
"Papa! Aku akan memberikan waktu kepada papa agar bisa berfikir dengan jernih dan baik, saya tidak ingin adik dan Ibuku harus hidup dalam keadaan seperti itu terus sedangkan ada wanita jahat yang gila harta menikmati kemewahan dan fasilitas mewah dari harta Papa, sudah terlalu lama mereka hidup dalam kebahagiaan diatas penderitaan ibuku," lirihnya Samuel lalu mengemudikan mobilnya menuju rumah sakit.
Samuel merasakan kebahagiaan jika kembali teringat dengan ketiga keponakan lucu nya itu. Ia sangat antusias dan sudah bertekad akan memberikan hak dan milik ibunya yang sudah terenggut oleh wanita ular berbisa yang bersembunyi dibalik tampang cantik dan penuh dengan kemunafikan dan kepura-puraan.
Balas dendam hanya akan menutup banyak pintu. Menghilangkan banyak kesempatan, mengungkungnya untuk satu tujuan yang pada akhirnya hanya menghasilkan kepuasan semu. Balas dendam terbaik adalah hanya dengan memperbaiki diri sendiri. Balas dendam terbaik adalah menjadikan dirimu lebih baik.
"Levi! Tolong segera keruangan ku," perintah Pak Barata kepada asisten pribadinya agar segera menghadap ke ruangannya.
Levi yang mendapatkan panggilan segera bergerak dan berkembang cepat ke ruangannya atasannya itu.
"Sepertinya ada yang penting, jadi Pak Barata memintaku untuk segera menemuinya di kantornya," gumam Levi lalu merapikan beberapa berkas pekerjaannya yang sempat dia kerjakan.
"Aku harus secepatnya mengetahui dari mana Sam putraku untuk mengetahui siapa orang yang memberitahukan kepada Sam kenyataan yang sebenarnya jika Ibu kandungnya adalah Bu Laila istri pertamaku," batinnya Pak Barata.
Berselang beberapa saat kemudian, Levi sudah duduk di hadapan Pak Barata. Ia terdiam sedari tadi karena pria dewasa yang mengharapkan kehadirannya hanya terdiam dan tidak bergeming di tempatnya.
Levi juga tidak berniat untuk mengacaukan ataupun menggangu kesenangan pak Barata dalam lamunan dan khayalannya itu.
Andai saja hpnya tidak bergetar yang kebetulan tadi di simpan di dalam saku celana kainnya mungkin, Pak Barata masih hidup dalam dunia pikiran dan khayalannya.
Pak Batara buru-buru mengambil hpnya tersebut dan melihat layar hpnya yang ternyata hanya pesan chat biasa saja yang masuk dari anaknya Samuel. Wajahnya langsung sumringah saking bahagianya melihat tingkah lucu dan gemesin ketiga cucunya itu. Dia meneteskan air matanya saking bahagianya melihat tingkah cucunya tersebut.
Tapi, tiba-tiba sudut matanya nenangkap bayangan seseorang yang berdiri sambil menggendong salah satu bayi triple itu dengan menina bobokan cucunya. Sudut matanya meneteskan air matanya yang tidak disadarinya. Ia sangat merindukan sosok wanita dalam rekaman video siaran langsung yang dikirim oleh Sam ke nomor hpnya Tuan Besar Barata Ardiansyah Jaya.
__ADS_1
"Laila Sari! Mas sangat merindukan dirimu sayang, maafkan Mas yang telah pergi dari sisi hidupmu hingga Mas tidak punya lagi keberanian dan nyali untuk menemui dan berdiri di depan matamu, maafkan Mas sayang karena kedua orang tuanya Mas sehingga saya terpaksa meninggalkan dirimu dengan putri kita yang cantik itu," cicitnya.
Raut wajah sendu dan sedih tidak luput dari penglihatan dan pengamatan dari kedua pasang matanya sang asisten pribadi kepercayaannya itu.
"Apa sebenarnya yang terjadi uncle Barata, setelah kepergian Sam dari dalam ruangannya membuat perubahan dari raut wajahnya selalu berubah-ubah setiap saat," gumam Levi yang jadi penonton setia saja.
Pak Barata mengelus layar hpnya dengan penuh kasih sayang dan perasan sedih yang bercampur menjadi satu bagian di dalam perasaan dan hatinya itu.
"Uncle apa baik-baik saja?" Tanyanya Levi yang berusaha untuk menyadarkan Tuan Besar Barata dengan menggoyangkan tangannya dengan cara perlahan menyentuh lengannya tersebut agar segera mengakhiri masa lamunannya itu.
Levi berulang kali melakukan hal itu hingga pak Barata kembali tersadar dalam keheningan dan kebimbangannya.
Pak Barata buru-buru menghapus jejak air matanya yang sedari tadi menetes membasahi pipinya itu.
Pak Barata terpaksa berbohong karena tidak ingin ada orang lain yang melihat dan mengetahui sisi lemahnya itu.
"Ada yang bisa aku lakukan sehingga paman memanggilku kemari?" Tanyanya Levi lagi yang penuh dengan teka-teki dan tanda tanya besar tentang sikap dari sepupu papanya itu.
Pak Barata berdehem beberapa kali untuk menetralkan perasaannya agar bisa kembali berkonsentrasi pada pekerjaan dan rencananya semula.
"Tolong selediki, dari mana Samuel mengetahui jika Eliana istriku adalah bukanlah Mama kandungnya dan Paman minta padamu untuk menyelidiki keseharian Sam sewaktu dia masih kecil dan juga perlakuan Eliana terhadap anakku itu," pinta Pak Barata yang sudah tidak sabar ingin mengetahui semua itu dengan jelas.
......................
__ADS_1
Jangan bosan untuk baca novelnya Fania Yah..
Silahkan mampir juga ke novel Aku yg lainnya judulnya ada di bawah ini, ceritanya pasti berbeda dan tetap recehan tapi beda dengan novel author lainnya dan insya Allah menghibur..
Dilema Diantara Dua Pilihan
Pelakor Pilihan
Pesona Perawan
Cinta ceo Pesakitan
Ketika Kesetianku Dipertanyakan
Kau Hanya Milikku
Makasih banyak bagi kakak Readers yang telah memberikan dukungannya, i love you all…
Tetap Dukung Cinta Kedua CEO dengan cara, Favoritkan, Rate Bintang 5, like Setiap Episodenya, gift poin dan koin seikhlasnya..
__ADS_1
Mohon maaf jika banyak terdapat beberapa kesalahan dalam penulisannya atau typo yang meresahkan Readers..