Cinta Olivia

Cinta Olivia
KEJUTAN!


__ADS_3

Olivia merapatkan selimut Mom Karin yang sudah kembali terlelap setelah tadi wanita paruh baya tersebut minum obat serta mengobrol banyak hal bersama Olivia.


Olivia lanjut menghenyakkan tubuhnya di atas sofa, lalu meraih tas laptop yang yadi memang ia bawa. Tangan Olivia langsung membuka dan menyalakan laptop dengan cekatan, saat gadis itu merasakan sesuatu yang bergetar di bawah bokongnya.


Apa ini?


Olivia sedikit beranjak untuk mencari tahu benda apa yang bergetar di bawah sana. Rupanya ponsel Yonas yang entah sejak kapan ada di atas sofa.


Apa Yonas lupa membawanya?


Dasar ceroboh!


Olivia mengangkat telepon fari salah satu klien Yonas,lalu berbicara sebentar dan menyampaikan perihal Yonas yang lupa membawa ponsel. Tepat saat Olivia selesai bicara, pintu kamar perawatan dibuka dari luar dan Mama Audrey masuk bersama Papa Kyle.


"Mama!" Olivia langsung beranjak dari sofa untuk menyambut kedua orang tuanya tersebut.


"Bu Karin masih belum bangun?" Tanya Mama Audrey setelah melihat sebentar Mom Karin yang masih terlelap.


"Tadi sudah bangun, makan, dan mengobrol bersama Via. Lalu tidur lagi setelah minum obat," terang Olivia yang langsung membuat Mama Audrey mengangguk.


"Tangannya bagaimana? Apa lukanya serius?" Gantian Papa Kyle yang bertanya.


"Tangannya patah, tapi sudah selesai dioperasi dan kata dokter hanya tinggal pemulihan, Pa!" Jelas Olivia.


"Untuk luka di kepalanya, tidak ada luka dalam," lanjut Olivia lagi.


"Syukurlah kalau begitu. Semoga Bu Karin cepat pulih dan sehat kembali," ujar Mama Audrey penuh harap.


"Mama dan Papa sedang buru-buru?" Tanya Olivia yang ingat pada ponsel Yonas yang tertinggal serta klien Yonas yang tadi menghubungi dan mengatakan ada hal penting. Mungkin sebaiknya Olivia menyusul Yonas ke kantor dan mengantarkan ponsel pria itu.


"Tidak! Ada apa memang?" Mama Audrey balik bertanya.


"Ponsel Yonas tertinggal karena tadi dia buru-buru ke kantor."


"Yasudah! Kamu antarkan sana, sekalian pulang dan ganti baju," saran Papa Kyle yang langsung bisa peka.


"Iya, Pa! Nanti Via akan kesini lagi dan mungkin menginap disini menemani Tante Karin," jawab Olivia memaparkan rencananya.


"Biar Mama dan Papa yang menjaga Bu Karin sekarang. Kamu antarkan ponsel Yonas sana!" Titah Mama Audrey.


"Baiklah!" Olivia segera membereskan barang-barangnya, lalu berpamitan pada Mama Audrey dan Papa Kyle.


"Via pergi sebentar, Bye!"

__ADS_1


****


"Pak Yonas belum ke kantor sejak tadi siang, Bu!" Ujar sekretaris Yonas, saat Olivia menanyakan keberadaan Yonas.


"Kau tahu kira-kira dia dimana? Atau mungkin dia sedang menemui klien? Bisa kau lihat lagi jadwalnya?" Cecar Olivia sedikit cemas.


Tadi Yonas memang hanya mmengatakan ada urusan. Tapi urusan apa?


Meeting di luar bersama klien?


"Tidak ada, Bu! Mungkin Ibu Via bisa menghubungi ponselnya," saran sang sekretaris.


"Ponselnya tidak dibawa, terang Olivia memberitahu sekaligus menunjukkan ponsel Yonas yang ia bawa.


"Atau mungkin sedang di apartemen, Bu?" Cetus sekretaris Yonas tiba-tiba.


Di apartemen?


Kenapa Yonas pulang ke apartemen?


Setahu Olivia, Yonas sudah lama tak ke apartemennya.


