Cinta Kedua CEO

Cinta Kedua CEO
Bab. 24. Yes


__ADS_3

"Tapi Bu, aku sudah tidak suci lagi," tutur Adriana yang kembali tergugu dalam tangisnya.


"Husshhh!!! Jangan bicara seperti itu lagi, cukup Mama yang tahu, Mama minta sama kamu cukup detik ini saja dan hanya kepada Mama kamu mengatakan jika kamu tidak utuh lagi," jelas Bu Dewi kemudian menaruh jarinya ke atas bibirnya calon menantunya itu dengan tersenyum simpul ke arah Adriana yang masih sedih itu.


Air matanya Adriana kembali menetes membasahi pipinya. Ia tidak menyangka jika ada orang yang tulus dan bersedia menerimanya sebagai menantu dengan kondisi yang jelas-jelas mereka tahu keadaan luar dalamnya Adriana.


"Bagaimana Nak, apa kamu bersedia dan siap menikah dengan putra tunggalku?" Tanyanya Bu Dewi berharap agar Riana setuju untuk menikah dengan putranya.


Riana yang ditanya dan dimintai jawabannya dia kembali bertanya karena dia tidak ingin kedepannya pernikahannya hanya menjadi taruhan atau permainan dan dimanfaatkan oleh seseorang yang memiliki kepentingan tersendiri.


"Tapi Nyonya, bagaimana dengan putranya Ibu, apa dia siap dan tidak mempermasalahkan tentang statusku yang tidak suci lagi?" Tanya Riana yang tidak mau kedepannya pernikahannya hanya sementara waktu atau pernikahan kilat saja.


"Tidak perlu kamu permasalahkan dan pikirkan itu, insya Allah putranya Ibu akan menerima kamu setulus hatinya lagian putraku juga sudah menikah dengan wanita lain tapi, statusnya sekarang adalah duda ditinggal mati istrinya.


Adriana sedikit terkejut dengan status calon suaminya tapi,dia tidak mau mempermasalahkan hal itu. Baginya pria itu siap menerima kekurangannya itu sudah lebih dari cukup.


"Bagaimana apa kamu mau jadi menantunya Mama?" Ujarnya Ibu Dewi yang kembali mempertanyakan kesediaan dan kemauan dari Adriana.


"A-ku siap Ma, tapi ada satu hal permintaan aku dan semoga Mama bisa memenuhinya," tuturnya Adriana lagi.


Adriana agak ragu untuk mengutarakan keinginannya, karena dia takut jika permohonannya itu tidak disetujui oleh Nyonya Dewi. Adriana menundukkan kepalanya dan memainkan jarinya.

__ADS_1


"Ya Allah… semoga Ibu Dewi mengabulkan keinginanku yang hanya simple saja tapi, bagaimana jika mereka tidak setuju aku kembali bekerja?" Adriana membatin.


Bu Dewi mengangkat kepalanya ke atas agar dia melihat langsung ke dalam bola matanya Adriana.


"Katakanlah sayang, Mama pasti akan kabulkan apa pun itu," ujar Bu Dewi.


Perkataan yang baru saja meluncur dari bibirnya Bu Dewi membuatnya menyunggingkan senyumnya. Bu Dewi yang melihat senyuman Adriana berasa bahagia melihat senyumannya Adriana yang mampu membuatnya tersenyum bahagia karena yakin jika Adriana bersiap menikah dengan Akmal Pradipta Saiden.


"Jadi keputusan kamu apa? Mama tidak sabar mendengar jika kamu bersedia menikah dengan anaknya Mama yang duda itu tapi gantengnya paripurna gitu," puji Bu Dewi yang memuji anaknya sendiri.


"Aku siap menikah Ma, tapi aku ingin tetap bekerja seperti biasa karena aku juga baru bekerja beberapa hari dan ini kesempatan langka yang tidak mungkin bisa saya dapatkan Ibu," ujarnya Adriana yang yakin dengan keputusannya itu.


Bu Dewi tersenyum lebih dulu sebelum menjawab pertanyaan dari Adriana," oke itu permintaan yang sangat muda dan Mama pasti akan penuhi itu semua sesuai dengan apa yang kamu inginkan," balasnya Bu Dewi.


"Ya ampun, aku kira mau minta dibelikan barang-barang branded yang super mahal dan mewah atau mungkin minta rumah, mobil atau berlian lah ini hanya minta kerja saja, emang tipe cewek yang seperti ini yang layak dan cocok jadi calon menantu dan pendamping hidup untuk Akmal," batinnya Bu Dewi.


Setelah mereka berdiskusi dan berbincang-bincang beberapa saat. Mereka sudah memutuskan untuk masuk kembali ke dalam rumahnya Adriana untuk membicarakan tentang hari pelaksanaan akad nikahnya.


Setelah berbincang-bincang santai, akhirnya mereka memutuskan untuk melaksanakan hajat dan rencana mereka yaitu hari akadnya hari jumat dan pestanya hanya sekedar acara kecil-kecilan saja Sesuai dengan permintaan dari Ibu Laila Sari yang hanya butuh pesta syukuran saja yang terkesan privat dan kekeluargaan tanpa harus mengundang banyak orang.


Awalnya, Bu Dewi tidak setuju dikarenakan Akmal adalah anak tunggalnya sehingga awalnya nenilak, tapi barusan ia mendapatkan chat pesan singkat dari anaknya yang menginginkan pesta pernikahan yang tertutup bahkan dia meminta saat menikah dia dan calon mempelai wanita memakai jubah penutup wajahnya.

__ADS_1


Dengan berat hati Bu Dewi memenuhi permintaan anaknya yang Sangat aneh itu. Walaupun menolak dan membantah itu sama saja tidak ada gunanya. Baginya Bu Dewi yang penting calon cucunya memiliki ayah biologisnya dan Adriana tidak Sedih lagi.


Silahkan mampir juga ke novel Aku yg lainnya:



Dilema Diantara Dua Pilihan


Cinta dan Dendam


Pelakor Pilihan


Hanya Sekedar Pengasuh


Cinta ceo Pesakitan


Ketika Kesetiaan Dipertanyakan


Menggenggam Asa


Kau Hanya Milikku

__ADS_1



Makasih banyak bagi kakak Readers yang telah memberikan dukungannya, i love you all…


__ADS_2