Cinta Kedua CEO

Cinta Kedua CEO
Bab. 49. Pembukaan Pertama


__ADS_3

"Mbak harus bersabar yah, jangan berpikiran yang macam-macam, Mbak pasti akan segera melahirkan dengan selamat," ucapnya Sam yang bernafas ngos-ngosan.


Sam terus berjalan ke arah garasi rumahnya, ia kembali berteriak ke arah supir pribadi rumahnya.


"Mang Koko!! Tolong bawa kesini cepat kunci mobilnya," suara Sam cukup menggelegar memenuhi seluruh garasi rumahnya.


Bu Dewi yang sedang berada di luar segera meminta kepada supirnya untuk menyusul Adriana ke Rumah Sakit Kasih Bunda. Ia juga menelpon maid untuk menyiapkan perlengkapan bayi Adriana yang ada di dalam lemarinya dan secepatnya harus mengikuti dan menyusul Sam.


Sam menidurkan Adriana ke atas jok mobil belakangnya. Dengan penuh hati-hati ia menidurkan tubuhnya Adriana. Mbak Ani yang berjalan tergopoh-gopoh membawa beberapa tas dalam genggamannya ikut masuk duduk di sampingnya Adriana yang tidak henti-hentinya meringis kesakitan.


"Sam!! Tolong bawa cepat mobilnya dek! Mbak sudah tidak tahan," pekiknya Adriana.


Hpnya yang terhubung dengan nomor seseorang ternyata masih tersambung hingga detik itu juga.


"Lucas!! Siapkan cepat pesawat aku akan segera kembali ke tanah air," perintahnya seseorang dengan raut wajahnya yang cemas diliput rasa khawatir pula dalam dadanya.


Sedangkan di dalam Loby rumah sakit, Nyonya Dewi sudah bersiap sedari tadi menyambut kedatangan anak menantunya yang sudah mengalami kontraksi akan segera melahirkan.


"Suster apa semua persiapan sudah dilakukan dan kamar VVIP yang saya minta sudah dipersiapkan?" Tanyanya Bu Dewi yang menatap ke arah beberapa Perawat yang menemaninya berdiri di depan pintu masuk.


"Alhamdulillah sudah siap Nyonya Besar sesuai dengan yang Anda minta," jawabnya salah satu perawat perempuan yang kebetulan berada di samping kanannya.


Berselang beberapa saat kemudian, Sam sudah sampai di depan pintu masuk Rumah Sakit Kasih Bunda. Dia dengan susah payah menggendong isteri dari saudara sepupunya itu.

__ADS_1


"Ya Allah… kenapa perasaanku mengatakan jika yang aku gendong adalah kakak aku sendiri, entah kenapa beberapa hari ini, aku merasa ada ikatan batin antara aku dengan Mbak Riana," Samuel membatin.


Bu Dewi yang melihat anak menantunya dalam keadaan yang sangat susah payah seperti yang dialaminya dulu saat akan melahirkan putra tunggalnya yaitu Akmal Pradipta Saiden. Ia terpaksa tutup kandungan karena terjadi masalah di dalam rahimnya saat dia proses melahirkan.


Karena saat itu dia sempat mengalami kecelakaan kecil yang mengakibatkan dia hanya bisa hamil dan melahirkan sekali saja dalam seumur hidupnya hingga suaminya meninggal 15 tahun lalu di saat anaknya berusia 13 tahun.


"Ya Allah… lindungilah anak menantuku dengan ketiga cucuku, jangan biarkan terjadi sesuatu pada mereka," Bu Dewi membatin dan tak lupuk air matanya menetes membasahi pipinya yang tak bisa melihat Adriana yang kesakitan.


Bu Laila Sari juga sudah ditelpon dan diinformasikan padanya jika anaknya akan segera melahirkan. Beliau pun sudah hadir setelah beberapa menit Adriana sampai di rumah sakit. Wajahnya sangat nampak jelas rasa takutnya tapi, ia berusaha untuk menutupinya karena ia tidak ingin memberikan beban tambahan kepada putri tunggalnya.


"Ya Allah… lancarkanlah proses persalinan anakku, aku sangat takut ya Allah.." gumam Bu Laila.


Beberapa perawat segera membantu Sam untuk menaikkan tubuhnya Adriana ke atas bangkar rumah sakit.


Sam pun menyingkir dan hanya mengekor di belakang mereka sambil terus berjalan dan berdoa kepada Allah SWT agar persalinannya Adriana diberikan kemudahan dan keselamatan serta kelancaran.


Dokter segera memeriksa kondisi Adriana yang ternyata baru pembukaan pertama. Dokter Andara berjalan ke arah luar ruangan pemeriksaan untuk menginformasikan kepada keluarganya bahwa masih butuh waktu untuk Adriana melahirkan.


"Bagaimana dengan menantu dan cucuku Dokter?" Tanyanya Bu Dewi yang berjalan beriringan dengan Bu Dewi.


"Kondisi dan keadaannya Ibu dan calon bayinya Alhamdulillah dalam keadaan sehat dan normal, hanya saja baru pembukaan satu dan mengingat ini kehamilan pertamanya Nyonya Adriana jadi, besar kemungkinannya masih perlu waktu beberapa jam," jelasnya Bu Dokter Andara.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


Silahkan mampir juga ke novel Aku yg lainnya judulnya ada di bawah ini:



Dilema Diantara Dua Pilihan


Pelakor Pilihan


Pesona Perawan


Cinta ceo Pesakitan


Ketika Kesetianku Dipertanyakan


Kau Hanya Milikku



Makasih banyak bagi kakak Readers yang telah memberikan dukungannya, i love you all…


Tetap Dukung Cinta Kedua CEO dengan cara, Favoritkan, Rate Bintang 5, like Setiap Episodenya, gift poin dan koin seikhlasnya..


Mohon maaf jika banyak terdapat beberapa kesalahan dalam penulisannya atau typo yang meresahkan Readers..

__ADS_1


__ADS_2