Cinta Olivia

Cinta Olivia
SUDAH SEJAUH ITU?


__ADS_3

Yonas tiba di kediaman Arthur saat hari beranjak petang. Rumah kedua orang tua Olivia itu terlihat sepi. Yonas langsung menekan bel di samping pintu,dan tak berselang lama, pintu sudah dibuka oleh seorang maid.


"Selamat sore, Pak Yonas!" Sapa maid tersebut yang tentu saja sudah hafal dengan Yonas.


"Via di rumah?" Tanya Yonas harap harap cemas.


"Nona Via sudah pergi sejak tadi, Pak!" Jawab maid.


"Pergi kemana? Apa dia mengatakan sesuatu?" Tanya Yonas yang sudah berubah khawatir.


"Tidak, Pak! Nona Via tidak mengatakan apa-apa."


Yonas hanya bisa mendes*h kecewa lalu akhirnya pria itu berpamitan dan kembali pergi dari kediaman Arthur.


Yonas masih menerka-nerka kemana kira-kira Olivia pergi. Pria itu kembali mencoba untuk menghubungi Olivia. Telepon tesambung, namun tidak diangkat oleh Olivia, meskioun Yonas berkali-kali menghubungi gadis itu.


Sepertinya Olivia benar-benar marah pada Yonas.


Bodoh!


Tentu saja Olivia marah!


Wanita mana yang tak marah saat memergoki kekasihnya melakukan sebuah hal yang menjijikkan di depan matanya.


Yonas membenturkan kepalanya beberapa kali ke atas kemudi mobil dan pria itu mulai frustasi sekarang. Frustasi dengan hidupnya yang seakan disetir oleh Zack tanpa bisa memberikan perlawanan.


Lapor ke polisi rasanya juga sia-sia!


Zack pernah terang-terangan mengatakan pada Yonas kalau dirinya punya koneksi orang dalam yang rernyata juga sebelas dua belas dengan Zack.


Mungkin itu alasan lain kejahatan Zack selalu terkemas dengan rapi dan pria itu tidak pernah tersentuh oleh hukum. Ada oknum yang menjadi pelindungnya!


Ting!


Sebuah pesan masuk ke ponsel Yonas dan pria itu segera membukanya. Rupanya dari seseorang yang Yonas suruh menjaga kamar perawatan Mom Karin di rumah sakit.


[Pak Yonas, Nyonya sendirian sekarang di dalam kamar perawatan. Tuan dan Nyonya Arthur baru saja pamit dan Nona Olivia belum kembali]


Yonas membuang nafas dengan kasar, sebelum kemudian pria itu melajukan mobilnya menuju ke rumah sakit.


****


"Bawa aku bersamamu," gumam Olivia yang sejak tadi masih belum melepaskan pelukannya pada batu nisan Youbel. Sudah tak terhitung berapa banyak airmata yang Olivia tumpahkan sore ini di atas makam Youbel. Hanya disini Olivia bisa mengadu.


"Kenapa harus kau yang pergi? Kenapa bukan abangmu yang menjijikkan itu saja?" Olivia kembali menangis tergugu.


"Kembalilah, Youbel!" Olivia menangis semakin keras.


"Kau jahat!" Sekarang Olivia sudah ganti meninju batu nisan Youbel hingga benda itu sedikit miring.


"Kau jahat!" Gumam Olivia lagi masih terisak-isak dan sesenggukan.


"Kemarilah dan bawa aku bersamamu! Jangan meninggalkan aku seperti ini!"


"Bersama abangmu yang brengsek, menjijikan, maho!" Olivia kehilangan kata-kata. Hati gadis itu sudah hancur tak berbentuk. Kepingannya bahkan sudah berceceran di apartemen Yonas tadi dan Olivia tak bisa lagi memungutnya.


Tiga kali Olivia jatuh cinta, dan tiga kali Olivia harus merasakan patah hati.


