Cinta Olivia

Cinta Olivia
REUNI


__ADS_3

"Kau datang ke reuni malam ini?" Tanya Olivia yang sedang berbicara pada Ruby melalui sambungan telepon. Olivia sendiri masih berada di kantor karena masih ada jadwal meeting sore ini. Sepertinya Olivia akan terlambat datang ke acara reuni.


"Tidak! Bukankah sudah kukatakan!" Suara Ruby terdengat ketus.


"Bagaimana kalau Ethan datang?" Olivia sedikit memancing sahabatnya tersebut.


"Apa maksudmu? Ethan tidak tahu kalau ada acara reuni! Bagaimana mungkin dia akan datang."


"Ethan sudah menerima undangan via email. Salah satu panitia acara berhasil menemukan alamat email Ethan." Olivia sedikit berdusta karena ia sudah berjanji pada Ethan kalau dirinya tak akan membocorkan kedatangan Ethan ke acara reuni pada Ruby.


"Benarkah?"


"Kau tidak mau membuat Ethan kecewa, misalnya ternyata dua datang, kan? Tujuh tahun kalian tidak berjumpa. Apa kau tidak rindu pada Ethan, Ruby?" Olivia memancing sekali lagi.


Baiklah, apa Olivia akan beralih profesi menjadi mak comblang sekarang?


"Aku akan datang! Apa ada dresscode?"


"Pakai saja baju kesukaanmu!" Jawab Olivia santai bersamaan dengan pintu ruangannya yang sudah dibuka dari luar. Yonas menyusup masuk dengan cepat, sebelum kembali menutup pintu kaca tersebut.


"Acaranya dimulai jam lima sore! Jangan terlambat dan sampai jumpa disana!" Pungkas Olivia mengakhiri teleponnya pada Ruby karena lengan Yonas yang kini sudah melingkar di pinggangnya. Celat juga pergerakan pria ini.


"Mau kemana?" Tanya Yonas penuh selidik, seraya menyusupkan kepalanya di ceruk leher Olivia.


"Acara reuni sekolah! Kau mau ikut?" Tawar Olivia seraya mengusap lengan Yonas.


Semakin hari, Olivia semakin nyaman saja pada hubungannya bersama Yonas. Mungkinkah Olivia sudah benar-benar jatuh cinta dan mencintai pria ini?


Lalu kapan Yonas akan melamar Olivia?


Masih belum ada kepastian.


"Tentu saja aku harus ikut dan menjagamu." Yonas mengecup pipi Olivia.


"Tapi aku masih ada meeting lima belas menit lagi," Olivia melirik arloji di pergelangan tangannya.


"Ya ampun!"


"Lalu aku harus berbuat apa selagi kau meeting?" Tanya Yonas seraya memainkan rambut Olivia yang tergerai.


"Terserah mau berbuat apa!" Olivia terkekeh dan bangkit dari duduknya, lalu hendak meninggalkan Yonas.


"Kenapa buru-buru? Bukankah katamu masih lima belas menit lagi?" Yonas tiba-tiba sudah menarik Olivia ke atas pangkuannya.


Entah sejak kapan juga pria itu duduk di kursi kerja Olivia.


"Yonas, jangan mulai!" Gertak Olivia galak, saat Yonas mulai menggosok-gosokkan hidungnya di leher dan tengkuk Olivia. Selalu saja seperti itu.


"Kau yakin tidak mau jadi kekasihku sekarang?" Tanya Yonas yang masih belum menghentikan aktivitasnya.


"Tidak!"


"Apa kau hanya berniat menjadikan aku kekasih saja? Bukan yang lain?" Olivia sedikit memancing.


"Yang lain?" Yonas pura-pura tak paham.


"Iya, yang lain! Yang lebih serius!" Olivia masih memberikan kode dan tak mau terang-terangan.


Yang benar saja! Olivia seorang wanita! Tidak mungkin dirinya yang menagih dan melamar Yonas!.


"Yang lebih serius? Bisakah kau menyebutnya secara lebih spesifik?" Tanya Yonas lagi yang refleks membuat Olivia berdecak kesal.

__ADS_1


Dasar pria!


Selalu saja tidak peka!


"Lupakan saja! Aku akan ke ruang meeting sekarang!" Olivia sudah bangkit berdiri dan meninggalkan Yonas masih sambil bersungut kesal.


Kesal dengan Yonas yang benar-benar tak peka!


"Baiklah! Aku akan menunggu disini, Olive!" Jawab Yonas yang langsung membuat Olivia diam sesaat. Sebelum kemudian gadis itu tersenyum pada Yonas dan melambaikan tangan.


"Bye!"


"Bye!" Yonas balik melambaikan tangan pada Olivia dan tak berhentmebatap pada gadis itu hingga pintu ruangan tertutupdan Olivia tak terlihat lagi.


"Olivia sudah memberikan kode! Saatnya memberikan kejutan, Yonas!"


****


"Sepertinya kita terlambat," gumam Yonas pada Olivia, saat mereka berdua turun dari mobil.


"Ya! Acaranya dimulai jam lima tadi dan sekarang sudah jam enam lebih!" Terang Olivia yang hanya membuat Yonas tergelak.


Olivia hanya berdecak dan segera melangkah ke arah pintu masuk kafe yang menjadi lokasi acara. Kafe tempat acara memang masih menyatu dengan hotel milik keluarga Abraham.


Dan Olivia adalah salah satu cucu kesayangan di keluarga Abraham! Jadi ini juga adalah hotel Olivia!


