Cinta Olivia

Cinta Olivia
NGIDAM


__ADS_3

"Ma! Dessert Riley yang di kulkas mana?" Tanya Riley yang baru keluar dari kamar. Sepertinya putra bungsu di keluarga Arthur tersebut baru bangun dari tidur siangnya.


Riley masih sedikit linglung saat mendapati seluruh anggota keluarganya sedang berkumpul di ruang tengah. Ada Abang Dikta yang tengah berdiskusi bersama Papa Kyle. Lalu ada Abang Yonas yang sibuk menyuapi Earlyta, putri dari Kak Alicia dan Abang Dikta yang baru mulai MPASI beberapa bulan yang lalu. Sepertinya Abang Yonas sedang berlatih menjadi dad teladan.


Riley lanjut mengedarkan pandangannya ke arah Kak Alicia yang sedang berbincang bersama Mama Audrey serta Kak Olivia yang terlihat memegang thinwall di tangannya...


Itu kan dessert milik Riley!


"Kak Via! Kenapa dessert Riley dimakan?" Protes Riley seraya bersungut-sungut oada Olivia. Bocah laki-laki itu bahkan hebdak merebut thinwall dari tangan Olivia, namun dengan cepat Olivia mengelak.


"Sejak kapan punya kamu? Nggak ada namanya dan aku nemu di kulkas!" Sergah Olivia yang kembali menyendok dessert berwarna coklat kombinasi putih tersebut, lalu memakannya dengan lahap.


"Tapi itu punya Riley, Kak!" Protes Riley sekali lagi dan berusaha merebut kotak dessert dari Olivia.


"Riley! Hati-hati!" Tegur Mama Audrey saat Riley hendak menyerang Audrey.


"Awas nanti kamu nendang perut Kak Via, Riley!" Alicia ikut-ikutan memperingatkan.


"Ck! Kak Via ini!" Riley kini sudah bersedekap dan bibirnya merengut.


"Dessertnya enak! Kamu beli lagi, Riley! Kakak suka!" Ujar Olivia seraya memamerkan kotak dessert yang kini sudah kosong.


"Itu belinya dimana, Riley? Nanti abang belikan lagi buat kamu dan Kak Via." Yonas bertanya pada Riley masih sambil menyuapi Earlyta yang makan begitu lahap, meskipun sedikit belepotan.


"Mana Riley tahu!" Sahut Riley ketus.


"Kok gitu?" Tanya Olivia heran.


"Itu ceritanya dikasih sama temennya, Via! Dari kemarin kayak disayang-sayang gitu dessertnya. Mama dan Papa nggak boleh minta katanya," cerita Mama Audrey yang langsung membuat Olivia dan Alicia tersenyum meledek ke arah Riley.


"Yang ngasih pasti temannya cewek," goda Alicia pada sang adik bungsu.


"Ciyeee! Pacar kamu, ya?" Timpal Olivia ikut-ikutan menggoda Riley yang semakin cemberut.


"Bukan!" Sahut Riley kesal.


"Tapi beneran enak dessertnya. Nanti kamu beliin lagi, ya, Sayang!" Ucap Olivia meminta pada Yonas.


"Ada yang ngidam! Beliin, Bang!" Sahut Alicia yang langsung membuat Yonas garuk-garuk kepala.


"Iya, nanti aku cari dulu," jawab Yonas setengah ragu.


"Itu yang nyuapin Earlyta sudah selesai belum, sih?" Olivia hendak bangkit berdiri dan Alicia sigap membantu sang kakak. Kehamilan Olivia sudah masuk usia delapan bulan dan perut wanita itu kini sudah membulat sempurna.


Olivia mendekati Yonas dan Earlyta,lalu hendak menggendong bayi Alicia dan Dikta tersebut. Namun semua orang langsung menegur dan mencegah.


"Via, jangan menggendong Earlyta!" Tegur Mama Audrey cepat.

__ADS_1


"Biar aku yang gendong!" Yonas sigap menggendong Earlyta yang tubuhnya begitu montok dan membuat gemas.


"Kamu udah bawa dua bayi begitu, masih saja mau menggendong Earlyta," lanjut Yonas yang langsung membuat Olivia terkekeh. Olivia mengusap perutnya yang besarnya memang dua kali lipat dari ibu hamil pada umumnya. Kata dokter, bayi Olivia dan Yonas kembar.


"Earlyta sepertinya sudah mengantuk, Bang! Biar Alice susuin dulu!" Ujar Alicia seraya mengambil Earlyta dari gendongan Yonas.


"Abang Yonas sudah luwes menggendong bayi! Nanti kalau si kembar lahir sudah bisa dan sudah pinter itu gendong si kembar," ujar Dikta memuji Yonas.


"Iya! Nggak kayak kamu dulu yang nggendong bayi tapi kayak nggendong bendera pusaka! Kaku!" Timpal Alicia mencibir sang suami.


