Cinta Kedua CEO

Cinta Kedua CEO
Bab. 33. Histeris


__ADS_3

"Kamu yah kebiasaan tidak pernah berubah dimanapun dan kapanpun selalu saja ngomong dengan kondisi mulut yang penuh dengan makanan," sarkas Romi kekasihnya sendiri yang tertawa melihat tingkahnya wanita pujaan hatinya itu.


"Kamu seperti tidak tahu saja kebiasaan pacarmu Romi, dari mana saja sih lho kok baru nyadar," gurau Seto yang masih betah jomblo yang ada di dalam satu tim mereka yang tertawa terbahak-bahak melihat reaksi keduanya.


"Iya silahkan kamu julid yah tunggu saja pembalasanku jika aku sudah tahu siapa gadis incaran kamu selama ini," cerca Ambar sembari melihat bergantian ke arah Rasya dan Adinda.


Adinda yang diperhatikan oleh Ambar spontan salah tingkah karena dia sangat tahu jika Rasya menyukai dirinya saat pertama kali menginjakkan kakinya di Perusahaan Saiden Group. Tapi, dia berpura-pura sudah memiliki tunangan.


"Maaf yah suami aku baru saja berangkat katanya ada hal emergency yang terjadi di tempatnya bekerja," tuturnya Adriana karena tahu dengan sangat jika rekan kerjanya itu berharap besar ingin bertemu langsung dengan suaminya.


"Tidak apa-apa kok bestie, masa harus ditahan untuk menunggu kedatangan kami sedangkan dia dibutuhkan oleh atasannya untuk segera datang ke perusahaan," ujarnya Dimas.


Adriana baru ingin mengatakan jika suaminya bukannya bekerja dengan orang lain tapi, malahan dia yang pekerjakan orang-orang termasuk dirinya dan semua temannya yang delapan orang itu.


"Iya bebs, kami sangat paham dan memaklumi hal seperti karena kami juga sering mengalaminya, iya kan teman-teman?" Tanyanya Diana kepada semua temannya.


Semua temannya yang hadir menganggukkan kepalanya tanda sepaham dengan penuturan dari Alita. Adriana kembali terdiam dan tidak mampu menjelaskan yang sebenarnya di hadapan mereka semua tentang siapa sebenarnya suaminya itu.


Hal itu terjadi karena, setiap kali ingin membuka mulutnya pasti temannya memotong pembicaraannya. Sehingga mulutnya Adriana hanya membentuk huruf o besar saja.


Rombongan iringan pengantin pria pun sudah meninggalkan rumahnya, sehingga satupun temannya tidak ada yang tahu jika yang menikahi Adriana adalah keturunan sultan.


"Alhamdulillah, kami sangat bahagia karena kamu sudah menikah, tapi kamu tidak resing kan dari perusahaan?" Tanyanya Ambar Wati dengan wajahnya yang serius saat mereka duduk sambil berbincang-bincang.


"Insya Allah, aku tidak akan berhenti kerja kecuali jika aku hamil baru lah aku mungkin berhenti itupun kalau sudah tidak bisa goyang," jawabnya dengan seulas senyumannya.


"Kami berharap kamu tidak off karena kemampuan, skill,tenaga kamu sangat kami butuhkan untuk membangun perusahaan," ujarnya Dimas yang selama ini selalu memuji kualitas kerjaannya karena hanya sekali bertanya selanjutnya malahan kebanyakan dari mereka yang meminta bantuannya Adriana.

__ADS_1


"Aku akan terus bekerja kecuali jika suamiku minta aku stop baru deh berhenti tapi, aku berdoa dan berharap agar dia terus mendukung keputusanku ini," terangnya Adriana.


"Amin," jawab mereka serempak.


Berselang beberapa saat kemudian, rekan kerjanya meminta pamit untuk pulang karena sudah cukup lama mereka meramaikan suasana dan menghabiskan banyak makanan.


"Adriana,kami sudah pamitan yah, kita ketemu lagi di kantor," ujar Alita sembari memeluk tubuh sahabatnya dengan erat.


"Ingat unboxingnya harus tahan mental dan tahan banting yah," bisiknya Ririn dengan seringai liciknya.


Apa yang diucapkan oleh Ririn rekan kerjanya yang paling senior dari mereka ikut menimpali perkataan mereka walaupun tadi sempat terlambat datang dikarenakan harus menunggu Diana yang harus mengurus ibunya yang sakit terlebih dahulu. Sehingga lengkaplah mereka 10 orang satu tim di divisi keuangan.


Sekelebat bayangan dua bulan lalu kembali muncul dalam benaknya. Saat kegadisan dan kehormatannya direnggut secara paksa oleh pria yang sama sekali tidak dikenalnya hingga sekarang.


Adriana tiba-tiba terdiam merenungi nasibnya saat itu dan kedepannya jika suaminya mengetahui jika dia sudah tidak suci lagi. Sahabatnya yang melihat Riana terdiam membisu seribu bahasa langsung menyadarkan Adriana dengan cara menepuk pundaknya Adriana agar segera tersadar.


Mereka saling berpandangan satu sama lainnya dan ada yang sudah khawatir dengan kondisi Riana yang bengong.


"Jangan-jangan dia kesambet makhluk tak kasat mata lagi," timpal Alita yang ikut menggoyangkan lengannya Adriana.


"iihh kamu yah kalau ada orang yang mengkhayal pasti kamu ngomong ada yang masuki sesuatu yang tidak baik," sanggah Diana.


Rasya segera berjalan ke arah meja untuk mengambil segelas air putih yang rencananya akan dipercikkan ke wajahnya Adriana. Ririn mengambil air putih itu lalu mengambil sedikit air melalui telapak tangannya. Air itu mampu membasahi pipinya sehingga tersadar dari lamunannya.


"Eehhhhh ahhhhh…. Tidak!!!! Jangan!!!" Teriaknya Adriana yang membuat orang-orang yang berada di dalam sana terkejut dan mengalihkan pandangannya ke arah Adriana yang berteriak histeris.


****************

__ADS_1


Silahkan mampir juga ke novel Aku yg lainnya:



Dilema Diantara Dua Pilihan


Cinta dan Dendam


Pelakor Pilihan


Pesona Perawan


Cinta ceo Pesakitan


Ketika Kesetiaan Dipertanyakan


Menggenggam Asa


Kau Hanya Milikku



Makasih banyak bagi kakak Readers yang telah memberikan dukungannya, i love you all…


Tetap Dukung Cinta Kedua CEO dengan cara, Favoritkan, Rate Bintang 5, like Setiap Episodenya, gift seikhlasnya..


Mohon maaf jika banyak terdapat beberapa kesalahan dalam penulisannya atau typo yang meresahkan..

__ADS_1


__ADS_2