Cinta Kedua CEO

Cinta Kedua CEO
Bab. 70. Planning Nyonya Dewi


__ADS_3

Sekitar lima bulan lalu dia kembali dipertemukan dengan pria yang telah merenggut mahkotanya hingga lahirlah Seorang putri yang sangat cantik yang menjadi motivasi dan penyemangat dalam menjalani kehidupannya selama ini.


Prita kembali dipertemukan dengan Ayah biologis dari anak tunggalnya tapi, pria itu sama sekali tidak mengenalnya sedikitpun. Dia pun tidak memiliki keberanian yang cukup besar untuk mengatakan kepadanya jika dia memiliki seorang anak.


No matter how busy you are, no matter how far you go, your family is your home'. Money and popularity can't afford to be with family.


Sesibuk apapun, sejauh apapun pergi, keluarga merupakan tempat pulang. Uang dan popularitas tak mampu membayar kebersamaan dengan keluarga.


Hari ini adalah Pak Barata dan Bu Laila Sari memutuskan untuk menikah kembali lagi serta mengurus semua kelengkapan administrasi sebagai syarat untuk mengambil buku nikah di KUA setempat.


Dua hari kemudian diadakan lagi aqiqah besar besaran Baby Starla, Seana, Bumi. Acaranya sungguh meriah karena Nyonya Dewi mengundang banyak tamu termasuk seluruh anggota keluarganya baik dari pihak dia sendiri hingga dari garis keturunan suaminya.


Mereka bersuka cita mengadakan aqiqah bayi kembar tersebut. Bahkan hampir seluruh relasi bisnisnya datang memenuhi undangannya.


"Syukur Alhamdulillah.. perayaannya berlangsung sukses dan lancar, aku sangat bahagia Ma," ujarnya Akmal saat mereka menjaga ketiga bayinya Akmal karena Adriana sedang melaksanakan shalat isya.


"Kamu patut bersyukur karena kamu dianugerahi langsung tiga anak yang sangat lucu, cantik, ganteng dan semuanya sempurna serta sehat," timpal Bu Dewi yang menimang Baby Bumi yang baru saja asi dari dot yang isinya sudah ditampung oleh Adriana sebelumnya.


"Aku sangat bahagia dan bersyukur Mama, karena sejak sekitar lima tahun lalu aku sudah menginginkan, mendambakan dan selalu bermimpi untuk mendapatkan keturunan dari almarhumah istriku Rianti tapi hingga nafas hembusan terakhirnya semuanya tinggal hanya sebatas mimpi yang mustahil terjadi," terangnya Akmal.


Bu Dewi menatap ke arah putra tunggalnya itu yang dimilikinya di dunia ini semenjak suaminya Tuan Besar Juanda Pradipta Saiden meninggal dunia karena penyakitnya yang sudah parah dan kronis.


"Sayang, apa Mama boleh meminta sesuatu padamu?" Tanyanya Bu Dewi yang menatap intens kearah putranya itu.

__ADS_1


Akmal balas menatap ke arah perempuan yang sangat berjasa dan penting dalam kehidupannya selama ini sembari berkata," emangnya Mama mau minta apa?"


Akmal menatap kembali ke dalam bola matanya Bu Dewi, ia cukup dibuat penasaran dengan apa kira-kira yang akan diminta oleh Ibunya itu.


"Mama hanya menginginkan bukalah hatimu Nak, jangan biarkan dirimu terkurung dan terkungkung dalam dunia masa lalu, ingat kamu sekarang sudah punya istri yang selalu setia menunggu kasih sayang dan cinta kasihmu Nak, apa kamu tidak sekalipun ada rasa sayang untuk Riana Ibu dari ketiga anakmu?" Tanyanya Bu Dewi sambil menunjuk ke arah dada putranya.


Akmal tidak bergeming dan membisu dalam keheningannya. Ia tak mampu berucap sepatah kata pun lagi. Dalam benaknya terjadi pertempuran yang hebat karena sibuk memikirkan semua kenangan dan masa sekarangnya yang kebingungan dan ragu akan dibawah ke mana masa depannya itu. Akmal belum mampu dan bisa terlepas dari bayang-bayang kenangan masa lalunya.


"Mama harap kamu pikirkan dan pertimbangkan semua perkataan dan permintaannya Mama, Nak!" Tuturnya Bu Dewi sesaat sebelum meninggalkan kamar ketiga cucunya bersama putra semata wayangnya itu.


Pintu itu berdecit pertanda bahwa ada seorang yang menutup pintu itu. Akmal berjalan ke arah pintu penghubung kamar anaknya dengan ruangan pribadinya. Dia kemudian menarik laci meja kerjanya. Ia mengambil pigura foto mendiang istrinya itu.


Air matanya tak kuasa dia bendung, ia mencium gambar perempuan di dalam bingkai foto tersebut. Jarinya mengelus penuh kelembutan wajahnya Rianti.


Tiga bulan kemudian…


Hubungan Adriana dengan Akmal masih seperti awal mereka menikah, hanya sering berbincang-bincang biasa saja seperti layaknya teman saja. Keduanya masih belum bisa melupakan dan move on dari masing-masing pasangan terdahulu mereka.


Pagi itu, mereka sedang duduk di depan meja makan karena sudah siap menyantap sarapan pagi mereka masing-masing. Hingga suara instruksi dari Nyonya Besar Dewi membuat mereka saling pandang dan melongok tidak percaya dengan perkataan dan penjelasan dari Bu Dewi.


"Ini ada dua tiket pesawat serta paket honeymoon untuk kalian berdua, Akmal dan Adriana," pungkas Nyonya Dewi.


Adriana spontan menatap ke arah suaminya yang seakan-akan bertanya apa maksud dari perkataan Ibu mertuanya itu sedangkan Akmal sudah tahu dan mengerti apa maksud dan rencana yang terselubung dibalik semua keputusan Mamanya tersebut.

__ADS_1


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Jangan pernah bosan untuk baca novelnya Fania Yah..


Silahkan mampir juga ke novel Aku yg lainnya judulnya ada di bawah ini, ceritanya pasti berbeda dan tetap recehan tapi beda dengan novel author lainnya dan insya Allah menghibur..



Dilema Diantara Dua Pilihan


Pelakor Pilihan


Pesona Perawan


Cinta ceo Pesakitan


Ketika Kesetianku Dipertanyakan


Kau Hanya Milikku



Makasih banyak bagi kakak Readers yang telah memberikan dukungannya, i love you all…

__ADS_1


Tetap Dukung Cinta Kedua CEO dengan cara, Favoritkan, Rate Bintang 5, like Setiap Episodenya, gift poin dan koin seikhlasnya.


__ADS_2