Dulu pada Dikta, Olivia sudah ikhlas!


Benar-benar ikhlas, karena Dikta ternyata mencintai Alicia.


Lalu pada Youbel!


Olivia membenci pemuda urakan itu!


Olivia membencinya sampai Youbel berhasil membuat Olivia jatuh cinta kepadanya. Tapi lagi-lagi Youbel juga membuat Olivia patah hati karena pemuda itu malah pergi meninggalkan Olivia untuk selamanya. Meninggalkan Olivia yang sudah sangat mencintainya dan membiarkan Olivia merana sendiri.

__ADS_1


Dan sekarang....


Rasanya hati Olivia sudah hancur berkeping-keping hari ini. Melihat Yonas, pria yang sudah ia cintai sepenuh hati!


Pria yang Olivia harap bisa menjadi suami serta cinta terakhirnya.


Pria yang ternyata adalah seorang gay!


Penyuka sesama jenis!


Lalu apa arti sikap mesra Yonas selama ini pada Olivia?


Apa pria itu seorang bis*ksual?


Atau semua sikap manis serta romantisnya pada Olivia hanya sebuah kedok untuk menutupi orientasi hidupnya yang menyimpang?


"Aku mencintaimu, Via!"


"Aku benar-benar mencintaimu dan sudah jatuh cinta kepadamu!


"Aku tak mungkin melamarmu, jika aku tak jatuh cinta padamu."


Olivia menggeleng-gelengkan kepalanya dan berusaha mengusir semua gombalan serta pernyataan cinta Yonas kepadanya.


"Pergi!"


"Kau menjijikkan!" Tangis Olivia kembali pecah. Gadis itu memeluk nisan Youbel sekali lagi setelah sedikit membenarkannya.


"Aku merindukanmu, Youbel!" Cicit Olivia pilu.


"Aku merindukanmu!"


****


"Olivia masih belum datang sejak tadi?" Tanya Mom Karin setelah Yonas selesai menyuapi mom tirinya tersebut.


"Belum, Mom!" Jawab Yonas lirih.


"Kau tidak menjemputnya ke kantor?"


"Olivia sudah berjanji akan menginap dan menemani Mom malam ini," tuding Mom Karin pada Yonas.


"Olivia sudah tidak di kantor saat tadi Yonas datang. Yonas pikir sudah kesini duluan," jelas Yonas mencoba memberikan pengertian pada Mom Karin.


"Ck! Kau tidak menjemput ke rumahnya?" Tuding Mom Karin sekali lagi.


"Kata maid di kediaman Arthur, Olivia sudah pergi." Jelas Yonas lagi.


"Kalian bertengkar?" Mom Karin mulai curiga.


"Sama sekali tidak, Mom!" Sanggah Yonas cepat.


"Tadi siang juga Mom lihat sendiri kalau kami masih akur," sergah Yonas lagi.


"Kalian hanya sama-sama sibuk Mom rasa. Cobalah untuk meluangkan lebih banyak waktu untuk Olivia, Yonas! Kau harus lebih peka sebagai pria!" Nasehat Mom Karin.


"Iya, Mom! Yonas akan berusaha," jawab Yonas seraya menahan gumpalan pahit di tenggorokan. Mom Karin pasti akan sangat shock dan kecewa, jika Olivia melaporkan kelakuannya yang menyimpang pada Mom Karin. Pria itu memijit pelipisnya yang mendadak terasa pening.


Ting!.


Sebuah pesan dari nomor asing masuk ke ponsel Yonas.


[Kau pulang malam ini, kan, Sayang? Zack!]


Yonas benar-benar ingin mengumpat sekarang karena membaca pesan mesra dari Zack maho.


