Cinta Kedua CEO

Cinta Kedua CEO
Bab. 53. Kebahagiaan Akmal Yang Berlipat


__ADS_3

Seseorang yang sedang berdiri di ambang pintu langsung menutup mulutnya dan tergugu dalam tangisannya.


"Ya Allah… sekuat dan setegar itu kah kamu menyimpan masalah sebesar ini Nak? Kenapa kamu tidak berbagi dengan Ibu, apa gara-gara ini kamu Andre memutuskan hubungan pertunangan kalian?" Batinnya Bu Laila Sari yang tanpa sengaja mendengar perkataan dan kejujuran dari Akmal.


Ibu mana yang tidak akan sedih dan menyesal jika putrinya mengalami cobaan yang cukup besar. Semua hati seorang perempuan yang memiliki anak gadis yang berada di dalam posisinya Andriana pasti akan dalam kedukaan dan rasa sedih yang mendalam.


Bu Laila Sari segera menghapus air matanya. Ia tidak ingin dilihat sisi lemahnya oleh orang lain.


"Kamu harus secepatnya kumandangkan adzan di telinganya sebelum mereka buang air," tuturnya Bu Laila yang tiba-tiba datang berjalan di belakang Akmal yang masih menangis dalam penyesalannya.


Bu Laila secepatnya berusaha menetralkan perasaannya dan menghapus jejak air matanya, agar tidak ada yang mengetahui jika dirinya baru saja menangis.


Akmal yang mendengar perkataan dari Mama mertuanya segera bertindak. Ia mengambil putri pertamanya terlebih dahulu.


"Papi akan memberikan kamu nama Starla Nur Pradipta Akmal, semoga kamu kelak menjadi cahaya dan penerang orang-orang di sekeliling kamu sayang, my princess nya Papi," ujarnya Akmal sembari menggendong bayinya dengan penuh kasih sayang.


Akmal mengangkat agak tinggi anaknya lalu mulai mengumandangkan adzan di telinga kanannya Starla. Baby Star begitu tenang dan mengerjapkan matanya berulang-ulang saat mendengar lantunan suara adzan yang begitu merdu dari papi muda yang baru menjadi seorang ayah itu.


Akmal kembali menaruh putri sulungnya ke dalam boxnya yang berwarna dominan pink untuk menandai kalau itu milik Starla. Bu Laila terharu dan tidak kuasa menahan Isak tangisnya.


"Ya Allah… syukur Alhamdulillah makasih banyak engkau memberikan putriku suami yang baik dan penuh perhatian semoga saja dia berbeda dengan Papanya Adriana kelak," batinnya Bu Laila sambil membantu memberikan asi untuk Starla.


Akmal kemudian beralih ke box kedua yaitu box bayi yang berwarna kuning. Akmal kembali tersenyum penuh bahagia melihat bayi keduanya yang berjenis kelamin perempuan lagi.

__ADS_1


"Sayang, putrinya Papi.. cup cup.. gilirannya Seana Azzahra Pradipta Akmal, itu nama kamu nak, papi berharap hati, kasih sayang dan sifatmu seluas laut yang tidak berbatas mengasihi semua orang tanpa membeda-bedakannya," tuturnya Akmal lalu kembali memperdengarkan kalam dan perkataan terbaik yang paling baik untuk didengar pertama kalinya untuk anaknya.


Bu Dewi yang baru saja datang setelah mengurus kepindahan kamar perawatan Adriana, tidak lupuk dari air matanya yang turut menetes membasahi wajahnya. Ia terisak dalam tangisnya saking bahagianya karena akhirnya bisa menjadi nenek seutuhnya.


Sejak enam tahun lalu dia sudah mendamba dan memimpikan seorang cucu dari anak semata wayangnya. Tapi, sayangnya Rianti mendiang istrinya terkena kanker rahim sehingga tidak bisa memiliki seorang anak hingga Rianti meninggal dunia.


"Ya Allah… puteraku sudah menjadi seorang bapak yang penuh kasih sayang dan bijaksana walaupun dia belum menyukai dan menyayangi istrinya Ibu dari anak kembarnya tapi setidaknya dia tidak pernah melupakan tanggung jawabnya, aku sangat senang dan bahagia ya Allah…," batinnya Nyonya Dewi.


Bayinya yang ada di box ke tiga menangis histeris, entah apa yang terjadi padanya. Bu Dewi, Bu Laila Sari mendekati cucu ketiganya yang berjenis kelamin laki-laki itu.


"Ohh sayang cucunya oma, kamu lapar atau haus Sayang?" Tanyanya Bu Dewi yang menimang Bayi itu.


Tapi anak ketiganya Akmal malah seakan-akan melambaikan tangannya ke arah Akmal seperti orang yang ingin digendong segera.


Akmal segera menidurkan bayinya Seana ke atas box bayinya. Ia pun segera melangkahkan kakinya menuju ke box ke tiga tepatnya di hadapan Mamanya yang sudah menggendong Baby boy dengan penuh kehati-hatian.


Akmal segera mengambil alih anaknya lalu segera menjalankan perintah dari Mamanya sesuai perkataannya itu.


Karena buru-buru jadi pemberian namanya belakangan saja agar tidak pipis sebelum diadzankan.


"Allahu Akbar… Allahu Akbar…"


Suara merdu itu menggema memenuhi seluruh ruangan khusus bayi born yang baru lahir itu. Bu Laila berulang kali menghapus sisa air matanya tapi lagi-lagi air matanya menetes tanpa aba-aba.

__ADS_1


"Alhamdulillah.. Papi sangat bahagia Nak, karena kalian telah lahir ke dunia ini membawa keberkahan dalam hidupnya Papi, Mami dan nenek kalian, semoga kamu tumbuh menjadi anak yang Sholeh bisa mengayomi, melindungi dan menjaga kakak kamu, Papi kasih nama kamu Bumi Tri Arjuna Pradipta Akmal," jelasnya Akmal yang bersuka cita melihat wajah polos Anak-anaknya itu.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Silahkan mampir juga ke novel Aku yg lainnya judulnya ada di bawah ini, ceritanya pasti berbeda dan tetap recehan dan insya Allah menghibur..



Dilema Diantara Dua Pilihan


Pelakor Pilihan


Pesona Perawan


Cinta ceo Pesakitan


Ketika Kesetianku Dipertanyakan


Kau Hanya Milikku



Makasih banyak bagi kakak Readers yang telah memberikan dukungannya, i love you all…

__ADS_1


Tetap Dukung Cinta Kedua CEO dengan cara, Favoritkan, Rate Bintang 5, like Setiap Episodenya, gift poin dan koin seikhlasnya..


Mohon maaf jika banyak terdapat beberapa kesalahan dalam penulisannya atau typo yang meresahkan Readers..


__ADS_2