Cinta Olivia

Cinta Olivia
KAGET


__ADS_3

"Ayo turun!" Ajak Papa Kyle pada Olivia. Mobil Papa Kyle sudah berhenti di sebuah halaman kediaman mewah salah satu klien Papa Kyle. Ada lapangan basket mini juga di halaman tersebut dan dua mobil sport yang terparkir di depan garasi.


Wow!


"Bu Karin punya seorang putra yang katanya juga sekolah di SMA 5. Kamu kenal tidak?" Ujar Papa Kyle selanjutnya yang langsung membuat Olivia mengerutkan kedua alisnya.


"Siapa namanya, Pa?" Tanya Olivia yang mendadak jadi penasaran.


"Papa juga tidak tahu. Nanti bisa kamu tanyakan sendiri. Atau malahan mungkin kamu sudah kenal. Teman yang akrab dengan kamu di sekolah sepertinya lumayan banyak," jawab Papa Kyle seraya mengusap bangga pundak sang putri.


Selain memiliki jiwa kepemimpinan hingga bisa menjabat sebagai ketua OSIS di sekolah, Olivia memang lumayan supel dan mudah bergaul dengan siapa saja.


Papa Kyle dan Olivia sudah tiba di teras rumah Nyonya Karin, dan sang tuan rumah langsung menyambut dengan begitu ramah.


"Selamat datang, Pak Kyle!" Sambut Bu Karin ramah.


"Selamat malam, Bu Karin," jawab Papa Kyle.


"Bu Audrey tidak ikut?"


"Kebetulan si bungsu sedang rewel, jadi saya mengajak putri sulung saya, Olivia Arthur," terang Papa Kyle sembari mengenalkan Olivia pada Nyonya Karin.


"Malam, Tante!" Sapa Olivia seraya mencium punggung tangan Nyonya Karin dengan sopan.


"Oh, jadi ini Olivia Arthur, ya! Cantik sekali," puji Nyonya Karin berlebihan.


"Tante juga cantik," Olivia balik memuji Nyonya Karin.


"Ayo langsung masuk ke dalam saja! Tamu yang lain juga sudah berkumpul di halaman belakang," ajak Nyonya Karin selanjutnya seraya merangkul Olivia.


"Tante katanya punya putra yang sekolah di SMA 5, ya?" Tanya Olivia pada Nyonya Karin setelah mereka tiba di halaman belakang. Papa Kyle sudah membaur bersama tamu lain yang juga sesama pebisnis.


"Iya, benar."


"Kamu kenal juga pasti sama anaknya. Sedikit urakan dan susah diatur. Selalu semaunya sendiri," Nyonya Karin terlihat geleng-geleng kepala.


"Siapa namanya, Tante?" Tanya Olivia kepo.


Nyonya Karin baru saja akan menjawab saat tiba-tiba seorang maid datang menghampirinya.


"Nyonya, Tuan muda sudah pulang," lapor maid pada Nyonya Karin.


"Suruh ganti baju dan kesini."


"Sudah, Nyonya! Tapi tuan muda menolak," lapor maid lagi.


"Ck! Anak itu! Selalu saja keras kepala," gerutu Nyonya Karin yang terlihat geregetan.


"Tante ke dalam dulu, ya, Olivia! Kamu makan kuenya saja dulu-" Nyonya Karin belum selesai berbicara pada Olivia, saat tiba-tiba terdengar suara seseorang yang sedang tak ingin Olivia dengar.


"Mom, sedang ada acara apa, sih?" Tanya Youbel seraya garuk-garuk kepala. Pemuda itu bahkan hanya mengenakan jersey basket dengan rambut yang acak-acakan tak karuan.


"Olive! Hai, kau ada juga?" Sapa Youbel pada Olivia yang langsung menutup wajahnya dengan telapak tangan karena mendadak merasa malu.


Demi apapun!


Anak Tante Karin ternyata Youbel Van Willer menjengkelkan itu!


Apa ini sebuah lelucon?


"Ganti baju dulu sana, Youbel! Sekalian mandi!" Perintah Mom Karin dengan nada geregetan pada Youbel, seraya mendorong putranya itu menuju ke arah tangga.

__ADS_1


"Ashiap, Mom!"


"Olive jangan boleh pulang dulu, ya, Mom!" Pesan Youbel pada Mom Karin seraya cengengesan.


"Udah, mandi sana lalu pakai baju yang rapi!" Perintah Mom Karin tegas dan Youbel langsung berlari menaiki tangga, lalu menghilang di lantai dua.


Mom Karin hanya geleng-geleng kepala, lalu menghampiri Olivia yang masih terlihat shock.


"Begitu memang si Youbel, Via! Di sekolah bandel juga, ya?" Tanya Mom Karin menyentak lamunan Olivia.


"Itu tadi anaknya tante Karin?"


"Si Youbel?" Olivia bergumam tak percaya.


"Iya!"


"Kenapa? Kok kaget begitu? Tidak menyangka, ya?" Tebak Mom Karin seraya tertawa kecil.


Olivia mendadak ingat pada lapangan basket di depan rumah tante Karin.


Ya, ya, ya!


Itu jelas menjelaskan semuanya.


Lalu perkataan Youbel siang tadi.


