
Cinta hanyalah sebuah kata sampai seseorang datang dan memberinya makna. Cintamu melukiskan gambaran yang indah tentang apa arti cinta yang sebenarnya.
Penuturan dari Adriana membuat 8 orang tersebut spontan mengalihkan pandangannya ke arah Adriana. Ada yang tidak percaya jika Adriana akan segera menikah dan tidak lama lagi melepas masa lajangnya.
Alita langsung memeluk tubuh Adriana dengan penuh semangat dan bahagia karena Dimas tidak jadi mendekati Adriana dan pasti akan punya kesempatan untuk mendekati Dimas.
"Alhamdulillah… selamat sayang semoga sakinah mawadah warahmah yah," ujar Alita.
Adriana membalas pelukannya Alita dengan senyuman bahagianya.
"Makasih banyak atas doa kalian, ingat jam 8 Pagi acara akad nikahnya, kalian sudah tahu kan alamat rumahku?" Tanyanya Adriana dengan menatap satu persatu wajah rekan kerjanya itu.
"Semoga saja Mas Dimas berhenti berharap kepada Adriana dan secepatnya menghapus tentang perasaannya pada Adriana yang tidak lama lagi akan menikah," tatapannya tertuju pada Dimas yang tersenyum penuh arti ke arah Alita.
Rekan kerjanya yang lain pun turut berbahagia dan bergantian memberikan ucapan selamat kepada Adriana. Sedangkan Adriana yang keceplosan hanya mampu tersenyum cengengesan dan menggelengkan kepalanya karena tidak mampu menjaga rahasianya yang sebenarnya dia ingin sementara waktu merahasiakan berita bahagia tersebut.
"Insya Allah hari minggu kalian aku undang khusus datang, tapi maaf hanya kalian yang aku undang dan untuk divisi lain sepertinya tidak karena aku ingin acaranya privat saja," tuturnya Adriana dengan senyuman tipisnya yang sedari tadi tersungging di bibirnya.
"Insya Allah kami juga akan usahakan datang dan ngomong-ngomong aku penasaran siapa calon suami kamu?" Tanyanya Diana yang ikut nimbrung pembicaraan mereka.
"Kalian ini tidak ada yang lapar yah? Jadinya ngerumpi mulu?" Tanyanya Seto teman mereka yang sudah mengambil sekotak makanan untuknya.
"Iya nih, perutku sudah keroncongan," timpal Dimas yang ikut mengambil satu kotak makanan yang isinya super lengkap dan pastinya mahal.
"Kak Ririn bagi resep dan kiat-kiat menikah untuk Adriana dong, kan kakak diantara kita yang sudah nikah," pinta Juna Rorimpandey yang ikut berbincang-bincang dengan mereka sambil menikmati makanannya.
__ADS_1
"Tanya orangnya dulu dong, masa aku langsung beritahu tanpa diminta oleh Riana," sahut Ririn yang satu-satunya perempuan di antara mereka yang sudah menikah.
Adriana hanya tersenyum malu menanggapi perkataan dari teman-temannya itu. Adriana merasa bahagia karena semua anggota divisi keuangan selalu care, baik dan selalu membantunya dalam setiap kali menemukan hambatan dan kesulitan dalam bekerja.
"Tapi, aku minta sama kakak jangan ngomong sama anak lain kalau aku akan menikah dan cukup kalian saja yang tahu, bukannya aku ada maksud lain hanya saja ini permintaan dari suamiku dan pihak keluarganya," harap dan mohon Adriana yang sesekali menyantap makanannya yang begitu menggoda selera makan.
Semua mata tertuju pada Adriana yang Sangat menikmati enaknya makanan siangnya dan menatap tidak percaya dengan perkataan yang diucapkan oleh Adriana baru saja.
Mereka masing-masing sibuk dengan pemikiran mereka sendiri dan tidak ingin banyak bertanya atau pun berniat mengorek keterangan dan informasi hal tersebut.
"Apa jangan-jangan Adriana dinikahi oleh pria beristri dan dijadikan istri kedua dari calon suaminya tanpa sepengetahuan dari Adriana," batinnya Alita.
"Mungkin suaminya Adriana hanya orang dari kalangan rakyat jelata jadi dia malu untuk berkata jujur," Dimas membatin.
Tangan mereka masing-masing menyendok dan menyuapi makanan ke dalam mulutnya, tetapi pikiran mereka terbang jauh.
Adriana sangat mengerti dengan apa yang dipikirkan oleh semua temannya, tapi dia saja tidak mengerti dengan alasan dan pilihan yang diminta oleh calon suaminya yang langsung disampaikan oleh Bu Rima saat proses lamaran kemarin.
"Ya Allah… lancarkan semuanya hingga hari h nya dan semoga Pernikahanku menjadi yang pertama dan yang terakhir kalinya," lirihnya Adriana.
Terlepas dari alasan dari Adriana, mereka semua bahagia atas kabar baik tersebut. Mereka berharap agar salah satu temannya itu bahagia untuk selamanya dalam mengarungi bahtera rumah tangga.
...----------------...
Silahkan mampir juga ke novel Aku yg lainnya:
__ADS_1
Dilema Diantara Dua Pilihan
Cinta dan Dendam
Pelakor Pilihan
Hanya Sekedar Pengasuh
Cinta ceo Pesakitan
Ketika Kesetiaan Dipertanyakan
Menggenggam Asa
Kau Hanya Milikku
Makasih banyak bagi kakak Readers yang telah memberikan dukungannya, i love you all…
Tetap Dukung Cinta Kedua CEO dengan cara, Favoritkan, Rate Bintang 5, like Setiap Episodenya, gift seikhlasnya..
Mohon maaf jika banyak terdapat beberapa kesalahan dalam penulisannya atau typo yang meresahkan..
__ADS_1