
"Kenapa kau lepas? Bukankah itu kalung dari Youbel?" Tanya Yonas saat Olivia yang baru tiba di kantor tiba-tiba sudah melepaskan kalungnya.
"Entahlah! Tadi aku bertemu seorang pria asing yang terus saja mengamati kalung ini."
"Apa menurutmu itu orang jahat?" Tanya Olivia dengan raut wajah khawatir. Bukan tentang harga kalung itu yang Olivia khawatirkan jika seseorang menjambretnya.Tapi tentang kenangannya bersama Youbel yang akan selalu melekat di kalung tersebut.
"Mana aku tahu?" Yonas tertawa kecil dan mengambil lagi kalung Youbel dari tangan Olivia, lalu memakaikan kembali kalung tersebut di leher Olivia.
"Pakai saja! Kau semakin cantik," puji Yonas seraya menyelipkan rambut Olivia ke belakang telinga.
"Kau tidak cemburu?"
"Cemburu pada siapa maksudnya? Youbel?" Yonas malah tergelak sekarang.
"Apa yang lucu?" Tanya Olivia heran.
"Kau!"
"Kau yang mengira aku cemburu pada Youbel tadi," lanjut Yonas menjelaskan jawabannya. Pria itu sudah berhenti tergelak, lalu menarik Olivia agar duduk di pangkuannya.
"Kau dan Youbel pernah punya kisah cinta yang begitu manis dan Youbel begitu mencintaimu hingga akhir hidupnya. Sampai-sampai dia memaksa aku untuk terus menjagamu, menggantikan ia yang tak lagi bisa menjagamu sekarang."
"Jadi aku rasa, berlebihan sekali jika aku cemburu pada Youbel, yang aku yakin kalau dia tetap ada disini." Yonas menunjuk ke dada Olivia.
"Jadi sebenarnya kau itu benar-benar mencintaiku atau hanya sekedar menjalankan amanat?" Olivia mendadak jadi sangsi.
"Dua-duanya," jawab Yonas seraya menangkup wajah Olivia.
"Awalnya aku memang hanya melakukan apa yang diamanatkan oleh Youbel. Tapi kemudian aku jatuh cinta-"
"Benar-benar jatuh cinta?" Olivia menyela untuk memastikan.
"Benar-benar jatuh cinta!" Jawab Yonas bersungguh-sungguh.
"Aku tak mungkin melamarmu, jika aku tak jatuh cinta padamu," Yonas meraih dagu Olivia, lalu memiringkan kepalanya dan mulai mengecup bibir Olivia.
Kecupan singkat, dan tak ada kalimat protes dari Olivia. Jadi Yonas mengecup sekali lagi bibir gadis yang masih berada di pangkuannya tersebut. Olivia masih tak protes dan gadis itu malah membalas kecupan Yonas, meskipun masih terkesan malu-malu.
"Sudah!" Olivia yang terlebih dahulu mengakhiri pagutannya bersama Yonas. Wajah gadis dua puluh lima tahun tersebut sudah merona merah.
"Mom sudah menghubungimu?" Tanya Yonas yang tetap menahan Olivia agar terap berada di pangkuannya.
"Belum. Ada apa memang? Mau bicara hal penting?" Olivia memeriksa ponselnya sambil sesekali menggeliat, karena bibir nakal Yonas yang sudah mulai menjelajahi leher dan tengkuknya.
"Mau membahas soal pernikahan."
"Pernikahan kita?" Olivia nenjambak rambut Yonas dan menghentikan sejenak kegiatan mesum kekasihnya tersebut.
"Ya!"
"Aku kira masih beberapa bulan lagi," Olivia terkekeh.
"Kata Mom mungkin bulan depan. Tapi persiapannya tetap harus dari sekarang. Mom mungkin akan bertemu Aunty Audrey dan Uncle Kyle dulu sebelum menemuimu," jelas Yonas panjang lebar.
"Bulan depan jadwalku padat. Apa bisa diundur bulan depannya lagi?" Olivia sedikit berkelakar pada Yonas yang langsung berdecak.
"Kau benar-benar akan membuatku gila!" Yonas kembali menyerukkan wajahnya di leher Olivia dan tak berhenti menciumi gadis itu.
"Yonas! Dasar mesum!"
__ADS_1
****
Olivia baru tiba di rumah, setelah tadi gadis itu menjemput Yonas dari bandara, lalu mengantarnya pulang ke rumah,dan sekalian makan siang bersama Mom Karin sekaligus membahas tentang rencana pernikahan Olivia dan Yonas. Dua hari kemarin, Yonas memang pergi ke luar kota karena ada urusan.
"Aunty Ghe!" Sapa Olivia kaget, saat melihat Aunty Ghea bersama Uncle Alvin yang sepertinya hendak pulang.
"Tumben sudah pulang, Via?" Aunty Ghea langsung bercipika cipiki dan memeluk Olivia dengan hangat.
"Iya, Aunty! Kebetulan sedang tak ada pekerjaan," jawab Olivia sedikit menjelaskan.
"Aunty sudah mau pulang?" Tanya Olivia lagi pada Aunty Ghea.
"Iya, tadi hanya mengantar undangan pertunangan Ethan. Masih banyak undangan yang harus kami antar," terang Aunty Ghea.
"Ethan akhirnya akan menikah?" Kedua mata Olivia sudah berbinar membayangkan Ethan yang akhirnya akan bersanding bersama Ruby di pelaminan. Dua kekasih yang hatinya sudah saling bertaut saat mereka masih bayi tersebut, akhirnya akan menikah dan hidup bersama selamanya.
