Cinta Olivia

Cinta Olivia
TEMAN TAPI MESRA


__ADS_3

"Masuk! Yeeaay!" Olivia refleks bersorak saat tembakan tiga angka Youbel berhasil masuk. Para siswa SMA Permata yang duduk si barisan di depan Olivia, sontak menoleh dan menatap heran pada gadis itu.


"Apa?" Decak Olivia seraya membenarkan hoodie jaketnya. Sedangkan para murid SMA Permata kini berbisik-bisik di depan Olivia.


"Ck! Dasar norak!" Gumam Olivia kesal.


Olivia kembali fokus ke lapangan, dan lagi-lagi gadis itu bersorak heboh saat tembakan Youbel kembali masuk.


"Heboh sekali. Ngefans sama jersey nomor tiga, ya?" Tanya pria berkemeja yang sejak tadi masih duduk di samping Olivia.


"Hehehe, kan tim sekolah, Bang!"


"Eh, Om," Olivia mengoreksi panggilannya dan sedikit salah tingkah.


"Yonas!" Gumam pria itu selanjutnya yang langsung membuat Olivia menganga bingung


"Hah? Apa?"


"Tidak ada! Lupakan saja!" Jawab pria itu seraya mengulas senyum.


"Pertandingan sudah mulai lagi," lanjut pria itu seraya mengendikkan dagu ke arah lapangan, dimana timeout sudah selesai dan para pemain sudah kembali ke court. SMA 5 sementara unggul atas SMA Permata dengan skor tipis.


Olivia kembali fokus melihat ke lapangan dan fokus melihat Youbel yang sore ini benar-benar bermain dengan apik.


****


Empat kali sepuluh menit pertandingan akhirnya usai. Pertandingan final sore ini dimenangkan oleh SMA 5. Setelah selebrasi kemenangan dan penyerahan trofi juara, para penonton mulai membubarkan diri.


Olivia sendiri masih tinggal di tempatnya dan hanya memperhatikan teman-temannya yang sibuk turun ke lapangan untuk berfoto bersama.


Ponsel Olivia tak berhenti bergetar menandakan banyak pesan yang masuk.


[Kita juara 1 lagi] -Ruby-


Ruby mengirimkan foto selfie-nya bersama trofi juara, serta Ethan dan Rumi.


[Rugi banget nggak nonton!] -Ruby-


[Kau duduk bersama siapa itu? Jangan bilang kalau itu selingkuhanmu!] -Youbel-


"Mati aku!" Gumam Olivia setelah membaca pesan dari Youbel. Gadis itu buru-buru menoleh ke sisi kirinya, dimana pria berkemeja tadi masih duduk di samping Olivia. Sepertinya sedang berbicara di telepon entah dengan siapa.


Olivia ganti menoleh ke arah kanan, dimana Youbel sedang berjalan menghampirinya.


Hah?


"Olive!" Panggil Youbel bersamaan dengan pria berkemeja tadi yang tiba-tiba langsung bangkit berdiri dan meninggalkan Olivia tanpa pamit atau basa-basi.


"Tadi itu siapa?" Tanya Youbel penuh selidik setelah pemuda itu duduk di samping Olivia.


"Nggak tahu! Dia nonton basket juga dan kebetulan duduk di sebelah aku," jelas Olivia seraya merapatkan hoodie jaket dan berulang kali menutupi wajahnya agar penyamarannya tak terbongkar.


"Youbel! Ciyee, godain siapa?" Celetuk Ruby berseru dari bawah. Sepertinya pacar Ethan itu masih tidak sadar kalau yang sedang bersama Youbel adalah Olivia.

__ADS_1


"Aku laporin ke Via, lho!" Goda Ruby lagi.


"Laporin sana! Berisik!" Sahut Youbel yang tangannya sudah merangkul pundak Olivia yang kini menggeliat-geliat.


"Jangan lupa pajak jadiannya, Bro!" Gantian Rumi yang berseru dari bawah.


"Gampanglah!"


"Pulang sana!" Usir Youbel pada si kembar serta Ethan yang sejak tadi masih betah di court dan tak pulang-pulang. Anak-anak lain sudah pulang dan bubar padahal.


"Nggak mau bareng, Bel? Kamu pulang naik apa?" Seru Rumi lagi bertanya pada Youbel karena tadi saat berangkat ke GOR tim basket bersama-sama naik bus sekolah.


"Nanti dijemput sama temen!" Sahut Youbel santai yang tangannya masih belum beralih dari pundak Olivia.


"Yaudah, kita duluan!"


"Bye!" Pamit Rumi, Ruby, dan Ethan akhirnya seraya melambaikan tangan ke arah Youbel.


Setelah tiga orang itu pergi, Youbel langsung membuka hoodie jaket Olivia dan mencubit gemas pipi gadis itu.


"Aduuuh! Sakit!" Keluh Olivia seraya merengut.