[Aku tidak pulang, Maaf! Mom sendirian di rumah sakit] -Yonas-

__ADS_1


[Sayang sekali! Aku sudah masak banyak padahal. Aku akan kesana mengantarkan makan malam untukmu. Kau tak boleh ikut-ikutan sakit!] -Zack-


[Tidak! Jangan kesini! Aku mohon!] -Yonas-


[Hmmmm, begitu, ya? Aku antarkan ke rumah Olivia saja kalau begitu makanannya. Tapi sepertinya aku harus mampir sebentar ke toko bahan kimia untuk membeli sianida] -Zack-


"Baj*ngan keparat!" Yonas refleks mengumpat setelah membaca pesan dari Zack.


"Yonas, ada apa?" Tanya Mom Karin karena mendengar Yonas mengumpat.


"Maaf, Mom! Yonas keluar sebentar," pamit Yonas seraya keluar dari kamar perawatan Mom Karin sembari mengetik pedan balasan untuk Zack.


[Sudah aku bilang untuk tidak mengganggu Olivia dan keluarganya!] -Yonas-


[Aku akan ke rumah sakit sekarang kalau begitu!] -Zack-


[Terserah kau saja!] -Yonas-


Tak ada balasan lagi dari Zack. Yonas terduduk lesu di bangku di depan kamar perawatan Mom Karin dan pria itu mengacak rambutnya sendiri dengan frustasi. Saat itulah, seseorang keluar dari lift, dan langsung membuat Yonas mendongakkan wajahnya.


"Via!" Yonas langsung berdiri untuk menghampiri Olivia yang wajahnya terlihat sendu, meskipun Olivia sudah menutupinya dengan masker.


"Via!" Yonas hendak meraih lengan Olivia namun gadis itu menghindar dengan cepat. Olivia tak berucap sepatah katapun dan langsung masuk ke dalam kamar perawatan Mom Karin, lalu menutup pintu dan meninggalkan Yonas yang hanya mampu menggeram frustasi.


"Via! Kau baru datang?" Sambut Mom Karin yang langsung tersenyum senang saat melihat Olivia.


"Tante sudah makan? Via membawakan makanan kesukaan Tante," Olivia sedikit membenarkan maskernya.


"Tadi Yonas sudah menyuapi tante."


"Itu kamu habis nangis? Kenapa wajah kamu sembab?" Tanya Mom Karin curiga.


"Via hanya sedikit flu, Tante! Makanya Via memakai masker," jelas Olivia mencari alasan.


"Kau tidak sedang bertengkar dengan Yonas, kan?" Selidik Mom Karin sekali lagi.


Olivia diam untuk beberapa saat sebelum menjawab pertanyaan Mom Karin. Olivia sangat bisa melaporkan kelakuan Yonas yang menyimpang pada Mom Karin. Lalu Olivia akan membuat mom kandung Youbel ini sedih.


Tidak!


Olivia akan mengakhiri hubungannya dengan Yonas tanpa memberitahu siapapun tentang kelakuan menjijikkan Yonas.


Olivia tidak bisa melakukannya!


Olivia kenapa?


Nanti saja Olivia memikirkan alasan untuk ia sampaikan pada ddmua orang kenapa ia dan Yonas putus. Saat ini Mom Karin agar fokus saja pada pemulihannya.


"Hubungan kami baik-baik saja, Tante." Olivia memaksa untuk mengulas senyum meskipun hatinya sudah tak berbentuk karena tercabik-cabik melihat kelakuan Yonas di apartemen tadi bersama seorang pria entah siapa.


"Selamat malam!" Sapaan dati pintu kamar perawatan menyentak lamunan Olivia.


Olivia melemparkan pandangannya pada pria yang tersenyum ke arah dirinya dan Mom Karin, lalu masuk bersama Yonas.


Pria itu!


Pria yang tadi bersama Yonas di apartemen!


Ternyata hubungan mereka memang benar-benar sudah sejauh dan seserius itu!


Menjijikkan!


.


.


.

__ADS_1


Terima kasih yang sudah mampir.


Jangan lupa like biar othornya bahagia.


__ADS_2