Cinta Olivia

Cinta Olivia
MASIH BERUSAHA


__ADS_3

Olivia kembali melihat mobil Yonas melalui kaca spion mobilnya, sesaat sebelum gadis itu membelokkan mobilnya masuk ke kediaman Arthur. Olivia masih tak paham kenapa Yonas seperti membuntutinya belakangan ini.


Atau mungkin sebelum ini Yonas juga sudah melakukannya dan Olivia hanya tak menyadari saja?


Olivia turun dari mobilnya dan kembali ke arah gerbang untuk menghampiri mobil Yonas. Namun saat Olivia melihat keluar dari gerbang, mobil Yonas sudah tidak ada dan pria itu sepertinya sudah pergi.


"Ck! Maunya apa, sih?" Gerutu Olivia kesal seraya menghentakkan kakinya ke tanah. Gadis itu akhirnya kembali masuk bersamaan dengan mobil Papa Kyle yang baru tiba di rumah.


"Via, darimana?" Sapa Mama Audrey setelah membuka kaca jendela mobil.


"Dari kantor, Ma!" Jawab Olivia sedikit salah tingkah.


"Tapi tadi seperti celingukan di depan mencari sesuatu. Sedang mencari siapa?" Gantian Papa Kyle yang bertanya penuh selidik.


"Mencari..." Olivia menggaruk kepalanya yang tak gatal.


"Mencari kucingnya Riley!" Lanjut Olivia yang akhirnya menemukan alasan.


"Miaaauuuw!" Suara kucing Riley langsung terdengar sesaat kemudian.


"Nah, itu kucing Riley, Pa!" Olivia mengambil kucing berbulu putih tersebut kemudian menggendongnya.


"Tadi mau kabur, makanya Via kejar," ujar Olivia lagi sebelum kemudian gadis itu berlalu masuk ke rumah masih sambil menggendong kucingnya Riley.


"Kenapa Via jalannya pincang begitu?" Gumam Mama Audrey saat memperhatikan langkah kaki Olivia.


"Apa dia habis jatuh?" Tanya Wanita paruh baya itu lagi.


"Tadi di kantor masih biasa saja dan belum terlihat pincang. Sebaiknya mama tanyakan," saran Papa Kyle yang sydah sekedai memarkirkan mobilnya di depan garasi.


Mama Audrey turun terlebih dahulu dan langsung menyusul Olivia yang sudah tak terlihat di teras rumah.


"Via!" Panggil Mama Audrey pada Olivia yang baru saja akan naik tangga.


"Iya, Ma? Ada apa?"


"Kaki kamu kenapa? Kenapa jalannya pincang begitu?" Mama Audrey sudah dengan cepat menghampiri Olivia, lalu menggulung celana kerja Olivia untuk memastikan.


"Via baik-baik saja, Ma! Ini tadi hanya-" Olivia tak melanjutkan kalimatnya daat mrlihat kakinya sendiri yang kini memat. Pantas saja rasanya lumayan nyeri. Ternyata memar.


"Kau jatuh?" Tanya Mama Audrey khawatir.


"Iya, tadi pas mau pulang Via tak sengaja terpeleset lalu terantuk kaki meja," jawab Olivia berdusta. Olivia tak mau menceritakan kejadian yang sesungguhnya, karena kalau Papa Kyle tahu, maka Olivia akan langsung dibekali bodyguard kemana-mana.

__ADS_1


Oh, tidak!


Olivia tidak mau!


"Via kenapa, Ma?" Tanya Papa Kyle yang sudah menyusul masuk ke dalam rumah.


"Kakinya memar, Pa!" Lapor Mama Audrey yang sydah membimbing Olivia agar duduk di sofa. Mama Audrey juga memanggil maid agar membawakan air dingin untuk mengompres kaki Olivia.


Baiklah! Sekarang Olivia seperti Riley saat terjatuh dan terluka! Adik Olivia yang kini berusia enam tahun itu pasti akan menertawakan Olivia jika dia melihat Olivia disayang-sayang Mama Audrey begini.


"Oh, ya! Tadi Yonas titip undangan ke papa, Via!"


"Papa lupa bilang." Papa Kyle mengangsurkan sebuah undangan pada Olivia.


"Yonas Van Willer, Pa? Anak tirinya Bu Karin, kan?" Tanya Mama Audrey memastikan yang langsung membuat kedua bola mata Olivia membelalak.


