
Keindahan hidup akan kamu rasakan ketika kamu mau mensyukuri segala hal yang sudah kamu miliki.
"Maaf siapa diantara kalian yang bernama Adriana?" Tanyanya lagi saat tidak melihat Adriana.
"Saya Pak! Idih Bapak apa lupa dengan saya? Padahal tadi pagi kita bertemu di rumahku loh dan bawa paper bag seperti itu loh," ungkapnya Adriana sambil menunjuk ke paper bag yang berada di dalam tangannya kurir tersebut.
Alita dan Dimas yang ikut bergabung dengan mereka melototi interaksi dari mereka berdua. Dari raut wajahnya mereka bertanya-tanya tentang ada hubungan apa diantara mereka.
"He-he-he, maaf Nona Muda," jawabnya dengan gaya nyelenehnya.
"Nona Muda!!" Adriana membeo.
"Kalau gitu saya pamit dan permisi dulu, assalamu alaikum!" Sahutnya kurir tersebut yang langsung ngacir dari hadapan ketiganya yang nampak kebingungan dengan perkataan dari kurir tersebut.
"Baru kali ini aku lihat ada kurir seganteng dia loh, kalau seperti dia semua kurir yang ada di Jakarta betapa bahagianya aku yang jomblo ini bisa setiap hari pesan makanan dan otomatis cuci mata," ungkap Adriana yang sudah membayangkan jika pria tadi setiap hari dilihatnya.
"Kamu yah! Pikirannya selalu dengan khayalan setinggi langit, ada cowok ganteng di sekitar kamu malah dianggurin," cicitnya Dimas.
Kurir itu segera menghubungi seseorang yang sedari tadi pagi memberikannya tugas baru dan baru kali ini melakukan pekerjaan seperti itu.
"Saya sudah melaksanakan perintah Aunty, Riana calon kakak ipar Alhamdulillah dalam kondisi yang baik-baik saja," ujarnya saat sambungan telepon terhubung ke nomor saudara mamanya.
"Oke, kamu kembali ke ruangan kamu dan jangan sampai ada yang curiga sedikitpun terutama kepada Riana calon menantuku," tuturnya lalu mematikan sambungan teleponnya.
Alita segera berjalan mendekati Adriana yang masih bingung untuk mencerna maksud dari perkataan kurir tersebut yang sudah kabur meninggalkan mereka. Alita menepuk-nepuk pelan pundaknya Adriana yang masih mematung di tempatnya.
Adriana tersentak kaget seketika saat mendapatkan tepukan itu.
__ADS_1
"Eeehhh!! Maaf," ucapnya Riana yang sedikit malu karena kedapatan menghayal di depan mereka semua.
"Bukannya buka paper bagnya eh malahan bengong kayak orang kesambet sesuatu gitu," cerca Alita yang tersenyum penuh kemenangan.
Adriana yang mendengar perkataan dari sahabatnya itu segera membuka paper bagnya. Ketiganya dibuat tidak percaya dengan apa yang mereka lihat. Ada tiga kotak bekal yang berisi makanan dan sebotol susu dan air mineral.
"Riana! Coba kamu buka kotaknya kira-kira apa isinya?" Tanyanya Dimas yang penuh tanda tanya dan penasaran dengan isinya serta ingin mengetahui siapa pengirimnya, karena tidak ingin semua barang itu tidak beres dan tidak baik untuk Adriana.
Adriana tanpa menunggu lama lagi, ia langsung membuka kotak bekal tersebut dan seperti halnya dengan kejadian tadi pagi di rumahnya. Ada secarik kertas yang bertuliskan selamat makan siang dan semoga semakin sehat dan tambah cantik.
"Aaahhh jangan-jangan ini kiriman dari seorang penggemar berat dan setia kamu loh Adriana berarti makanannya semuanya aman," Tuturnya Dimas dengan menaruh jari telunjuknya di bawah dagunya bagaikan seorang detektif yang sedang memikirkan sesuatu.
"Lihat semuanya sangat lezat, dan yang paling pasti sangat enak, nikmat, bergizi dan yang paling penting gratis," ungkap Alita.
Adriana memeriksa satu persatu dari kotak bekal tersebut dan ternyata ada beberapa kotak yang berjumlah anggota tim dari divisi keuangan yang mereka berjumlah delapan orang itu.
"Hey!! Teman-teman hari ini kita makan gratis kebetulan calon suaminya Adriana membawakan kita semua makan untuk makanan siang loh!" Teriaknya Alita asal jeplak saja.
"Ihhhss, Lita calon suami apa, jangan sampai itu bukan dari dia," jawabnya Adriana yang refleks tersebut.
Penuturan dari Adriana membuat 8 orang tersebut spontan mengalihkan pandangannya ke arah Adriana. Ada yang tidak percaya jika Adriana akan segera menikah dan tidak lama lagi melepas masa lajangnya.
Alita langsung memeluk tubuh Adriana dengan penuh semangat dan bahagia karena Dimas tidak jadi mendekati Adriana dan pasti akan punya kesempatan untuk mendekati Dimas.
"Alhamdulillah… selamat sayang semoga sakinah mawadah warahmah yah," ujar Alita.
Rekan kerjanya yang lain pun turut berbahagia dan bergantian memberikan ucapan selamat kepada Adriana. Sedangkan Adriana yang keceplosan hanya mampu tersenyum cengengesan dan menggelengkan kepalanya karena tidak mampu menjaga rahasianya yang sebenarnya dia ingin sementara waktu merahasiakan berita bahagia tersebut.
__ADS_1
................
Silahkan mampir juga ke novel Aku yg lainnya:
Dilema Diantara Dua Pilihan
Cinta dan Dendam
Pelakor Pilihan
Hanya Sekedar Pengasuh
Cinta ceo Pesakitan
Ketika Kesetiaan Dipertanyakan
Menggenggam Asa
Kau Hanya Milikku
Makasih banyak bagi kakak Readers yang telah memberikan dukungannya, i love you all…
Tetap Dukung Cinta Kedua CEO dengan cara, Favoritkan, Rate Bintang 5, like Setiap Episodenya, gift seikhlasnya..
__ADS_1
Mohon maaf jika banyak terdapat beberapa kesalahan dalam penulisannya atau typo yang meresahkan..