
"Kalian akan menempuh hidup baru yang lebih bahagia sedangkan aku, harus hidup sendiri menjalaninya hanya berdua dengannya tanpa kamu ketahui kebenarannya," batinnya Prita.
Prita berjalan meninggalkan ruangan meja makan tersebut, dengan hatinya yang sedih dan hancur. Air matanya sedari tadi dia tahan akhirnya tumpah juga.
"Hampir lima tahun seperti ini terus, apa aku masih mampu untuk menjalaninya ya Allah...?" gumam Prita yang terduduk di dekat taman Roof top yang ada di atap kediaman mewah milik Nyonya Dewi.
Setelah menyelesaikan makan malam bersama, mereka kembali ke rumah masing-masing. Bu Laila Sari kembali ke rumahnya karena keesokan harinya mendapat orderan pesanan makanan dan kue catering yang cukup banyaknya bahkan membludak sehingga awalnya dia mau nginap menemani ketiga cucunya jadi dibatalkan.
"Maafkan Nenek yah, malam ini enggak temani Seana bobo, insyaallah besok kalau kerjaan Nenek sudah selesai dan beres semuanya, Nenek akan datang lagi ke sini, nenek janji," ucapnya Ibu Laila saat memangku Baby Seana yang sementara minum susu formula dari dotnya.
"Ibu aku anterin pulang atau Uncle Barata saja yang antar Ibu?" Tanyanya Akmal yang lebih berkesan sebagai tawaran saja.
Bu Laila menatap ke arah anak menantunya itu sembari berkata," tidak perlu repot-repot kok Nak, insya Allah ada Papa kamu yang akan antar Ibu sampai di depan rumah, lagian Ibu juga mau ambil beberapa daftar pesanan dari rumah pelanggan."
Akmal belum menimpali perkataan dari Ibu mertuanya, Pak Barata sudah masuk ke dalam kamar Baby kembar tiga itu.
"Apa kamu sudah siap?" Tanyanya Pak Barata Ardiansyah Jaya yang tiba-tiba muncul di dalam kamarnya cucunya dengan senyuman yang terbit dari sudut bibirnya ketika melihat senyuman tulus yang dipersembahkan oleh istrinya lama rasa baru.
"Iya Mas aku sudah siap, aku juga sudah berpamitan sama ketiga cucu cantik dan ganteng ini," ujarnya Bu Laila sambil mengecup pipi tembem dan chubby cucunya itu.
"Sayang! Ibu pamit dulu, Ibu harap kamu bisa memberikan asi untuk mereka karena rasa dan kasih sayang anak tidak akan sama jika diberikan ASI eksklusif dibandingkan dengan hanya susu formula saja," nasehat Ibunya Adriana.
Adriana hanya menganggukkan kepalanya tanda setuju dengan pernyataan dan nasehat dari Ibu kandungnya itu.
Berselang beberapa saat kemudian, keadaan rumah suasananya kembali sepi hanya sesekali terdengar suara tangisan dari salah satu ketiga bayinya Akmal dan Riana.
__ADS_1
Berbanding terbalik dengan seorang perempuan cantik yang masih muda di dalam Apartemennya. Isak tangisnya semakin menjadi saat melihat dan mendengar rengekan suara putri semata wayangnya.
"Bunda! Kapan Ayah datang, kok Ayah belum pulang juga?" Itulah perkataan yang selalu meluncur dari bibir mungil putri semata wayangnya yang berusia hampir lima tahun.
Setiap kali pintu rumahnya terbuka dan melihat kepulangan bundanya yang hanya seorang diri pasti dan tentu perkataan itu yang selalu muncul dari anaknya. Setiap kali itu pula air matanya perlahan menetes membasahi pipinya.
"Ya Allah … Tolonglah aku, aku tidak sanggup seperti ini terus melihat wajah sendu dan sedih putriku, aku masih sanggup hidup seperti ini terus hingga akhir waktuku di dunia ini, tapi aku sangat tidak mampu dan tega melihat kondisi anakku yang selalu bertanya tentang Ayahnya kapan pulang, kapan dia datang.
Apa lagi disaat ada beberapa temannya yang mengatakan kalau dia anak yang haram, anak yang tidak diinginkan oleh papanya disaat itu pula hatinya bagaikan tertusuk jutaan paku yang sangat tajam.
Prita meringkuk dalam tangisnya, untung saja ada bibinya yang tinggal bersamanya selama ini dikarenakan kedua orang tuanya yang sudah lama meninggal dunia.
Pelangi adalah anak hasil hubungan satu malamnya dengan seorang pria waktu itu.
Disaat umurnya saat itu baru menginjak ke 19 tahun tanpa sengaja bertemu dengan seorang gadis pria yang dalam keadaan mabuk. Niatnya hanya ingin membantu pria mabuk itu kembali kedalam mobilnya tapi, tidak disangka niatnya untuk hanya ingin membantu si pria mabuk itu di dalam club malam tempat dia dulu bekerja sebagai officer girl harus berakhir dengan terenggutnya mahkota kesuciannya.
Sudah banyak cara dan obat yang diminum agar tidak hamil ataupun menggugurkan kandungan tapi, hasilnya anak cantik itu tetap berhasil dilahirkan ke dunia ini.
Berbagai cemooh dan hinaan serta gunjingan dari orang-orang, tetangga dan kerabat keluarga sendiri membuat bibinya Bu Salma memutuskan untuk membawa cucu dan keponakannya pindah dan hijrah ke Ibu Kota Jakarta.
Sejak itu mereka berjuang bertiga menghadapi kerasnya Ibu Kota dengan bermodalkan biaya seadanya saja. Tapi, dengan tekad yang bulat dan kuat mereka berjuang keras untuk menjalani kehidupan mereka hingga saat ini yang kehidupannya sudah lebih baik dari sebelumnya.
Sekitar lima bulan lalu dia kembali dipertemukan dengan pria yang telah merenggut mahkotanya hingga lahirlah Seorang putri yang sangat cantik yang menjadi motivasi dan penyemangat dalam menjalani kehidupannya selama ini.
Prita kembali dipertemukan dengan Ayah biologis dari anak tunggalnya tapi, pria itu sama sekali tidak mengenalnya sedikitpun. Dia pun tidak memiliki keberanian yang cukup besar untuk mengatakan kepadanya jika dia memiliki seorang anak.
__ADS_1
No matter how busy you are, no matter how far you go, your family is your home'. Money and popularity can't afford to be with family.
Sesibuk apapun, sejauh apapun pergi, keluarga merupakan tempat pulang. Uang dan popularitas tak mampu membayar kebersamaan dengan keluarga.
......................
Jangan pernah bosan untuk baca novelnya Fania Yah..
Silahkan mampir juga ke novel Aku yg lainnya judulnya ada di bawah ini, ceritanya pasti berbeda dan tetap recehan tapi beda dengan novel author lainnya dan insya Allah menghibur..
Dilema Diantara Dua Pilihan
Pelakor Pilihan
Pesona Perawan
Cinta ceo Pesakitan
Ketika Kesetianku Dipertanyakan
Kau Hanya Milikku
__ADS_1
Makasih banyak bagi kakak Readers yang telah memberikan dukungannya, i love you all…
Tetap Dukung Cinta Kedua CEO dengan cara, Favoritkan, Rate Bintang 5, like Setiap Episodenya, gift poin dan koin seikhlasnya.