"Yonas Van Willer? Maksudnya, Yonas masih saudara dengan Youbel?" Tanya Olivia menatap bergantian pada Papa Kyle dan Mama Audrey.


"Papa kira kau sudah tahu, Via!" Papa Kyle malah ganti menatap heran pada Olivia yang hanya menggeleng.


"Yonas dan Youbel saudara satu ayah beda ibu. Sama seperti papa kamu dan Aunty Emily," jelas Mama Audrey yang tetap saja membuat Olivia masih tak percaya.


Kenapa dulu Youbel tak pernah cerita kalau dia punya seorang abang tiri?


"Undangannya besok malam. Kamu istirahat dulu saja, agar besok kaki kamu sudah baikan," nasehat Papa Kyle pada Olivia yang masih diam membisu.


"Acara peresmian gedung baru dari anak perusahaan Van Willer." Jelas Papa Kyle.


"Kenapa bukan Papa dan Mama saja yang datang?" Olivia akhirnya buka suara.


"Papa dan Mama juga datang, tapi Yonas juga mengundang kamu, Via! Jadi kamu juga harus datang dan memenuhi undangan tersebut," ujar Papa Kyle yang langsung membuat Olivia menghela nafas dengan kasar.


"Dih, ada yang manja. Kakinya dipijit-pijit sama Mama!" Ledek Riley yang baru turun dari tangga. Sepertinya baru bangun tidur.


"Diam!" Olivia mendelik pada sang adik bungsu.


"Kak Via manja! Kak Via manja! Wleeeek!" Riley meledek Olivia seraya memeletkan lidahnya ke arah gadis itu.


"Riley, sudah! Ini kaki kak Via sedang sakit." Mama Audrey langsung membela Olivia dan Papa Kyle meraih tubuh putra bungsunya tersebut lalu memeluknya dengan erat.


"Tadi di sekolah belajar apa, hah?" Tanya Papa Kyle seraya berulang kali menciumi wajah Riley meskipun bocah itu berontak.


"Papa sudah!" Teriak Riley yang langsung membuat Olivia dan Mama Audrey tergelak.

__ADS_1


"Perasaan Papa kalau nyiumin Mama juga nggak sampai segitunya," kekeh Olivia yang langsung berhadiah decakan dari Mama Audrey.


"Sok tahu, kamu!"


"Tadi di sekolah belajar apa?" Papa Kyle bertanya sekali lagi pada Riley.


"Belajar membaca, trus memanjat tembok!" Jawab Riley seraya berteriak.


"Mau jadi spiderman?" Ledek Olivia pada sang adik.


"Bukan! Mau jadi atlet panjat tebing!" Sahut Riley sok-sokan mendelik pada Olivia.


"Bisa memangnya? Nanti jatuh nangis!" Ledek Olivia lagi.


"Nggaklah! Riley kan bukan Kak Via yang hobinya nangis tiap malam di kamar diam-diam!" Riley membalikkan kata-kata Olivia dan gadis itu langsung berhenti tergelak. Mama Audrey menatap penuh selidik ke arah Olivia yang langsung salah tingkah.


"Nggak tiap hari, kok, Ma! Hanya kadang-kadang!" Sergah Olivia mencari pembenaran.


"Bohong!" Celetuk Riley yang langsung membuat Olivia melempar bantal sofa ke arah adik bungsunya tersebut.


"Diam kamu!" Delik Olivia galak.


Mama Audrey menghela nafas, lalu duduk di samping Olivia dan mendekap putri sulungnya tersebut.


"Via sedang berusaha, Ma!" Olivia mendongakkan wajahnya, seolah sedang menahan airmatanya agar tak jatuh.


"Mama tahu!" Mama Audrey mengusap pundak Olivia.


"Tapi kau juga harus melanjutkan hidup dan mulai membuka hati, Via!"


"Youbel akan sedih di sana jika melihat kau masih terus meratapi kepergiannya hingga sekarang. Youbel juga pasti ingin kau move on dan melanjutkan hidup," nasehat Mama Audrey yang langsung membuat Olivia tak mampu lagi menahan air matanya.


"Via tahu!" Ucap Olivia lirih.


"Via akan melanjutkan hidup," lanjut Olivia lagi.


"Kamu pasti bisa, Via! Kamu gadis yang kuat!" Papa Kyle ikut mengusap punggung Olivia sekaligus memberikan semangat untuk putri sulungnya tersebut.


.


.


.

__ADS_1


Terima kasih yang sudah mampir.


Jangan lupa like biar othornya bahagia.


__ADS_2