
"Apa tidak sebaiknya kita menonton dari rumah saja, Sayang? Aku takut kamu tiba-tiba lahiran di GOR nanti," ujar Yonas mengungkapkan kekhawatirannya. Olivia langsung tergelak dengan kekhawatiran Yonas tersebut.
"Enggaklah, Sayang!"
"Kamu itu terlallu khawatir!" Lanjut Olivia lagi seraya menangkup gemas wajah Yonas.
Sore ini adalah pertandingan final dua klub basket profesional dan salah satunya adalah klub basket Dikta. Olivia memaksa untuk ikut menonton pertandingan ke GOR bersama anggota keluarga Arthur yang lain. Padahal Yonas sudah khawatir sekali dan takut kalau Olivia mendadak melahirkan di GOR, mengingat HPL Olivia yang memang sudah dekat.
"Via jadi ikut?" Tanya Mama Audrey yang sudah sial mengenakan kaus dukungan untuk klub basket Dikta. Pun dengan Papa Kyle, Alicia, Riley, serta si kecil Earlyta yang kini berada di gendongan Papa Kyle.
"Jadi dong, Ma!" Jawab Olivia penuh semangat.
"Sayang, kita di rumah saja!" Bujuk Yonas sekali lagi pada Olivia.
"Enggak! Aku mau nonton ke GOR!" Olivia tetap keras kepala.
"Sudah, Yonas! Biarkan saja!" Ujar Papa Kyle menengahi.
"Kak Via adalah ibu hamil yang keras kepala! Sia-sia saja membujuknya," timpal Alicia seraya terkekeh.
"Kau sendiri juga keras kepala dulu!" Decak Olivia pada sang adik.
"Sudah semuanya! Ayo kita berangkat!" Mama Audrey menengahi perdebatan anggota keluarganya.
"Ayo kita dukung Abang Dikta!" Seru Riley penuh semangat. Bocah itu sudah berlari duluan menuju ke mobil dan sepertinya benar-benar bersemangat untuk menonton pertandingan sore ini.
****
"Yeaaay! Masuk!" Sorak Olivia seraya berseru heboh seperti penonton lain, saat tim Dikta berhasil mencetak skor.
"Sayang, jangan teriak-teriak begitu!" Yonas kembali harus mengingatkan sang istri.
"Kak Via lebay!" Cibir Riley yang memang duduk di sebelah Olivia.
"Biarin!" Olivia menoyor kepala sang adik, saat kemudian wanita itu meringis.
"Aduh aduh!" Olivia memegangi perutnya yang mendadak terasa mengeras dan sedikit mulas.
"Ada apa?" Tanya Yonas yang langsung peka.
"Perut kamu sakit? Mau lahiran?" Cecar Yonas sedikit panik. Yonas membimbing Olivia agar kembali duduk dan wanita itu kembali meringis.
__ADS_1
"Ma!" Yonas segera memberitahu Mama Audrey dan Papa Kyle.
"Ayo ke rumah sakit!" Ajak Mama Audrey cepat.
"Bentar, Ma! Tiga menit lagi selesai pertandingannya!" Tolak Olivia tetap keras kepala dan sesekali meringis.
"Nanti bayinya keburu keluar, Sayang!" Sergah Yonas antara khawatir dan geregetan.
"Enggaklah-"
"Aduh!" Olivia kembali meringis.
"Kak Via! Ayo ke rumah sakit sekarang!" Alicia ikut-ikutan membujuk sang kakak.
"Sebentar lagi! Aku masih mau lihat siapa yang menang!" Olivia tetap keras kepala.
"Tim Dikta yang menang! Ayo ke rumah sakit!" Ajak Yonas sekali lagi dan lebih tegas.
"Iya sebentar. Belum selesai pertandingannya!" Olivia kembali duduk dan melemparkan pandangannya ke arah lapangan basket.
"Iya, begitu!"
"Yeay! Masuk lagi!" Olivia melakukan tos bersama Alicia saat Dikta berhasil mencetak skor. Kakak beradik iti memang selalu kompak saat menonton pertandingan.
"Kita ke rumah sakit sekarang!" Ajak Yonas tegas yang tak mau lagi dibantah oleh Olivia.
"Iya, tapi ini air apa?" Olivia menunjuk ke cairan yang merembes dari pangkal pahanya.
"Ketubannya sudah pecah! Cepat bawa ke rumah sakit!" Seru Mama Audrey yang langsung membuat Yonas dan Alicia sigap memapah Olivia untuk keluar dari dalam GOR. Papa Kyle sudah melesat duluan dan menyiapkan mobil, sementara Riley dan Mama Audrey menyusul di belakang seraya menggendong Earlyta.
****
"Terima kasih!" Ucap Yonas seraya mengecup lama kening Olivia yang baru selesai berjuang untuk melahirkan kedua bayi kembar mereka.
Sesuai perkiraan dokter, bayi kembar Olivia dan Yonas memiliki jenis kelamin yang berbeda, laki-laki dan perempuan.
"Mereka lucu dan mungil," gumam Olivia seraya mengusap lembut punggung kedua bayi kembarnya, yang kini berada di atas dada ibu baru tersebut.
"Dan mirip denganmu," timpal Yonas.
"Mmmm sepertinya mirip kamu," pendapat Olivia.
__ADS_1
"Mirip kita berdua kalau begitu." Yonas menengahi dan pasangan suami istri itu tertawa bersama.
"Jadi, kau sudah menyiapkan nama?" Tanya Yonas selanjutnya pada Olivia.
"Aku menyiapkan nama untuk yang cowok kamu yang cewek," ujar Olivia mengingatkan kembali tentang kesepakatan mereka beberapa minggu lalu.
"Ya, aku ingat." Yinas mengangguk.
"Sudah ada namanya?"
"Sudah!" Jawab Yonas cepat.
"Ayo sebutkan bersamaan nama untuk mereka berdua!" Ajak Olivia yang kemudian lanjut menghitung satu sampai tiga.
"Austin!"
"Beatrice!"
Yonas dan Olivia saling bertatap pandang lalu kembali tertawa bersama.
"Austin Van Willer," ucap Yonas menyebutkan nama lengkap untuk sang putra dan Olivia langsung mengangguk.
"Beatrice Van Willer." Gantian Olivia yang menyebut nama lengkap sang putri, dan Yonas balik mengangguk.
"Terima kasih sekali lagi untuk perjuanganmu, Sayang!" Yonas mengecup kening Olivia sekali lagi, lalu ganti mengusap lembut punggung kedua bayi kembarnya.
Kini kebahagiaan Yonas dan Olivia sudah semakin lengkap dengan hadirnya Austin Van Willer dan Beatrice Van Willer
**********TAMAT**********
Terima kasih yang sebesar-besarnya untuk semua reader yang sudah membaca "Cinta Olivia" hingga tamat.
Mohon maaf jika masih banyak typo bertebaran, serta kata-kata yang kurang berkenan.
Terima kasih juga untuk yang sudah memberikan like, komen, vote, hadiah, dan banyak dukungan. Cerita Olivia dan Yonas aku akhiri sampai disini.
Next kita ketemu Shabrina Algheano Sanjaya dan Allegra Arthurian Kyler di "Sasha & Allegra"
Sudah up sampai 4 eps, ya!
__ADS_1
Silahkan mampir.
Sampai jumpa 💜