"Apa, sih! Kan pengalaman pertama," kilah Dikta membela diri. Pasangan suami istri itu akhirnya terus berdebat hingga keduanya menghilang ke kamar dengan dalih menidurkan Earlyta.


"Ayo cari dessertnya tadi, Sayang!" Ajak Olivia sedikit bergelayut pada Yonas yang sudah duduk di sampingnya.


"Ayo!" Jawab Yonas seraya mengangguk.


"Riley mau ikut?" Tawar Yonas pada sang adik ipar.


"Nggak usah ngajak Riley!" Sahut Olivia cepat.


"Riley mau ikut, Kak!" Protes Riley pada Olivia yang kerap mengajaknya berdebat semenjak hamil. Sepertinya kakak sulung Riley itu sedikit alergi pada Riley.


"Nggak usah! Ganggu aja!" Sergah Olivia sedikit galak.


"Tapi tadi kan kakak yang udah habisin dessert Riley!"


"Mama!" Riley kembali mengadu pada mama Audrey.


"Sudah! Cowok kok ngambekan!" Mama Audrey sedikit mengacak rambut sang putra.


"Kak Via itu!"


"Riley!" Panggil Papa Kyle seraya memberikan kode pada Riley agar mebdekat ke arahnya. Riley langsung bergelayut manja pada Papa Kyle.


"Dih! Anak papa!" Ledek Olivia pada sang adik.


"Biarin! Wleeeek!" Riley memeletkan lidahnya ke arah Olivia masih sambil bergelayut pada Papa Kyle.


"Tadi katanya mau pergi," mama Audrey mengingatkan Olivia dan Yonas.


"Eh iya!"


"Ayo, Sayang!" Ajak Olivia seraya bangkit berdiri. Yonas sigap membantu sang istri.


"Kami pergi dulu, Ma,Pa!" Pamit Yonas pada Mama Audrey dan Papa Kyle.


"Dessert buat Riley jangan lupa, Bang!" Pesan Riley mengingatkan.

__ADS_1


"Siap, Bos kecil!" Yonas mengacak rambut Riley yang tetap bergelayut manja pada Papa Kyle.


"Udah itu manja-manjaannya! Udah gede juga!" Cibir Olivia sekali lagi pada Riley.


"Biarin! Kakak juga masih suka gelayutan pada Abang Yonas!" Riley membalikkan kata-kata Olivia.


"Ck!" Olivia hanya berdecak dan lanjut menggamit lengan Yonas, lalu pasangan suami istri itu melangkah keluar dari kediaman Arthur.


"Nanti pulang ke rumah Mom, ya!" Ajak Olivia pada Yonas yang langsung mengangguk setuju.


"Siap!"


****


"Udah?" Tanya Olivia seraya mengusap kepala Yonas yang sejak tadi masih berada di pangkuannya dan mendengarkan pergerakan kedua calon bayi mereka.


"Sebentar lagi," jawab Yonas yang tak pernah merasa puas. Yonas selalu dan selalu ingin mendengarkan pergerakan sang calon buah hati, lalu membelai dan mengusapnya.


"Udah nggak sabar mau gendong mereka," ujar Yonas dengan kedua mata ynag sudah berbinar bahagia.


"Bentar lagi kata dokter." Jawab Olivia seraya menangkup gemas wajah sang suami. Bawaan hamil membuat Olivia selalu ingin dekat dengan Yonas dan bergelayut manja pada suaminya tersebut.


"Sudah yang lihatin wajah aku. Nanti jatuh cinta, lho!" Goda Yonas yang langsung membuat wajah Olivia memerah.


"Apa, sih! Sudah jatuh cinta juga sejak dulu." Olive membuat pengakuan.


Yonas langsung mendekap tubuh istrinya tersebut, lalu mengecup puncak kepala Olivia. Tangan Yonas juga sudah bergerak untuk mengusap perut semangka Olivia yang membuat gemas.


"Sehat-sehat ya, Anak-anaknya Dad!" Gumam Yonas berpesan pada kedua calon bayinya.


"Kita bertemu sebentar lagi," lanjut Yonas lagi.


Olivia semakin membenamkan tubuhnya ke dalam dekapan Yonas, sebelum akhirnya wanita itu terlelap dan pergi ke alam mimpi. Yonas langsung membenarkan posisi Olivia, lalu menyelimuti istrinya tersebut.


"Terima kasih untuk semuanya, Sayang!" Ucap Yonas lirih seraya mengecup kening Olivia. Yonas ikut merebahkan tubuhnya di samping Olivia dan kembali mendekap istrinya yang sudah terlelap tersebut.


.


.


.


Tamat hari ini kayaknya 😅😅


Terima kasih yang sudah mampir.


Jangan lupa like biar othornya bahagia.

__ADS_1


__ADS_2