Cinta Kedua CEO

Cinta Kedua CEO
Bab. 74. Pilihan Samuel


__ADS_3

Samuel tanpa bicara, ia bangkit dan berdiri dari duduknya lalu meninggalkan mereka yang masih duduk di kursi meja makan.


"Sam! Bibi mohon padamu kalau bisa jangan katakan pada Prita jika kamu tahu semuanya dari bibi, karena aku takut jika Prita akan semakin marah dan kesal yang bisa berakibat fatal nantinya yang akan pergi dari kita semua untuk selamanya," sahut Bu Salma Hayek yang memberikan saran kepada Ayah biologisnya Pelangi.


Samuel kemudian segera meraih, hp,kunci mobilnya lalu berniat untuk mengejar Prita dan putrinya.


"Ternyata gadis yang bersamaku malam itu adalah Prita, kenapa aku lambat sekali mengetahuinya kalau perempuan yang menolongku waktu itu adalah Prita," gumamannya Samuel.


Mobil yang ditumpanginya sudah melaju dengan kecepatan diatas rata-rata. Ia tidak mau jika kehilangan jejaknya kali ini. Sejak beberapa tahun yang lalu saat dia mengetahui jika dia melewatkan malam panasnya bersama dengan seorang perempuan, si terus mencari keberadaan dari perempuan itu.


Tapi, seolah perempuan itu ditelan bumi saja. Bahkan dia sudah mengerahkan banyak orang dan detektif swasta untuk mencarinya, tetapi hasilnya masih sama tetap nihil.


"Aku masih ingat dengan jelas saat itu suara ******* dan suara rintihannya saat berada dibawah kunkunganku, aku sangat menyukainya hingga waktu itu aku benar-benar terbuai dan tergila-gila pada tubuhnya gadis yang baru berusia sekitar 19 tahun waktu itu," batinnya Sam.


Sam mulai memelankan laju mobilnya, dia mengitari seluruh jalan yang kemungkinannya dilalui oleh Prita bersama dengan putri kecilnya.


"Ternyata aku adalah seorang Papa muda, waktu itu kalau tidak salah umurku baru 20 tahun saat kejadian itu, entah apa aku harus bersyukur karena bahagia karena punya anak dari hubungan yang tidak seharusnya terjadi atau malah aku harus sedih dan menyesali semua perbuatanku dan kejadian waktu itu," Sam membatin.


Sam terus melajukan mobilnya tapi dengan tatapan matanya yang tajam terus memperhatikan jalan yang dilaluinya.


"Bibi Salma bilang tadi, nama TK putrinya adalah TK Pertiwi yah, ada di sekitar jalan sini," lirihnya Sam lalu mematikan mesin mobilnya.

__ADS_1


Sam berjalan ke arah pagar sekolah taman kanak-kanak tersebut. Dengan senyuman yang sumringah dia menapaki satu persatu jalan yang dilaluinya.


"Ya Allah… semoga saja Prita tidak nekat untuk pergi jauh dari sini dan membawa pergi putriku dari sisiku, aku tahu dan sadari jika semua ini terjadi karena kesalahan dan khilaf terbesar di dunia ini, tapi aku tidak ingin jika Pelangi dan Prita pergi dari hidupku Tuhan… Tolonglah hambaMu ini untuk mempersatukan kami," cicitnya Sam.


Beberapa orang tua murid dan guru-guru serta staf sekolah memperhatikan kedatangan Samuel. Siapapun perempuan normal yang melihat Sam pasti akan terpesona, terpana dan mengagumi bentuk tubuh dan wajahnya Sam yang hampir dikatakan sempurna sebagai seorang Pria yang masih muda di usianya yang baru menginjak usia yang ke 26 itu.


"Sayang! Putrinya Bunda ingat yah kalau ada orang asing yang menyapa Pelangi hati-hati yah, Pelangi harus jaga jarak dan tidak boleh melakukan apa pun apalagi harus mengikuti apa yang diperintahkan oleh orang itu apapun itu," nasehat Prita sebelum meninggalkan sekolah putrinya itu.


"Siap Bunda cantik," balasnya Pelangi dengan senyuman polos di wajahnya itu..


Prita mengelus rambut panjang putrinya yang terikat dua itu bagaikan ekor kuda saja," anak yang pintar!" Pujinya Prita di hadapan anaknya sendiri.


Berselang beberapa saat kemudian, tinggallah Pelangi bersama dengan guru-guru dan teman sekelasnya. Dia memutuskan untuk tetap menjalani kehidupannya seperti biasanya, ia kembali beraktifitas di perusahaan yang selama ini telah berjasa banyak pada kehidupannya.


Sedangkan dalam dalam sebuah kamar yang terbilang cukup mewah dengan fasilitas pendukung yang lengkap dan mahal tentunya. Akmal membantu istrinya Adriana untuk packing barang-barang yang harus dia bawa bersamanya ke Qatar.


Berat hatinya sebenarnya untuk meninggalkan ketiga buah hatinya yang baru berusia hampir empat bulan itu. Tetapi, demi memenuhi permintaan dari Mama mertuanya dan tidak ingin mengecewakan Ibu Dewi, Adriana memenuhi permintaan tersebut walaupun dirinya sendiri tidak yakin jika akan terjadi perubahan yang baik di dalam hubungannya dengan suaminya Akmal.


Hati keduanya masih terpasung dan terpatri nama pasangannya masing-masing yang terdahulu. Mereka masih belum mampu move on dari kenangan masa lalunya. Hingga hubungan Pernikahannya seperti jalan ditempat, tidak perubahan sedikit pun. Karena itu lah Bu Dewi menyarankan dan menganjurkan untuk agar mereka pergi berbulan madu. Negara yang dipilih oleh Nyonya Dewi adalah Qatar.


...****************...

__ADS_1


Jangan pernah bosan untuk baca novelnya Fania Yah..


Silahkan mampir juga ke novel Aku yg lainnya judulnya ada di bawah ini, ceritanya pasti berbeda dan tetap recehan tapi beda dengan novel author lainnya dan insya Allah menghibur..



Dilema Diantara Dua Pilihan


Pelakor Pilihan


Pesona Perawan


Cinta ceo Pesakitan


Ketika Kesetianku Dipertanyakan


Kau Hanya Milikku



Makasih banyak bagi kakak Readers yang telah memberikan dukungannya, i love you all…

__ADS_1


Tetap Dukung Cinta Kedua CEO dengan cara, Favoritkan, Rate Bintang 5, like Setiap Episodenya, gift poin dan koin seikhlasnya.


__ADS_2