak Barata membatin.
"Ya Allah…apa sudah saatnya aku membuka dan berterus terang di depan anakku sendiri dari pada harus terus menerus hidup dalam memegan rahasia besar ini," batin Pak Barata.
"Papa!! Please katakan padaku siapa Mama kandungku karena aku sudah tahu semuanya jika Mama Emilia itu bukanlah Mama kandung aku, iya kan Pak?" Sam mengutarakan pikirannya yang beberapa hari ini bertanya-tanya tentang siapa Ibu Laila dan juga siapa Mama kandungnya sendiri yang telah melahirkannya dengan susah payah dan pengorbanan itu.
Lagi-lagi Pak Barata dibuat tidak percaya dengan perkataan apa yang barusan di ucapkan oleh putra sulungnya itu.
"Dari mana Sam mengetahui semua itu? Karena setahu aku di rumah yang tahu hanya Eiliana dan semua asisten rumah tangga, chef, Security, serta penjaga kebun orang yang sama sekali tidak mengetahui hal ini," gumamnya Tuan Barata.
Tatapan matanya Sam melihat terus ke dalam bola matanya Pak Barata yang seakan-akan mencari kebenaran dan kebohongan dari dalam matanya Pak Barata.
"Papa tidak perlu tahu dari mana semua saya mengetahui hal itu yang paling penting di sini Papa jawab saja dengan jujur siapa Bu Laila Ibu mertuanya Abang Akmal?" Cercanya Sam lagi.
__ADS_1
"Ibu mertua!" Pak Barata membeo.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Silahkan mampir juga ke novel Aku yg lainnya judulnya ada di bawah ini, ceritanya pasti berbeda dan tetap recehan tapi beda dengan novel author lainnya dan insya Allah menghibur tapi, jangan pernah bosan yah walaupun ceritanya apa adanya saja..
Dilema Diantara Dua Pilihan
Pelakor Pilihan
Pesona Perawan
Cinta ceo Pesakitan
Ketika Kesetianku Dipertanyakan
Kau Hanya Milikku
Cinta Kedua CEO
Makasih banyak bagi kakak Readers yang telah memberikan dukungannya, i love you all…
Tetap Dukung Cinta Kedua CEO dengan cara, Favoritkan, Rate Bintang 5, like Setiap Episodenya, gift poin dan koin seikhlasnya..
__ADS_1
Mohon maaf jika banyak terdapat beberapa kesalahan dalam penulisannya atau typo yang meresahkan Readers..