"Sudah ada yang pulang," celetuk Yonas seraya menunjuk ke arah seorang pria berkemeja biru yang baru saja keluar dari kafe dengan langkah tergesa.


"Ethan!" Guman Olivia yang sudah langsung bisa mengenali pria berkacamata tersebut. Kedua netra Olivia masih menatap pada Ethan yang langsung menuju ke arah depan hotel dan sepertinya sedang mencari taksi.


Apa yang dipikirkan pak dokter itu?


[Kau dimana? Jadi datang ke reuni malam ini?] -Olivia-


[Tidak! Aku mendadak harus menggantikan temanku shift malam] -Ethan-


[Jadi, pria berkemeja biru yang ada di halaman parkir itu bukan kau?] -Olivia-


[Aku rasa bukan, aku sudah di rumah sakit sekarang] -Ethan-


[Kirimkan foto!] -Olivia-


[Maaf ada pasien gawat darurat] -Ethan-


[Lier!] -Olivia-


Tak ada balasan lagi dari Ethan. Olivia melihat ke arah Ethan yang sudah naik taksi dan entah akan menuju kemana.


Ada apa ini sebenarnya?


"Via! Ayo masuk!" Ajak Yonas pada Olivia yang malah melamun.


"Iya!" Jawan Olivia tergagap yang langsung meraih tangan Yonas dan keduanya masuk ke dalam kafe untuk bergabung bersama teman-teman lama Olivia.


Olivia langsung mencari keberadaan Ruby dan beberapa kali menghubungi sahabatnya tersebut, namun nomor Ruby sedang tidak aktif.


Apa Ruby tidak datang, makanya Ethan pulang lebih awal?


"Kau mau minum?" Tawar Yonas menyentak lamunan Olivia sekali lagi.


"Ya!" Jawab Olivia cepat.

__ADS_1


"Aku ambilkan dulu!" Pamit Yonas seraya berlalu dan sesaat setelah Yonas pergi, Ruby malah datang menghampiri Olivia.


"Kau berbohong! Ethan tidak datang!" Sergah Ruby tiba-tiba dengan nada penuh emosi.


"Ethan datang tadi. Kau tidak melihatnya?" Olivia sedikit bingung.


"Mana? Dia dimana?" Ruby sudah mengedarkan pandangannya ke seluruh penjuru kafe.


"Di halaman parkir tadi. Tapi-" Olivia belum menyelesaikan kalimatnya, saat Ruby sudah melesat pergi dengan cepat meninggalkan Olivia.


Baiklah, terserah!


Biar gadis itu mencari sendiri Ethan dimana!


"Minum!" Yonas sudah kembali dan menjodohkan segelas minuman pada Olivia.


"Terima kasih!" Jawab Olivia yang langsung menenggak habis minuman di gelasnya.


Lampu ruangan mendadak berubah redup dan acara dansa sepertinya akan dimulai.


"Ayo dansa!" Ajak Yonas yang sudah meraih tangan Olivia, lalu membimbing gadis itu untuk bergabung bersama pasangan lain yang sudah mulai berdansa dengan pasangan masing-masing.


Ini bukan kali pertama Olivia berdansa bersama Yonas, karena sebelum ini Olivia sudah sering menghadiri berbagai acara perusahaan bersama Yonas dan selalu ada sesi dansa.


"Ada apa? Kenapa senyum-senyum sendiri begitu?" Tanya Olivia sedikit heran pada Yonas.


"Tidak ada. Hanya mau bertanya satu hal padamu," jawab Yonas masih sambil mengulas senyum.


"Satu hal apa?" Olivia benar-benar penasaran sekarang.


Yonas menggenggam erat kedua tangan Olivia, lalu sedikit melangkah mundur. Pria itu tiba-tiba sudah berlutut di depan Olivia, seraya mengecup satu tangan Olivia.


"Olivia Abraham Arthur, maukah kau menikah denganku?"


Kedua mata Olivia sontak melebar karena benar-benar tak menyangka jika Yonas akan benar-benar melamarnya malam ini. Yonas bahkan sudah menyodorkan sebuah cincin pada Olivia yang entah pria itu dapat darimana.


Yonas masih menatap lekat wajah Olivia dan menunggu gadis itu menjawab lamarannya.


"Apa kau sedang melamarku?" Bukannya menjawab, Olivia malah balin bertanya sekarang.


"Ya!"


"Kau mau menikah denganku?" Yonas bertanya sekali lagi dan sedikit mendesak Olivia agar segera memberikan jawaban.


"Ya, aku mau!" Jawab Olivia sedikit berbisik dan Yonas langsung bersorak senang, lalu memakaikan cincin ke jari manis Olivia, kemudian memeluk Olivia dengan erat. Tepuk tangan langsung terdengar dari teman-teman Olivia yang hadir di acara reuni malam ini serta menyaksikan acara lamaran Yonas pada Olivia. Semuanya turut berbahagia, kecuali sepasang netra yang sedang menatap penuh amarah ke arah Olivia dan Yonas.


Pria itu membenarkan topinya, sebelum kemudian berbalik pergi dengan sejuta rencana jahat yang sudah memenuhi kepalanya.


"Kau tidak akan bisa mengkhianatiku semudah itu, Yonas!"


.


.


.


Timingnya beriringan sama "Penantian Ruby" ya!


Terima kasih yang sudah mampir.


Jangan lupa like biar othornya bahagia.

__ADS_1


__ADS_2