Cinta Olivia

Cinta Olivia
KAU SUDAH PULANG?


__ADS_3

Mom Karin yang baru selesai makan malam bersama salah satu kliennya, keluar dari salah satu restorant yang ada di pusat kota. Wanita paruh baya tersebut mengedarkan pandangannya ke sekitar lobi restorant untuk mencari keberadaan mobilnya.


Belum datang!


Mom Karin mengambil ponselnya dari dalam saku tas, lalu kembali menghubungi sang supir sembari berjalan ke arah tempat parkir. Mom Karin tak menyadari kehadiran mobil hitam yang melaju kencang di area parkir, hingga teriakan beberapa pengunjung membuat wanita paruh baya itu tersadar.


"Awas!"


"Nyonya! Awas!" Teriak supir pria Mom Karin yang langsung membuat Mom Karin membuat gerakan refleks untuk menghindar dari jalur mobil hitam tersebut. Sayangnya pergerakan Mom Karin sedikit terlambat dan mobil tadi tetap menyerempet tubuh Mom Karin, lalu membuat wanita paruh baya itu terhuyung dan terhempas ke atas aspal.


Mom Karin masih bisa metasakan kerasnya benturan di kepala serta pundaknya, sebelum semuanya menjadi gelap dan Mom Karin tak sadarkan diri.


"Mom," Suara lembut Yonas membuat Mom Karin berusaha membuka matanya, lalu rasa nyeri langsung terasa di sekujur tubuhnya.


"Yonas," gumam Mom Karin lirih.


"Mom sudah bangun?" Yonas menggenggam erat tangan sang Mom yang kini sedang mengerjapkan matanya.


"Aduh," Mom Karin meringis kesakitan.


"Yonas panggilkan dokter!" Yonas bergerak sigap dan segera menekan tombol panggil.


"Yonas benar-benar khawatir, Mom!" Ucap Yonas selanjutnya.


"Mom tidur berapa lama?"


"Dua hari," jawab Yonas lirih.


"Tapi Yonas senang, karena Mom sudah bangun sekarang. Mom akan pulih sebentar lagi," lanjut Yonas seraya berulang kali menghela nafas lega.


"Mobil itu seperti sengaja ingin menabrak Mom."


"Yonas sudah memeriksa CCTV dan melaporkannya pada pihak kepolisian."


"Platnya palsu, tapi pelakunya sudah tertangkap," terang Yonas pada Mom Karin.


"Dia sengaja?" Tanya Mom Karin selanjutnya penuh selidik. Yonas langsung menggeleng.


"Pemakai narkoba dan sedang dibawah pengaruh alkohol. Dia mengaku kalau dia melohat Mom sebagai mantan pacarnya, makanya dia tabrak," jelas Yonas panjang lebar.


"Halusinasi," gumam Yonas lagi. Pria itu tampak berpikir dan mendadak pada Zack.


Sudah berbulan-bulan Zack tak ada kabar. Tidak mungkin yang melakukan semua ini adalah Zack, kan?


Zack biasanya juga akan langsung menemui Yonas saat pria itu kembali. Tapi Yonas belum pulang ke apartemen lagi. Mungkin sebaiknya Yonas ke apartemen untuk mengecek apa Zack sudah kembali atau belum.


Dokter yang tadi dipanggil Yonas sudah datang untuk memeriksa Mom Karin. Tangan Mom Karin memang patah akibat kecelakaan kemarin. Ada luka juga di kepala Mom tiri Yonas tersebut.

__ADS_1


"Ada-ada saja masalah yang terjadi belakangan ini," ujar Mom Karin setelah dokter yang tadi memeriksanya pamit dan keluar dari ruangan.


"Yonas khawatir ada orang jahat yang sengaja ingin mencelakai Mom," ungkap Yonas dengan raut wajah khawatir.


"Kau sedang bermasalah dengan seseorang?" Tanya Mom Karin penuh selidik.


"Tidak ada, Mom!"


"Kekhawatiranmu berlebihan berarti!" Mom Karin tertawa kecil, namun Yonas tetap merasa ada sesuatu yang tidak beres. Pikiran Yonas terus saja tertuju pada Zack. Apa semua ini manipulatif dari Zack?


"Mom harus membawa pengawal mulai sekarang," cetus Yonas akhirnya setaya mengusap punggung tangan Mom Karin.


