Cinta Kedua CEO

Cinta Kedua CEO
Bab. 13. Peristiwa


__ADS_3

"Maaf Nyonya! Dokter Mery sudah ada di depan," jelas Prita saat berdiri di depan Nyonya Dewi yang mengoleskan minyak putih di keningnya Adriana.


"Selamat sore Nyonya," ucapnya sambil membuka tasnya untuk mengambil perlengkapan kedokterannya.


"Tolong periksa calon menantuku dokter, entah kenapa dia tiba-tiba pingsan," tutur Nyonya Dewi yang memperbaiki posisi anak rambutnya Adriana yang menutupi sebagian wajahnya.


Dokter Mery segera melakukan apa yang diperintahkan oleh Nyonya Dewi, dengan telaten dan teliti memeriksa keadaan Adriana dengan cermat. Hingga kedua alisnya bertautan satu sama lain.


Raut wajahnya dokter Mery langsung berubah, Nyonya Dewi yang melihat perubahan raut wajahnya timbul pertanyaan di dalam benaknya.


"Apa yang terjadi dengannya dokter? karena sudah cukup lama dia pingsan dan belum sadarkan diri," tanyanya yang mulai ketakutan dan khawatir.


Dokter Mery tersenyum manis ke arah Nyonya Dewi lalu menjawab pertanyaan darinya,"menantu perempuan Nyonya Alhamdulillah baik-baik saja, tidak ada yang perlu dikhawatirkan Nyonya dan seharusnya Nyonya bersyukur karena Anda akan segera memiliki cucu," terangnya diiringi dengan senyuman khasnya.


"Seorang cucu?" Bu Dewi membeo.


Nyonya Dewi terkejut mendengar penuturan dari dokter Mery yang mengatakan, jika Adriana hamil. Dokter Hana melihat Nyonya Dewi yang terdiam yang raut wajahnya menyiratkan tanda tanya besar.


"Kalau Nyonya ingin mengetahui lebih detail dan rinci silahkan ke Rumah Sakit untuk lebih meyakinkan lagi," tutur Dokter Mery yang menyangka jika Bu Dewi itu tidak yakin dengan kemampuan mendiagnosis penyakit Adriana sambil mengemasi barang-barang kedokterannya.


"Makasih banyak Dokter, Prita tolong antar Dokter sampai kedepan," perintahnya kepada Prita.


"Baik Nyonya," ucapnya langsung berjalan ke arah pintu keluar.


"Bagaimana ini? Adriana hamil sedangkan statusnya masih gadis, siapa yang telah menghamilinya?" Bu Dewi membatin.


Berbagai pertanyaan muncul dalam benaknya Bu Dewi. Dia tidak menduga gadis lugu, polos dan cantik itu yang masih terbaring lemah tak berdaya di hadapannya hamil di luar nikah.


"Apa perlu aku beritahukan kenyataan ini pada Akmal atau diam menyembunyikan kebenaran ini," Nyonya Dewi pun dilema harus memilih dua pilihan yang cukup sulit untuk dia pilih.

__ADS_1


Malam itu dia baru pulang dari rumahnya Yudi setelah dari memeriksa gedung tempat rencana perhelatan pesta pernikahannya dan memeriksa beberapa undangan yang cocok.


Waktu itu sore hari menjelang Maghrib, tiba-tiba hujan turun dengan lebatnya sehingga membuat seluruh pakaiannya basah kuyup. Dia memutuskan untuk singgah di Amperan salah satu bangunan toko yang terbengkalai kebetulan ada di sekitar jalan yang dilaluinya.


Hingga dua jam dia menunggu hujan reda sambil berusaha untuk mengeringkan pakaian dan rambutnya. Dia pun memutuskan untuk pulang, tapi baru saja selangkah, tiba-tiba ada tangan kekar yang menariknya dengan kuat ke arah dalam bangunan itu.


Bangunan itu cukup terpencil dari daerah sekitarnya. Tidak ada sedikitpun penerangan apa-apa yang ada karena keadaan yang sudah mulai gelap dan hujan turun semakin bertambah lebat saja membuat Adriana tidak mampu untuk melihat wajah pria yang telah menarik dan menggendong tubuhnya ke dalam ruangan itu.


"Tolong!!!" Teriaknya yang berusaha untuk melawan pria itu.


Sedangkan pria yang kalap itu yang dibutakan oleh pengaruh alkohol dan obat yang membuatnya lupa daratan. Dia terus berusaha untuk menjamah bagian tubuhnya Adriana.


Karena kondisi bajunya Adriana yang basah dan cukup tipis mampu membuatnya mudah untuk pakaiannya dirobek.


"Jangan… aku mohon jangan lakukan ini padaku, aku mohon sadarlah," rengek Adriana yang terus memohon dan mencegah pria itu membuka seluruh pakaiannya.


Pria itu hanya tersenyum penuh gembira saat tubuh Adriana tidak melakukan pemberontakan dan perlawanan lagi. Pria itu mulai memulai aksinya,satu persatu tubuh bagian sensitifnya Adriana dia sentuh.


Adriana masih berusaha untuk melepaskan diri dari pria itu dengan menggunakan sisa tenaga yang tersisa yang dimilikinya itu.


"Tolonglah kasihanilah Aku Pak, jangan lakukan ini padaku," Adriana terus menghibah agar pria itu tersadar dari perbuatan bejatnya.


"Aku tidak akan melepaskan kamu, jadi diam dan nikmatilah apa yang aku lakukan," jawab pria itu.


Berselang beberapa saat jeritan, tangisan dan teriakan dari mulutnya Adriana memenuhi ruangan tersebut. Sakit, hancur lebur dan kecewa bercampur menjadi satu saat pria itu berhasil merobek pertahanan tubuh dari Adriana.


Air matanya mengalir deras membasahi wajahnya tapi orang yang berada di atas tubuhnya tak peduli sedikit pun dengan kesakitan yang dia rasakan.


Tubuhnya Adriana terkulai lemas di bawah Kungkungan pria yang memakai kalung berliontin kan sebuah inisial A dan R. Hanya itu yang mampu dilihat oleh Adriana sebelum pingsan tak sadarkan diri karena Pria itu berulang kali menancapkan miliknya di dalam tubuh inti Adriana hingga berulang kali. Bahkan Adriana sudah tidak berdaya,ia tetap terus melakukan berbagai penetrasi yang mampu membuatnya terbang melayang hingga ke langit tingkat tujuh.

__ADS_1


Fun starts from being together with the closest people, especially family.


Mampir juga dinovelku yang lain Kakak Readers dengan judul:



Pesona Perawan


Hasrat Daddy Anak Sambungku


Aku Diantara Kalian


Cinta dan Dendam


Cinta yang tulus


Bertahan Dalam Penantian


Pelakor Pilihan


Hanya Sekedar Pengasuh


Ceo Pesakitan


Ketika Kesetianku Dipertanyakan



Makasih banyak bagi kakak Readers yang telah memberikan dukungannya, i love you all....

__ADS_1


__ADS_2