Cinta Kedua CEO

Cinta Kedua CEO
Bab. 25. Bekal Makanan Misterius


__ADS_3

Kebahagiaan tidak selamanya dilihat dari segi banyaknya materi dan harta yang Kamu miliki, tapi bagaimana Kamu bisa membuat dan melihat senyuman yang tercipta dari orang-orang yang Kamu sayangi.


Kamu tidak akan menemukan kebahagiaan jika terus menuntut kesempurnaan. Syukuri apa yang kamu miliki, maka di sana akan kau temukan kebahagiaan.


Dengan berat hati Bu Dewi memenuhi permintaan anaknya yang Sangat aneh itu. Walaupun menolak dan membantah itu sama saja tidak ada gunanya. Baginya Bu Dewi yang penting calon cucunya memiliki ayah biologisnya dan Adriana tidak Sedih lagi.


Kesepakatan dari kedua belah pihak sudah tercapai. Jika pernikahan antara Akmal dan Adriana adalah lima hari dari sekarang. Bu Dewi sangat bahagia karena tidak lama lagi akan memiliki seorang menantu yang cantik sekaligus calon cucu penerus keluarganya.


"Ya Allah… semoga ini adalah pilihan terbaikku dan jadikanlah nanti keluarga yang sakinah mawadah warahmah," batinnya Adriana yang duduk di kursi yang ada di dalam kamarnya sambil mengerjakan pekerjaannya yang sempat dia bawa pulang ke rumahnya.


Sedangkan di luar kamarnya, pegawai katering ibunya sedang heboh bergosip tentang lamaran dari anak bosnya yang begitu mewah. Mereka sampai dibuat terkejut melihat saking banyaknya seserahan lamaran yang dibawa oleh keluarga calon suaminya Riana.


"Sudah… sudah.. lanjutkan pekerjaannya nanti dilanjut ngerumpinya," ujarnya Bu Laila Sari.


Ibunya Riana yang tersenyum melihat semua karyawannya bahagia dan bersyukur karena lamaran kedua kalinya Riana sungguh sangat berbeda dengan sewaktu mantan tunangannya yang terdahulu yang tiba-tiba membatalkan secara sepihak tanpa memberitahukan kepada mereka alasan pembatalannya.


Keesokan harinya, Adriana kembali lebih cepat bangun tidur karena akan kembali bekerja di Perusahaan tempat dia bekerja. Dia bersemangat untuk menjalani harinya.


"Ibu, tempat bekal makanan aku ada di mana, kok gak ada di dalam lemari seperti biasa?" Tanyanya saat tidak menemukan kotak bekal makanannya.


Baru saja ibunya ingin menjawab, bel rumahnya sudah berbunyi nyaring hingga berulang kali. Bu Laila dan Adriana saling bertatapan satu sama lainnya. Adriana hanya mengangkat bahunya tanda tidak tahu siapa orang pagi-pagi buta datang bertamu ke rumahnya.


"Ibu ke depan dulu, kamu coba cari ke lemari lain karena Rani yang sepertinya semalam yang cuci kotakmu," tutur ibunya yang sudah berjalan ke arah depan rumahnya.

__ADS_1


Pintu itu berdecit saat Bu Laila menarik handle pintu rumahnya. Bu Laila tersenyum ramah melihat ke arah seorang pria kurir pengantar makanan.


"Selamat pagi Bu," sapanya Bu Laila dengan tersenyum.


"Pagi! Maaf Anda cari siapa?" Tanyanya Bu Laila sembari memperhatikan gerak gerik pria kurir tersebut.


Pria itu menyodorkan sebuah paper bag ke hadapan Bu Laila," silahkan tanda tangan di sini dulu Bu dan pesan dari orang yang mengirim ini katanya untuk beberapa hari kedepannya, saya akan selalu datang sekitar jam seperti sekarang untuk membawa bekal makanan untuk Nyonya Muda."


"Nyonya Muda," Adriana membeo saat baru saja datang dan mendengar langsung perkataan dari sang kurir.


"Iya Nyonya Muda," timpal Pria itu lagi.


Adriana mengambil paper bag tersebut lalu segera menggantikan ibunya untuk menandatangani kertas yang dipegang oleh pria kurir itu sebelumnya.


"Sama-sama, selamat pagi!' ucap pria itu sebelum meninggalkan teras depan rumahnya Adriana.


"Kalau kamu penasaran coba periksa dan tengok apa isi di dalamnya," pinta Amairah ibunya lalu berjalan meninggalkan Adriana yang masih terpaku terdiam dalam pikirannya yang masih penasaran siapa yang mengirim dan apa isinya.


Adriana pun segera memeriksanya dan ternyata isinya adalah sebuah kotak bekal makanan yang isinya semuanya makanan yang komplit empat sehat lima sempurna dan paling bagus khusus dan cocok untuk Ibu hamil muda.


Di atasnya kotak bekal itu, ada secarik kertas yang berisi tulisan, "jangan lupa untuk dihabiskan makanannya, semoga kamu menyukainya."


"Kira-kira siapa yang tidak suka jika makanannya model dan tampilannya seperti ini, baru cium saja sudah menggugah selera makan apa lagi kalau setiap hari, kalau bisa setiap waktu makan saja," candanya Adriana yang tersenyum mendengar perkataannya sendiri.

__ADS_1


......................


Silahkan mampir juga ke novel Aku yg lainnya:



Dilema Diantara Dua Pilihan


Cinta dan Dendam


Pelakor Pilihan


Hanya Sekedar Pengasuh


Cinta ceo Pesakitan


Ketika Kesetiaan Dipertanyakan


Menggenggam Asa


Kau Hanya Milikku


__ADS_1


Makasih banyak bagi kakak Readers yang telah memberikan dukungannya, i love you all…


__ADS_2