Cinta Kedua CEO

Cinta Kedua CEO
Bab. 60. Kemarahan Pak Barata


__ADS_3

"Ada yang bisa aku lakukan sehingga paman memanggilku kemari?" Tanyanya Levi lagi yang penuh dengan teka-teki dan tanda tanya besar tentang sikap dari sepupu papanya itu.


Pak Barata berdehem beberapa kali untuk menetralkan perasaannya agar bisa kembali berkonsentrasi pada pekerjaan dan rencananya semula.


"Tolong selediki, dari mana Samuel mengetahui jika Eliana istriku adalah bukanlah Mama kandungnya dan Paman minta padamu untuk menyelidiki keseharian Sam sewaktu dia masih kecil dan juga perlakuan Eliana terhadap anakku itu," pinta Pak Barata yang sudah tidak sabar ingin mengetahui semua itu dengan jelas.


"Baik Uncle! Aku akan kerjakan semuanya secepatnya sesuai dengan perintah dan keinginan uncle Barata," ujarnya Levi lalu meninggalkan ruangan pamannya itu.


"Aku ingin besok pagi jam 7 paling lambat batas waktu kamu untuk mencari informasi tersebut," perintah Tuan Besar Barata.


Levi mengehentikan langkahnya lalu menolehkan kepalanya ke arah di mana pamannya berada sambil menjawab perkataan dari Pamannya itu," insya Allah, Levi akan lakukan yang terbaik untuk paman dan aku tidak akan pernah mengecewakan Paman."


Pak Barata berdiri dari duduknya dan bergegas pulang ke rumahnya. Hari ini cukup melelahkan dengan pekerjaannya yang cukup banyak saat itu.


Pak Batara mengemudikan mobilnya dengan kecepatan sedang saja, karena dijalan cukup padat dan sesekali terjadi kemacetan yang cukup panjang hingga membuatnya kadang mengomel dan mengumpat pengendara mobil dan motor lainnya yang tidak ingin bersabar mengendarai mobilnya.


Beberapa menit kemudian, Pak Barata sudah sampai ditempat tujuan. Ia memarkirkan kemudian mobilnya ke dalam carport. Senyumannya sedari tadi terus mengembang saat wajah istri pertamanya kembali terbayang disaat memangku dan menimang cucu kembarnya.


"Aku tidak sabar untuk bertemu denganmu sayang istriku, dulu aku sangat takut, ragu dan malu untuk muncul di hadapanmu tapi, sekarang aku tidak akan mundur dan gentar lagi apa pun yang terjadi kedepannya," gumamnya Pak Barata sambil membuka pintu rumahnya.


Dengan langkah kakinya yang cukup lebar dan panjang menapaki satu persatu lantai keramik itu. Ia terus melangkahkan kakinya menuju kamar pribadinya. Tetapi, langkahnya terhenti saat mendengar suara seseorang yang sedang berbincang-bincang.


Karena penasaran, dia berjalan ke arah ruangan yang terdengar suara beberapa orang yang sedang bercerita dengan tema yang sangat penting.


"Itu suaranya Eliana dan Vivian tapi suara laki-laki itu siapa?" Lirihnya yang mulai memelankan langkah kakinya itu.


Entah apa yang terjadi padanya,kali ini cukup kepo dengan apa yang mereka bicarakan.


"Siapa pria itu? Kenapa aku serasa baru denger suaranya?" Sudah banyak pertanyaan yang berseliweran di dalam pikirannya itu.

__ADS_1


Tapi, langkahnya berhenti saat mendengar perkataan dari istrinya sendiri yaitu Nyonya Eliana.


"Aku lah yang mengatakan kepada Sam jika dia bukanlah darah dagingku sendiri, aku lah yang memprovokasi Tuan Besar Daniel Sturridge Jaya dan Istrinya agar mereka membenci dan menolak pernikahannya dengan Laila Sari, dan aku juga yang mengatur semua untuk memisahkan Laila dengan anak kembarnya jika aku tidak melaksanakan dan melakukan semua itu maka kita yang akan didepak dari istana ini apa lagi kamu adalah putri dari dia bukan puterinya Barata," ujarnya Bu Eliana yang cukup panjang lebar itu.


Budiyono, Vanessa day Vivian langsung bersamaan menolehkan kepalanya ke arah pak Budi dengan tatapan mata yang sulit diartikan. Mulut mereka menganga hingga nyamuk, lalat pun bisa masuk kedalamnya.