"Habis maling mobil di mana?"


"Dari garasi Mommy!"


Ck!


"Di sekolah satu kelas dengan Youbel?" Tanya Mom Karin selanjutnya pada Olivia.


"Emmm, enggak, Tante. Kami beda kelas," Olivia sedikit meringis.


"Bagaimana, sudah bertemu anaknya Bu Karin?" Tanya Papa Kyle yang sudah menghampiri Olivia dan Mom Karin.


"Youbel masih ganti baju di atas, Pak Kyle. Karena baru pulang dari latihan tadi," jelas Mom Karin yang langsung membuat Papa Kyle tersenyum dan mengangguk.


Tak berselang lama, Youbel sudah kembali turun, dan kali ini pemuda urakan itu sudah berpenampilan rapi mengenakan kemeja polos warna putih, serta rambut yang disisir rapi. Padahal kalau ke sekolah tak pernah sisiran begitu dan rambutnya selalu acak-acakan, membuat Olivia ingin menjambak rambut Youbel saat melakukan sidak. Atau membotakinya kalau perlu.


"Malam, Om!" Sapa Youbel pada Papa Kyle. Tumben senyumnya sopan dan tidak cengengesan.


Dasar caper!


"Malam..."


"Youbel, Om!" Jawab Youbel memperkenalkan diri.


"Oh, Youbel. Bukan Youtube, ya?" Papa Kyle sedikit berkelakar.


"Beda tipis, lah, Om! Sepertinya Mom dulu memang terinspirasi dari sana waktu ngasih nama ke Youbel," kekeh Youbel menanggapi kelakaran Papa Kyle.


"Temannya Olivia, ya?" Tanya Papa Kyle lagi.


"Bukan!"


"Iya, Om!"


Youbel dan Olivia menjawab serempak, namun dengan jawaban yang berbeda. Olivia sontak berdecak.

__ADS_1


"Olivia ini ketua OSIS idola saya, Om!" Jawab Youbel sok caper yang tentu saja langsung membuat Olivia memutar bola mata.


"Oh, begitu! Nggak galak, kan?" Tanya Papa Kyle sedikit terkekeh.


"Oh, tidak, Om! Cuma rajin sidak saja dan Youbel sering kena sidak-"


"Ya iyalah! Kamu nggak pernah disiplin pas ke sekolah!" Celetuk Olivia memotong kalimat Youbel.


"Mom sampai capek menerima telepon dari guru BK kamu setiap minggu!" timpal Mom Karin seraya mengacak rambut Youbel dan sepertinya ikut geregetan juga dengan sang putra yang urakan dan bandel.


Berarti bukan Olivia saja, kan?


"Nanti Youbel pijitin kalau capek, Mom!" Youbel sudah ganti merangkul Mom Karin dengan penuh sayang. Terlihat sekali, kalau di balik jiwa urakan Youbel ada kasih sayang besar pemuda itu pada sang Mom yang merupakan seorang single parents.


"Bisa saja kamu itu menjawab!" Mom Karin geleng-geleng kepala dan kembali mengacak rambut sang putra.


"Yaudah, kamu ngobrol berdua saja sama Youbel, Via! Papa masih ada yang mau dibahas dengan Bu Karin dan tamu yang lain," titah Papa Kyle selanjutnya pada Olivia yang hanya menghela nafas.


"Tante tinggal dulu, ya, Via!" Mom Karin ikut-ikutan berpamitan pada Olivia dan meninggalkan gadis itu bersama Youbel saja yang kini sudah kembali cengengesan seperti orang sinting.


"Cantik banget malam ini pakai gaun begitu," puji Youbel setelah memindai penampilan Olivia yang malam ini memang mengenakan gaun satin selutut warna pink lembut.


"Terima kasih pujiannya," jawab Olivia ketus.


"Aku ganteng, nggak?" Tanya Youbel selanjutnya meminta pendapat Olivia.


Yaelah!


Baru kali ini Olivia ketemu cowok yang begitu narsis dan ingin dipuji.


"Iya, ganteng!"


"Coba kalau datang ke sekolah itu rapi juga begini, seragam dimasukin, pakai dasi, rambut disisir!" Olivia berkomentar panjang lebar dengan nada menyindir.


"Nggak, ah! Nanti takutnya banyak yang kepincut trus kamu jadi cemburu," sahut Youbel yang benar-benar membuat Olivia ingin muntah sekarang.


Ini cowok kenapa percaya diri sekali?


"Kenapa aku harus cemburu? Naksir kamu aja enggak!" Olivia bersedekap malas.


"Yakin?"


"Padahal aku naksir berat sama kamu, Liv!"


"Jadi pacar aku, ya!" Pinta Youbel yang entah sedang bercanda atau benar-benar serius. Lengan pemuda itu bahkan sudah merangkul Olivia sekarang dan posisi mereka begitu dekat.


"Mau, kan?" Tanya Youbel sekali lagi yang mendadak malah membuat Olivia membisu.


Apa susahnya mengatakan tidak, Via!


Kenapa kamu malah mematung dan membisu begitu?


.


.


.


Terima kasih yang sudah mampir.


Jangan lupa like biar othornya bahagia.

__ADS_1


__ADS_2