"Sudah ada supir-"


"Itu tidak cukup, Mom!" Sergah Yonas memotong.


"Yonas tidak mau hal buruk menimpa Mom lagi."


"Baiklah!" Mom Karin akhirnya menuruti permintaan Yonas.


"Tadi aku bertemu seorang pria asing yang terus saja mengamati kalung ini."


"Apa menurutmu itu orang jahat?"


Laporan Olivia tentang pria asing yang mengikuti dan mengamati gerak-gerik gadis itu mendadak muncul di ingatan Yonas.


"Halo, Yonas! Tante Karin bagaimana? Sudah bangun?"


"Kau dimana, Sayang?" Tanya Yonas cepat tanpa menjawab pertanyaan Olivia.


"Di lift."


"Lift mana? Masih di kantor?"


"Di rumah sakit!" Terdengar tawa Olivia dari seberang telepon, bersamaan dengan pintu kamar perawatan yang dibuka dari luar.


"Siang!" Sapa Olivia seraya menutup telepon Yonas. Gadis itu rupanya susah sampai di kamar perawatan Mom Karin.


Yonas langsung menghela nafas lega, lalu menghampiri Olivia dan memeluk sekilas kekasihnya tersebut.


"Kau sendirian?" Tanya Yonas kembali khawatir.


"Ya! Aku bukan gadis manja!" Terang Olivia seraya tertawa kecil.


"Tante sudah bangun?" Olivia sudah ganti menghampiri Mom Karin, lalu memeluk wanita paruh baya tersebut.


"Kata dokter akan segera pulih," terang Mom Karin saat Olivia menatap penuh khawatir pada tangan Mom tiri Yonas tersebut.

__ADS_1


"Semoga saja," gumam Olivia.


"Ngomong-ngomong, Tante sudah makan tadi? Via membawa makanan kesukaan Tante." Olivia membongkar kantung makanan yang tadi ia bawa, lalu mengeluarkan beberapa kotak makanan dari dalamnya.


"Kau perhatian sekali, Via!" Mom Karin tersenyum senang.


"Kau mau makan juga, Yonas?" Tanya Olivia pada Yonas yang terlihat bingung. Ada apa dengan pria itu?


"Nanti saja! Aku harus pergi karena ada urusan-"


"Aku akan menjaga Tante Karin," sahut Olivia cepat.


"Kau tidak ada acara lagi sampai sore?" Tanya Yonas khawatir.


"Tidak! Pekerjaanku sudah selesai!" Jawab Olivia bersungguh-sungguh. Gadis itu sudah mulai menyuapi Mom Karin.


"Baiklah!" Yonas menghampiri Olivia,lalu mencium puncak kepala Olivia dan memeluknya sekilas. Yonas juga berpamitan dan memeluk Mom Karin sebelun pergi.


"Hati-hati!" Pesan Mom Karin sebelum Yonas keluar dari kamar perawatan.


****


"Zack!" Panggil Yonas seraya membuka pintu apartemen yang sudah berbulan-bulan tak ia sambangi. Udara pengap langsung menyambut Yonas, seolah menandakan kalau tempat ini memang lama tak dikunjungi.


Yonas menyalakan semua lampu, dan kondisi apartemen masih sama seperti terakhir kali Yonas meninggalkannya. Tak ada tanda-tanda keberadaan Zack.


Apa mungkin Zack memang belum kembali?


Yonas melanjutkan langkahnya ke kamar, lalu membuka lemari besar yang ada disana, yang sebagian besar ruangannya berisi baju-baju Zack.


Tak ada yang berubah. Baju-baju Zack juga masih di sana. Zack sepertinya memang belum pulang ke apartemen. Dan semua hal buruk yang menimpa Mom Karin mungkin hanya sebuah kebetulan dan tak ada hubungannya dengan Zack.


Mom Karin benar!


Kekhawatiran Yonas sepertinya terlalu berlebihan.


Yonas menutup kembali pintu lemari besar di depannya, saat kaca yang berada di pintu lemari,menampilkan refleksi seseorang yang tiba-tiba sudah berdiri di belakang Yonas dan membuat jantung Yonas nyaris melompat dari rongganya.


"Kau sudah pulang, Kekasih?"


.


.


.


Terima kasih yang sudah mampir.

__ADS_1


Jangan lupa like biar othornya bahagia.


__ADS_2