"Sayang! Bagaimana menurut kamu apa ide yang sudah aku jalankan sedari lebih dua puluh tahun lalu ini adalah ide ayah kamu nak siapa lagi kalau bukan Budiyono, dia sudah adalah papa kalian yang sebenarnya," tuturnya Bu Eliana.


"Itu tidak mungkin!! Aku tidak terima jika seorang supir pribadi mama adalah ayahku, kamu bukanlah Ayahku, aku tidak ingin punya Ayah yang miskin seperti kamu," bentaknya Vanessa anak keduanya mereka.


"Ternyata Budi bekerja di sini karena mereka berpacaran dan pasangan selingkuhan, aku tidak menyangka Eliana sebejak itu," batin Pak Barata.


"Sayang!! Dengarkan Mama dulu, bagaimana pun juga dia adalah Ayah kandung kamu yang selama tidak akan pernah berubah sedikit pun dan ini berlaku untuk selamanya di dalam hidupmu," jelasnya Bu Eliana.


Vivian sebagai anak sulung hanya bisa terdiam dan menutup mulutnya tanpa ada penolakan atau pun setuju dan mengiyakan kebenaran itu.


"Aku tidak mau jadi anak orang miskin!!" Pekiknya Vanessa lalu berlari ke arah pintu.


Budi, Eliana dan Vivian saling berpandangan satu sama lainnya, mereka tidak menyangka Pak Barata akan pulang secepat itu. Mereka mendapatkan informasi dan kabar dari anak buah kepercayaan mereka, kalau Tuan Barata akan berangkat ke luar negeri sore hari tadi.


Mereka terkejut dan shock melihat kedatangan Pak Barata di depan pintu yang berdiri tak bergeming. Vanessa Hudgens yang kebetulan melihat dan berpapasan dengan papa sambungnya hanya melihat begitu saja tanpa ada niatan untuk mencegah kepergiannya.


Pak Barata bertepuk tangan dengan senyuman liciknya yang terpatri di wajahnya sembari berkata," Eliana mulai detik ini kamu bukan Istriku lagi dan tolong kalian semua mulai saat ini juga harus pergi meninggalkan rumahku dan jangan bawa apa-apa selain apa yang kalian pakai di tubuh Kalian!!" Geramnya Pak Barata.


"Pak mamang!! Bu Tati!!!" Teriaknya Pak Barata Ardiansyah Jaya yang memanggil dua orang Asisten rumah tangganya untuk segera menghadapnya.


"Iya Tuan Besar," jawab ke duanya dengan serentak sambil menundukkan kepalanya karena pasti tahu jika ada yang tidak beres dengan maksud dari pemanggilan mereka berdua.


"Tolong perhatikan mereka jika mereka pergi dari sini jangan biarkan mereka mengambil satu barang-barang yang ada du dalam rumahku ini selain yang berada terpasang di tubuhnya itu,! Camkan itu baik-baik jika tidak kalian yang aku akan pecat tanpa gaji dan pesangon," ancam Pak Barata dengan api amarah dan dendam yang menyelimuti hati dan pikirannya itu.

__ADS_1


Hari ini jadwal kepulangannya Adriana dengan ketiga anak kembarnya. Bu Dewi sudah mempersiapkan semuanya untuk menyambut kepulangan Adriana dan bayinya.


......................


Jangan bosan untuk baca novelnya Fania Yah..


Silahkan mampir juga ke novel Aku yg lainnya judulnya ada di bawah ini, ceritanya pasti berbeda dan tetap recehan tapi beda dengan novel author lainnya dan insya Allah menghibur..



Dilema Diantara Dua Pilihan


Pelakor Pilihan


Pesona Perawan


Cinta ceo Pesakitan


Ketika Kesetianku Dipertanyakan


Kau Hanya Milikku



Makasih banyak bagi kakak Readers yang telah memberikan dukungannya, i love you all…


Tetap Dukung Cinta Kedua CEO dengan cara, Favoritkan, Rate Bintang 5, like Setiap Episodenya, gift poin dan koin seikhlasnya..


Mohon maaf jika banyak terdapat beberapa kesalahan dalam penulisannya atau typo yang meresahkan Readers..

__ADS_1


__ADS_2