Cinta Kedua CEO

Cinta Kedua CEO
Bab. 20. Dejavu


__ADS_3

Bu Dewi tersenyum sebelum menjawab dan menjelaskan permintaannya itu.


"Kamu harus menikahi gadis yang kamu perawanin anaknya orang," Jawabnya Bu Dewi dengan enteng dan mudahnya perkataan itu meluncur dari bibirnya.


Setelah menyelesaikan makannya, Adriana bergegas menuju Perusahaan tempat dia bekerja. Adriana bersyukur karena,dia bisa diterima di Perusahaan multi internasional tersebut.


"Alhamdulillah, makasih banyak ya Allah.. akhirnya aku bisa bekerja, semoga kedepannya kerjaanku selalu lancar dan tidak mengecewakan orang yang sudah memberikan kepercayaan dan dukungannya," batin Adriana sebelum melangkahkan kakinya menuju ruangan tempat dia mulai beraktifitas sesuai dengan petunjuk dari bagian HRD.


Langkahnya pasti dengan senyuman yang selalu menghiasi wajahnya jika dia berpapasan dengan rekan kerjanya di perusahaan tersebut.


"Maaf apa kamu Adriana karyawan baru itu?" Tanya seseorang dari arah belakang saat dia ingin membuka kantor bagian keuangan.


Adriana langsung menolehkan kepalanya ke arah sumber suara tersebut. Dengan tersenyum manis ke arah pria itu.


"Iya Pak benar sekali, saya Adriana karyawan baru di sini," jawabnya yang berdiri tepat di depan pintu.


"Kalau gitu selamat datang dan kami ucapkan semoga kamu betah bekerja di perusahaan kami dan berikan yang terbaik untuk Perusahaan," terang pria yang sedikit jangkung itu.


"Makasih banyak Pak, atas sambutannya dan mohon bantuan dan bimbingannya," timpalnya dengan membungkukkan tubuhnya di depan Aldo nama pria itu yang ternyata satu divisi dengannya.


Tiba-tiba dari arah belakang muncul seorang perempuan yang tidak kalah tinggi semampai dengan Aldo.


Sambil mengulurkan tangannya ke depannya Adriana," Hey! Kenalkan kalau saya Nayla satu divisi dengan kamu juga," jawabnya sambil menunjuk ke tulisan yang tertera di pintu masuk.

__ADS_1


Adriana mengulurkan tangannya sembari mengikuti arah telunjuknya Nayla.


"Aku Adriana, mohon bimbingannya kakak," ujarnya Adriana yang untuk kesekian kalinya mengucap hal itu.


"Siapa juga yang tanya nama kamu, aku rasa Adriana tidak perlu dan tidak butuh dia tahu siapa kamu," kilah Pria yang barusan muncul di tengah-tengah mereka yang langsung menggeser tubuhnya Nayla dengan cara menarik tangannya Nayla karena dia ingin bertatapan langsung dengan gadis yang membuat play cap kapak itu terpesona pada pandangan pertama.


Nayla yang mendapat perlakuan seperti itu tidak tinggal diam dan tidak menerima. Ia membalas menarik tangannya Dimas si Playboy.


"Hey!! Kamu yah seharusnya mundur dan mengjauh dari hadapan Adriana karena aku yakin Adriana bukan tipe cewek yang gampang kamu goda dan kibulin, cukup gadis lain saja," cerca Nayla yang tidak tinggal diam.


"Iya nih, gak jelas amat jadi cowok," gerutu Lita Zein yang ikut nimbrung juga sambil menatap jengah ke arah Dimas dengan tatapan matanya yang mengintimidasi.


"Tidak apa-apa kok Kak, anggap saja itu gayanya Pak Dimas menyambut kedatanganku," pungkasnya dengan tersenyum manis ke arah Lita.


Mereka bersama-sama tertawa terbahak-bahak mendengar candaan Aldo.


Apa yang mereka lakukan itu tanpa sengaja dilihat oleh CEO mereka. Dia tanpa sengaja melihat senyuman manis yang terukir di wajah cantiknya Adriana yang mampu membuat hatinya langsung berdesir dan ada dejavu yang dia rasakan.


"Siapa dia, kenapa Wajahnya seperti pernah aku lihat sebelumnya?" Akmal membatin.


Benar sekali pria yang sedari tadi diam-diam memperhatikan interaksi dari mereka berlima. Dia mengehentikan langkahnya sesaat saat melihat keributan yang diciptakan oleh mereka.


Akmal dan rombongannya, awalnya ingin menghadiri rapat penting di salah satu Hotel bintang Lima terbaik yang ada di Jakarta tetapi, tiba-tiba orang nomor satu di Perusahaan tersebut mengehentikan langkahnya hanya mendengar sekilas suara tawa riang dari bibir mungil nan seksi milik Adriana.

__ADS_1


"Andre! Tolong kirim cv semua karyawan baru yang ada di divisi keuangan," perintahnya kemudian melanjutkan perjalanan menuju pintu keluar.


Silahkan mampir juga ke novel Aku yg lainnya:



Dilema Diantara Dua Pilihan


Cinta dan Dendam


Pelakor Pilihan


Hanya Sekedar Pengasuh


Cinta ceo Pesakitan


Ketika Kesetianku Dipertanyakan


Menggenggam Asa


Kau Hanya Milikku


__ADS_1


Makasih banyak bagi kakak Readers yang telah memberikan dukungannya, i love you all…


__ADS_2