"Kau juga akan menikah, kan?" Aunty Ghea balik bertanya dan sedikit menggoda Olivia.
"Masih bulan depan, Aunty," jawab Olivia sedikit tersipu.
"Aunty pulang dulu, ya! Nanti jangan lupa datang ke pertunangann Ethan bersama calon suamimu."
"Siapa namanya?" Aunty Ghea terlihat mengingat-ingat.
"Yonas," jawab Olivia cepat.
"Iya, bersama Yonas!"
"Aunty pergi dulu!" Pamit Aunty Ghea sekali lagi sebelum wanita paruh baya itu menyusul Uncle Alvin yang sudah terlebih dahulu masuk ke mobil.
Setelah melambaikan tangan pada mobil Uncle Alvin, Olivia langsung mengambil ponselnya dari dalam tas dan menghubungi Ruby.
Atau mungkin karena Olivia terlalu sibuk sepekan ini hingga Ruby merasa tak perlu memberitahu Olivia?
Ah, apapun itu Olivia tetap akan mengomel pada Ruby.
"Ini undangan pertunangan Ethan, Ma?" Tanya Olivia yang baru saja akan mengambil undangan dari atas meja. Namun Olivia kalah cepat dari Riley nakal.
"Iya! Mama juga belum sempat baca." Jawab Mama Audrey.
"Riley! Kakak pinjam undangannya!" Seru Olivia pada Riley yang sudah kabur..Olivia masih berusaha menelepon Ruby yang entah mengapa sulit sekali tersambung.
"Riley!"
"Nggak mau! Wleeeek!" Riley malah meledek Olivia sekarang. Dasar Riley!
"Halo, Via!"
Telepon sudah tersambung dan Ruby sudah mengangkatnya.
"Aku hanya mau mengucapkan selamat." Ucap Olivia dengan nada lebay, seraya mendaratkan bokongnya di atas sofa.
"Selamat untuk apa?"
"Aktingmu bagus sekali, By! Tapi kau tidak akan bisa menipuku. Undangan pertunanganmu dengan Ethan baru saja tiba, meskipun belum aku buka karena sudah terlanjur diambil oleh Riley."
Olivia tergelak dengan Ruby yang sedang pura-pura bingung di seberang telepon. Sahabat Olivia itu benar-benar pandai berakting!
Apa dia mau mengerjai Olivia?
__ADS_1
"Via, aku sungguh tak paham apa yang kau bicarakan. Siapa memangnya yang akan bertunangan?"
"Kau dan Ethan! Memangnya siapa lagi?" Olive udah berhenti tergelak, dan mendadak gadis itu merasa ada yang salah. Sepertinya Ruby tak sedang berakting karena nada bicaranya terdengar serius.
"Uncle Vin dan Aunty Ghea yang mengantar undangan pertunangan Ethan barusan," gumam Olivia yang benar-benar merasa kalau ada sesuatu yang salah disini.
"Calon tunangan Ethan adalah kau, kan, By?" Tanya Olivia sekali lagi memastikan pada Ruby.
"Bukan!" Jawaban Ruby malah terdengar bagai sambaran petir bagi Olivia.
Bukan Ruby calon tunangan Ethan?
Lalu siapa?
"Sial!" Umpat Olivia seraya melesat dri duduknya dan menghampiri Riley tang masih bermain-main dengan undangan pertunangan Ethan.
"Berikan sebentar undangannya, Riley! Atau kakak tidak akan membelikanmu es krim!" Ancam Olivia galak pada Riley.
"No!" Tolak Riley yang kali ini kalah cepat dari Olivia yang sudah berhasil merebut undangan dari tangan Riley, meskipun undangan itu bentuknya sudah tak karuan.
"Aku mendapatkan undangannya!" Lapor Olivia pada Ruby seraya kembali mendaratkan bokongnya di sofa. Olivia membuka plastik undangan itu dengan tergesa untuk melihat nama calon tunangan Ethan.
"Tunangan Ethan Algheano Sanjaya dengan Brigita Dhyaksa." Olivia sedikit bergumam saat membaca nama calon tunangan Ethan.
"Siapa calon tunangan Ethan, Via!" Pertanyaan Ruby di seberang telepon hanya terdengar lamat-lamat karena Olivia juga kaget saat tahu kalau Ethan akan bertunangan dengan seorang gadis bernama Brigita.
Kenapa Ethan bertunangan dengan Brigita?
Bukankah cinta Ethan hanya untuk Ruby?
"Via! Siapa nama calon tunangan Ethan?"
"Brigita Dhyaksa putri dari Dokter Adhyaksa." Olivia membaca lebih keras agar Ruby mendengarnya.
Hening!
Tidak ada suara dari Ruby di seberang telepon.
"Ruby!" Panggil Olivia mulai khawatir.
"Ruby-"
Tuut tuut!
Telepon terputus begitu saja.
Olivia tak membuang waktu dan langsung menyambar kunci mobilnya. Gadis itu akan menemui Ethan dan meminta penjelasan sepupunya tersebut.
.
.
.
Langsung nyambung ke "Penantian Ruby" bab 17. Yang scene Olivia marah-marah ke Ethan, nggak usah aku ketik ulang disini.
Terima kasih yang sudah mampir.
Jangan lupa like biar othornya bahagia.
__ADS_1