
Lagi-lagi Pak Barata dibuat tidak percaya dengan perkataan apa yang barusan di ucapkan oleh putra sulungnya itu.
"Dari mana Sam mengetahui semua itu? Karena setahu aku di rumah yang tahu hanya Eiliana dan semua asisten rumah tangga, chef, Security, serta penjaga kebun orang yang sama sekali tidak mengetahui hal ini," gumamnya Tuan Barata.
Tatapan matanya Sam melihat terus ke dalam bola matanya Pak Barata yang seakan-akan mencari kebenaran dan kebohongan dari dalam matanya Pak Barata.
"Papa tidak perlu tahu dari mana semua saya mengetahui hal itu yang paling penting di sini Papa jawab saja dengan jujur siapa Bu Laila Ibu mertuanya Abang Akmal?" Cercanya Sam lagi.
"Ibu mertua!" Pak Barata membeo.
Pak Barata terdiam membisu dalam keheningan. Ia tidak menyangka jika putranya sudah lama mengetahui kenyataan yang sebenarnya jika Eliana adalah hanya ibu sambungnya.
Pak Barata pun mulai terbuka dan jujur dihadapan putra tunggalnya itu. Dua anaknya dari istri keduanya hanyalah anak sambungnya. Taoit, kembali hanya Pak Barata yang mengetahui kenyataan dan fakta besar dalam keluarganya.
Eliana selama menikah dengannya sekalipun tidak pernah disentuh oleh Barata hingga Eliana suatu ketika frustasi dan melarikan diri ke clubing. Hal itu dia kerjakan hampir setiap harinya. Dari itu dia bertemu dengan seorang pria yang ternyata suami orang lain yang berhasil menghamilinya hingga lahirlah dua orang putri yang menjadi anak sambungnya.
Pak Barata tidak pernah ingin mempermasalahkan hal itu kecuali Eliana menuntut hak atas kedua anaknya barulah mungkin dia akan membuka semuanya.
"Aku harus menyelidiki semua ini, karena aku tidak percaya dan yakin jika Samuel mengetahui hal beras tersebut dari detektif, tapi apa jangan-jangan ini semua karena ulah dan kelakuan Eliana sendiri?" Batinnya Pak Barata.
Samuel masih terdiam membisu seribu bahasa dan sibuk dengan pemikirannya sendiri. Ia tidak menyangka dan menduga jika ternyata selama ini ia adalah anak kembar. Dia juga ternyata memiliki adik kembar yang sangat dekat dengannya karena tugas dan tanggung jawab yang diberikan oleh adik kandung dari papanya sendiri.
"Syukur Alhamdulillah… aku bahagia karena bisa terlahir dari rahim ibu yang sangat baik Papa, Ibu Laila sangat mulia hatinya dan aku sangat bersyukur kalau Nyonya Eliana bukanlah Mama kandungku," tuturnya Samuel.
Pak Barata menatap intens ke arah putranya setelah mendengar perkataannya yang seakan-akan ada isyarat dan makna yang terkandung di dalamnya.
__ADS_1
"Apa jangan-jangan putraku selama aku tidak ada di dekatnya, Eliana memperlakukan buruk? Aku harus secepatnya menyelidiki semua ini," Pak Barata kembali membatin.
"Aku pamit kalau gitu Papa, aku mau melihat ketiga keponakanku yang baru dua hari lahir ke dunia ini," jelasnya Sam.
Samuel yang tersenyum sumringah kearah papanya lalu berpamitan untuk meninggalkan ruangan tersebut. Tapi, baru beberapa langkah, ia kembali memutar tubuhnya dan menghentikan langkahnya kemudian berjalan ke depannya pak Barata.
"Apa Papa tidak ingin melihat cucu-cucunya Papa yang lucu dan menggemaskan itu," pinta Samuel.
Samuel menatap ke arah kedua bola matanya Pak Barata Ardiansyah Jaya. Ia masih setia berdiri di tempatnya semula menanti jawaban dari papanya itu.
"Pergilah Nak, jika sudah saatnya dan waktu yang tepat, papa pasti akan kesana menemui adik dan keponakanmu, tunggulah Papa tapi, papa akan mengurus beberapa pekerjaan penting dulu.
"Baiklah, tapi aku tidak akan mengatakan yang sebenarnya di hadapan mereka, aku menunggu papa sendiri lah yang langsung memberitahukan hal itu kepada mereka, papa mohon bersabarlah dan tunggu kedatangan papa," tuturnya Pak Barata dengan penuh keyakinan dan kepastian.
Pak Barata kemudian menarik laci meja kerjanya. Ia mengambil sebuah kotak yang berisi beberapa barang-barang yang sedari dulu dia simpan dan rencananya akan dia kirimkan untuk istrinya tersayang secara diam-diam.
Hubungannya dengan Bu Laila Sari ditolak dan ditentang oleh keluarga besar Jaya karena Bu Laila terlahir dari keluarga miskin dan gadis kampung yang merantau ke Kota besar Jakarta pusat untuk mengadu nasibnya.
"Laila, Mas sangat merindukan dirimu hingga detik ini, perasaan dan kasih sayang Mas hingga detik ini tidak berubah masih seperti dulu, Mas berharap semoga kamu juga merasakan hal yang sama denganku," gumamnya Pak Barata.
"Papa! Aku akan memberikan waktu kepada papa agar bisa berfikir dengan jernih dan baik, saya tidak ingin adik dan Ibuku harus hidup dalam keadaan seperti itu terus sedangkan ada wanita jahat yang gila harta menikmati kemewahan dan fasilitas mewah dari harta Papa, sudah terlalu lama mereka hidup dalam kebahagiaan diatas penderitaan ibuku," lirihnya Samuel lalu mengemudikan mobilnya menuju rumah sakit.
Samuel merasakan kebahagiaan jika kembali teringat dengan ketiga keponakan lucu nya itu. Ia sangat antusias dan sudah bertekad akan memberikan hak dan milik ibunya yang sudah terenggut oleh wanita ular berbisa yang bersembunyi dibalik tampang cantik dan penuh dengan kemunafikan dan kepura-puraan.
Balas dendam hanya akan menutup banyak pintu. Menghilangkan banyak kesempatan, mengungkungnya untuk satu tujuan yang pada akhirnya hanya menghasilkan kepuasan semu. Balas dendam terbaik adalah hanya dengan memperbaiki diri sendiri. Balas dendam terbaik adalah menjadikan dirimu lebih baik.
__ADS_1
...----------------...
Silahkan mampir juga ke novel Aku yg lainnya judulnya ada di bawah ini, ceritanya pasti berbeda dan tetap recehan tapi beda dengan novel author lainnya dan insya Allah menghibur..
Dilema Diantara Dua Pilihan
Pelakor Pilihan
Pesona Perawan
Cinta ceo Pesakitan
Ketika Kesetianku Dipertanyakan
Kau Hanya Milikku
Makasih banyak bagi kakak Readers yang telah memberikan dukungannya, i love you all…
Tetap Dukung Cinta Kedua CEO dengan cara, Favoritkan, Rate Bintang 5, like Setiap Episodenya, gift poin dan koin seikhlasnya..
Mohon maaf jika banyak terdapat beberapa kesalahan dalam penulisannya atau typo yang meresahkan Readers..
__ADS_1