
Akmal segera mengambil alih anaknya lalu segera menjalankan perintah dari Mamanya sesuai perkataannya itu.
Karena buru-buru jadi pemberian namanya belakangan saja agar tidak pipis sebelum diadzankan.
"Allahu Akbar… Allahu Akbar…"
Suara merdu itu menggema memenuhi seluruh ruangan khusus bayi born yang baru lahir itu. Bu Laila berulang kali menghapus sisa air matanya tapi lagi-lagi air matanya menetes tanpa aba-aba.
"Alhamdulillah.. Papi sangat bahagia Nak, karena kalian telah lahir ke dunia ini membawa keberkahan dalam hidupnya Papi, Mami dan nenek kalian, semoga kamu tumbuh menjadi anak yang Sholeh bisa mengayomi, melindungi dan menjaga kakak kamu, Papi kasih nama kamu Bumi Tri Arjuna Pradipta Akmal," jelasnya Akmal yang bersukacita melihat wajah polos Anak-anaknya itu.
Bu Dewi menepuk pundaknya Akmal dengan penuh semangat dan kebahagiaan," kamu kan sedari dulu menginginkan anak, Alhamdulillah sekarang kamu dapat anak tiga langsung sekaligus, aku salut padamu Nak."
Akmal menolehkan kepalanya ke arah Mamanya wanita pertama yang disayanginya itu," salut," beo Akmal.
"Iya kamu sangat hebat makanya Mama salut, hanya satu kali ketemu langsung tokcer banget malah, tiga hasilnya soalnya," canda Bu Dewi yang tersenyum simpul ke arah putra tunggalnya itu.
"Apa yang dikatakan Mama emang benar adanya, aku melakukannya berulang kali sih karena aku akui tubuhnya Istriku sangatlah membuatku terlena dan terbuai dalam labuan kenyamanan yang aku dapatkan, sedangkan dengan Rianti dulu tidak seperti itu walaupun saat terakhir aku melakukannya sebelum dia terkena penyakit, terasa hambar tidak ada seninya." Batinnya Akmal lalu satu persatu mengecup kening anak kembarnya sebelum meninggalkan ruangan tersebut khusus bayi.
Ruangan itu dipilih oleh Bu Dewi hanya khusus untuk cucu-cucunya. Mereka sengaja melakukan hal itu agar keamanan dan kenyamanan dari Starla, Seana dan Bumi bisa tertidur dengan nyenyak tanpa ada gangguan dari orang lain.
"Mama, aku pamit dulu masih banyak kerjaan yang harus aku selesaikan di kantor, aku titip anak-anakku," pintanya lalu tidak lupa mencium pipi Mamanya seperti kebiasaannya setiap hari.
__ADS_1
"Sayang, apa sebaiknya kamu lihat istrimu dulu sebelum kamu pergi lagi!" Harap Bu Dewi yang memohon kepada anaknya itu.
Akmal sama sekali tidak menggubrisnya perkataan dari Mamanya,ia hanya melirik sekilas ke arah Nyonya Dewi saja lalu kembali berjalan ke arah pintu keluar
"Apa yang dikatakan Mama ada benarnya, tapi aku takut jika setelah aku bertemu dengannya hubunganku jadi semakin kacau dan kemungkinan besarnya, Adriana bisa histeris lagi," batinnya Akmal.
Akmal berjalan ke arah parkiran tapi, entah kenapa langkah kakinya mengantarkannya ke jalan menuju kamar perawatan Riana. Sedangkan sang penghuni kamar hanya terdiam, tenang dalam tidurnya.
Akmal membuka pintu itu dengan perlahan. Semua bodyguard nya yang berjaga sembari berdiri di depan sekitar pintu menundukkan sedikit tubuhnya mereka.
Ia masuk ke dalam dengan berjalan ke dalam seperti seseorang yang mengendap-endap seolah-olah takut ketahuan dengan penghuni kamar tersebut. Ia menatap dengan tatapan matanya yang menelisik ke arah Adriana.
"Alhamdulillah. Hidupku memang tidak sempurna, tetapi aku selalu bersyukur atas apa yang aku miliki karena semua itu juga pemberian dari Tuhan."
"Keindahan hidup akan kamu rasakan ketika kamu mau mensyukuri segala hal yang sudah kamu miliki.
Bersyukur terhadap rezeki yang diberikan Allah hendaklah selalu berucap dengan alhamdulillah."
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Silahkan mampir juga ke novel Aku yg lainnya judulnya ada di bawah ini, ceritanya pasti berbeda dan tetap seperti biasa ceritanya dan insya Allah menghibur pastinya tapi jangan pernah bosan yah..
__ADS_1
Dilema Diantara Dua Pilihan
Pelakor Pilihan
Pesona Perawan
Cinta ceo Pesakitan
Ketika Kesetianku Dipertanyakan
Kau Hanya Milikku
Makasih banyak bagi kakak Readers yang telah memberikan dukungannya, i love you all…
Tetap Dukung Cinta Kedua CEO dengan cara, Favoritkan, Rate Bintang 5, like Setiap Episodenya, gift poin dan koin seikhlasnya..
Mohon maaf jika banyak terdapat beberapa kesalahan dalam penulisannya atau typo yang meresahkan Readers..
__ADS_1