"Tadi siapa yang duduk sama kamu?" Youbel bertanya sekali lagi.


"Udah dibilang aku nggak tahu! Mungkin guru SMA Permata atau pelatihnya."


"Orang pas aku datang dia udah duduk disini," jawab Olivia bersungut-sungut dan tetap merengut.


"Ya berarti gurunya SMA Permata!" Olivia berspekulasi.


"Nggak kamu ajak kenalan?" Goda Youbel.


"Biar kamu mencak-mencak?" Sahut Olivia kesal seraya membenarkan ikatan rambutnya.


"Nggak ada foto kamu jadinya," Youbel sudah membuka galeri ponsel dan melihat-lihat foto selfienya bersama teman-teman tadi saat merayakan kemenangan.


"Kenapa nggak turun aja, sih? Kan tadi kamu bisa alasan datang sebagai ketua OSIS dan bukan sebagai pacar aku," tanya Youbel menyayangkan.


"Ck! Malu sama Ruby dan Ethan!" Cicit Olivia kembali merengut.


"Lagian, foto sama trofinya bisa besok di sekolah. Biasa kan gitu," lanjut Olivia lagi.


"Tetap beda sensasinya!" Youbel meregangkan kedua tangannya dan pemuda itu terlihat lelah.


"Pulang, yuk! Biar kamu bisa istirahat!" Ajak Olivia selanjutnya pada Youbel.


"Makan dulu, aku lapar," jawab Youbel yang balik mengajak Olivia untuk mencari makan.


"Makan dimana? Kenapa nggak makan di rumah aja, sih," Olivia merasa ragu dan sepertinya masih takut kalau dirinya dan Youbel akan terpergok salah satu siswa SMA 5.


"Ck! Kita kan belum pernah makan di luar berdua." Youbel mencari alasan.


"Ayo!" Ajak Youbel selanjutnya seraya menarik lengan Olivia dan mengajak gadis itu untuk beranjak. Olivia memakai kembali hoodie jaketnya dan mengikuti langkah Youbel yang masih belum melepaskan pegangan tangannya pada Olivia.

__ADS_1


****


Olivia dan Youbel masuk ke sebuah kafe dan mengedarkan pandangan sesaat untuk mencari bangku kosong, daat tiba-tiba...


"Kak Via!" Panggil Alicia dari salah satu bangku yang ada di dalam kafe. Rupanya adik kandung Olivia itu juga sedang berada di dalam kafe bersama Dikta serta teman-temannya.


"Sial!" Umpat Olivia yang langsung menutupi wajahnya dengan kedua tangan


"Udah ketahuan juga, kenapa ditutupin begitu, sih?" Gelak Youbel seraya menyingkirkan tangan Olivia dari wajah gadis itu.


"Kak," Alicia sudah menghampiri Olivia dan Youbel sekarang.


"Eh, ada Abang Youbel juga. Selamat buat kemenangannya tadi, ya, Bang! Mainnya keren banget!" Puji Alicia seraya mengacungkan kedua jempolnya ke arah Youbel.


"Terima kasih! Pacar kamu mainnya juga keren," Youbel balik memuji seraya mengendikkan dagunya dan tersenyum ke arah Dikta.


"Kamu ngapain disini?" Tanya Olivia sedikit salah tingkah pada sang adik. Ditambah Dikta yang sekarang ikut-ikutan menghampiri Olivia dan Youbel, membuat Olivia semakin salah tingkah.


Hey! Tapi Olivia sudah move on dan melupakan perasaannya pada Dikta.


Bukankah Olivia juga sudah jadi pacar Youbel sekarang?


"Lagi makan bareng Dikta dan teman-teman juga. Kak Via sendiri? Mau makan juga?" Alicia balik bertanya pada Olivia.


"Ayo gabung aja ke meja kita," timpal Dikta mengajak Youbel dan Olivia.


"Kamu yang traktir," sahut Alicia yang sudah menggamit lengan Dikta.


Baiklah, kenapa mendadak udara di sekitar Olivia menjadi panas? Apa AC di kafe ini sedang rusak?


"Kami duduk di pojokan saja!" Tolak Youbel halus seraya merangkulkan lengannya di pundak Olivia hingga membuat gadis itu sedikit berjenggit.


"Kak Via dan Abang Youbel jadinya udah jadian?" Tanya Alicia kepo.


"Eng.....enggak!"


"Kami cuma temenan!" Sanggah Olivia cepat.


"Teman tapi mesra!" Timpal Youbel seraya terkekeh dan malah mengeratkan rangkulannya pada pundak Olivia.


"Ooo, teman tapi mesra," nada suara Alicia terdengar meledek.


"Kami ke sana dulu, Alice! Bye!" Pamit Olivia akhirnya seraya menarik Youbel untuk segera menuju ke meja yang ada di sudut kafe.


.


.


.


Terima kasih yang sudah mampir.


Jangan lupa like biar othornya bahagia.

__ADS_1


__ADS_2