Tapi mungkin tak ada salahnya Olivia memeriksa ke sana. Klien Yonas terus saja menelepon sejak tadi.


"Kau tahu alamat apartemen Yonas?" Tanya Olivia pada sekretaris Yonas,jarena Olivia juga tidak tahu apartemen Yonas dimana. Yonas belum pernah mengajaknya kesana.


Olivia tak membuang waktu lagi, dan segera bergegas menuju ke apartemen Yonas.


****


Setelah menempuh perjalanan kurang lebih dua puluh menit,Olivia akhirnya tiba di gedung apartemen Yonas. Gadis itu langsung naik ke lantai tempat unit apartemen Yonas berada setelah tadi Olivia bertanya pada security seraya menunjukkan foto Yonas. Kata security Yonas memang terlihat datang tadi dan belum keluar lagi.


Olivia yang sudah berada di depan unit apartemen Yonas, bersiap untuk mengetuk pintu. Namun kemudian kedua netra gadis itu mendapati pintu apartemen yang ternyata tak ditutup dengan benar, hingga posisinya sedikit terbuka.


Ya ampun!


Ceroboh sekali kekasih Olivia tersebut!


Olivia tak membuang waktu lagi dan segera mendorong pintu apartemen tersebut.


"Yo-" Olivia tak jadi memanggil Yonas karena saat Olivia masuk ke dalam apartemen, samar-samar Olivia bisa mendengar suara des*han seorang pria.


"Oouuuh! Iya begitu! Kau luar biasa Yonas!"

__ADS_1


Olivia menghentikan sejenak langkahnya, saat mendengar suara pria tadi yang mendes*hkan nama Yonas.


Tunggu!


Apa maksudnya ini?


Erangan dan des*h kenikmatan kembali terdengar saat Olivia melangkah tanpa suara dan masuk lebih dalam lagi ke dalam apartemen Yonas.


Kedua mata Olivia langsung membelalak tak percaya saat mendapati dua pria tanpa busana yang kini berada di ruang tengah apartemen.


Satu pria itu adalah Yonas!


Ya, Yonas sekarang sedang berlutut di depan seorang pria asing yang juga tak mengenakan busana, dan memasukkan miliknya ke dalam mulut Yonas, lalu bergerak maju dan mundur.


Olivia langsung menutup mulutnya dengan telapak tangan saking shock-nya. Gadis itu juga beringsut mundur dan merasa tak percaya dengan apa yang ia lihat saat ini. Jantung Olivia terasa berhenti berdetak, lalu seketika kekecewaan membengkak lebar di setiap centi tubuhnya. Melemahkan dan menghapus semua hal indah yang pernah terjadi diantara Olivia dan pria yang kini masih menikmati bl*wjobnya tersebut.


Yonas!


Olivia memejamkan matanya sejenak lalu memilih untuk berbalik dan hendak pergi. Namun saat di pintu, Olivia kembali ingat pada ponsel Yonas. Gadis itu segera meletakkan ponsel Yonas di meja dekat pintu, lalu melepaskan juga cincin pemberian Yonas dan meletakkannya di atas ponsel.


Olivia benar-benar tak percaya kalau Yonas ternyata se-menjijikkan itu.


Yonas menjalin hubungan dengan seorang pria!


Yonas seorang maho!


Braak!


Olivia membanting keras pintu apartemen Yonas, sebelum kemudian gadis itu berlari masuk ke dalam lift seraya berurai airmata.


Olivia menangis tergugu di dalam lift dan seketika merasa jijik pada dirinya sendiri yang bahkan sudah beberapa kali diusap, lalu dicium....


Olivia menggeleng-gelengkan kepalanya dan tubuh gadis itu bersandar di dinding lift yang dingin, lalu jatuh meluruh ke lantai. Olivia kembali menangis tergugu hingga bunyi lift yang menandakan ia telah sampai di lantai tujuan menyentak gadis tersebut.


Olivia berlari cepat meninggalkan gedung apartemen Yonas, dan Olivia juga ingin lari sejauhnya dari semua hal menjijikkan ini.


Lari sejauhnya dari Yonas yang ternyata adalah seorang maho!


.


.


.

__ADS_1


Terima kasih yang sudah mampir.


Jangan lupa like biar othornya bahagia.


__ADS_2