
"Apa yang aku lakukan ini sudah benar ya Allah… walaupun aku tidak mencintai suamiku tapi setidaknya aku tidak akan biarkan calon Pelakor ataupun perempuan manapun yang akan mengganggu ketentraman dan ketenangan keluargaku, aku akan mati-matian berusaha untuk menjaganya," batinnya Adriana.
Bu Dewi segera mencari dokter khusus yang bisa menangani kondisi kesehatan Riana apalagi dalam keadaan hamil.
"Ya Allah… bagaimana caranya aku mengatakan kepada Adriana jika dia hamil dan pria yang waktu malam itu merenggut kehormatannya adalah suaminya sekarang?" Nyonya Dewi sedang dilanda dilema yang cukup pelik.
"Sial!!!! Kalian breeengsek!!!" Teriaknya di dalam sebuah ruangan mewah seorang perempuan tengah meluapkan rasa amarah, benci dan jengkelnya dengan melampiaskan kemarahannya pada sebuah botol minuman yang tidak bersalah sedikitpun.
Pranggggg….
Suara lemparan botol minuman beralkohol itu terlempar cukup kuat dengan suara yang besar membuatnya hancur berkeping-keping.
"Awas saja kalian aku akan balas penghinaan yang kalian lakukan terhadapku!!" Pekiknya dengan wajah dan bola matanya memerah saking marahnya.
Kacamatanya dia lepas lalu dipatahkan jadi dua hingga pecahan dan patahan dari kacamata itu mengenai tangannya hingga berdarah. Tapi, dia sama sekali tidak dihiraukannya.
"Apa kurangnya aku di matamu, aku cantik, kaya dan dokter jika dibanding dengan menantumu yang kampungan, miskin lagi tapi dengan mudahnya kamu cuekin aku dan memilihnya!! Aaahhhhhj!!"
Kamar tidur yang awalnya tertata rapi, teratur dengan porsi yang tepat di tempatnya masing-masing sekarang sudah hancur tidak pada tempatnya.
Dua minggu kemudian…
Hanya butuh waktu satu minggu waktu yang dibutuhkan oleh Adriana bethres di rumah baru dia tempati. Ia juga butuh waktu untuk menyesuaikan dirinya dengan suasana yang baru pula.
Hari ini Adriana meminta ijin kepada Mama mertuanya untuk kembali bekerja di Perusahaan sebelumnya tempat dia bekerja.
__ADS_1
"Mama! Apa boleh aku kembali bekerja?" Tanyanya saat sudah duduk di depan meja makan siap untuk sarapan pagi.
Nyonya Dewi menatap wajah anak menantunya itu tapi dia serasa berat untuk mengijinkan Adriana untuk kembali bekerja karena kondisi Adriana yang lagi hamil. Adriana harap-harap cemas menunggu jawaban dari Mama mertuanya itu dengan penuh harap.
Nyonya Dewi menghembuskan nafasnya dengan cukup kasar kemudian menjawab pertanyaan dan permintaan dari anak menantunya itu.
"Kamu boleh lanjut bekerja tetapi…"
Perkataan Nyonya Dewi terhenti saat tiba-tiba Adriana mual-mual saat beberapa maid membawa nampan yang berisi beberapa jenis macam makanan kesukaan dari Adriana dan Bu Dewi.
Oek.. oek.. oek..
Adriana spontan menutup hidung dan mulutnya saking tidak sukanya mencium wangi aroma makanan yang lezat itu tapi dihidungnya cukup membuat perutnya bergejolak Ingin memuntahkan sesuatu dari dalam perutnya.
Riana langsung berdiri lalu berjalan cepat ke wastafel untuk muntah agar kondisi tubuhnya lebih baik lagi. Kepalanya mulai pusing pandangannya sedikit kabur dan buram.
Nyonya Dewi segera berjalan ke tempatnya Adriana untuk membantunya. Ia segera memijit perlahan bagian tengkuknya Adriana dengan terlebih dahulu mencepol rambut panjangnya Riana.
"Prita!! Tolong bawa segera ke sini balsemnya, dan jangan lupa telpon dokter Sinta agar segera datang ke sini," perintahnya dengan berteriak cukup kencang di dalam ruangan makan tersebut.
Suaranya Nyonya Dewi cukup menggelegar mengisi ruangan itu, Prita Mulyasari yang dipanggil pun segera menjalankan titah dari Nyonya besarnya.
Wanita muslimah adalah berlian nya islam tak ada seorangpun yg akan mengungkapkan berlian mereka kepada orang asing.
...****************...
__ADS_1
Silahkan mampir juga ke novel Aku yg lainnya:
Dilema Diantara Dua Pilihan
Cinta dan Dendam
Pelakor Pilihan
Pesona Perawan
Cinta ceo Pesakitan
Ketika Kesetiaanku Dipertanyakan
Menggenggam Asa
Kau Hanya Milikku
Makasih banyak bagi kakak Readers yang telah memberikan dukungannya, i love you all…
Tetap Dukung Cinta Kedua CEO dengan cara, Favoritkan, Rate Bintang 5, like Setiap Episodenya, gift seikhlasnya..
__ADS_1
Mohon maaf jika banyak terdapat beberapa kesalahan dalam penulisannya atau typo yang meresahkan..