Cinta Olivia

Cinta Olivia
AKAN BERTUNANGAN


__ADS_3

Bruuk!


"Aduh!" Keluh Olivia yang baru saja akan bangkit berdiri saat seseorang sigap membantunya.


"Maaf, aku terburu-buru!"


Suara itu!


Olivia mendongakkan kepalanya untuk memastikan kalau yang baru saja menabrak lalu membantunya untuk berdiri adalah Yonas.


Ya, itu memang Yonas!


Beberapa hari tak melihat pria ini wajahnya sedikit berubah. Perasaan Olivia saja atau bagaimana?


"Aku juga sedang buru-buru tadi karena baru selesai meeting," ucap Olivia seraya melehat ke arah tangan Yonas yang masih merengkuh kedua lengannya. Yonas dengan cepat melepaskan Olivia.


"Maaf! Gerakan refleks!" Yonas beralasan.


"Ayo masuk, sebelum pertandingan dimulai!" Ajak Yonas selanjutnya pada Olivia. Dua orang itu memang baru tiba di GOR untuk menyaksikan pertandingan Riley hari ini.


"Sudah penuh," gumam Olivia setelah masuk dan mengedarkan pandangannya.


"Keluargamu disana!" Yonas menunjukkan pada Olivia dimana rombongan keluarganya duduk. Ada Mama Audrey, Papa Kyle, Alicia serta Dikta. Mereka duduk di barisan paling depan dan masih ada satu bangku kosong diantara Mama Audrey dan Alicia. Sepertinya untuk Olivia.


"Pergilah kesana! Aku akan cari bangku kosong," titah Yonas pada Olivia yang hanya diam.


Saat itulah, Olivia melihat dua bangku kosong di depannya, dan gadis itu langsung mebarik Yonas untuk duduk disana.


"Halo!" Sambut Olivia setelah duduk dan mengangkat telepon dari Alicia.


"Kakak sudah dimana? Pertandingan hampir dimulai."


"Aku sudah di dalam GOR," jawab Olivia cepat.


"Dimana?"


"Tribun seberang court!" Olivia melambaikan tangan ke arah Alicia yang celingukan dan mencari-cari.


"Itu Abang Yonas yang di sebelah kakak?" Tanya Alicia yang rupanya sudah menemukan dimana Olivia duduk.


"Ya! Kami bertemu di depan tadi," jawab Olivia.


"Yaudah, Kak! Aku kasih tahu mama kalau Kak Via udah datang. Bye!"


"Bye!" Pungkas Olivia seraya menutupi telepon. Dari kejauhan, Olivia melihat Alicia yang sedang memberitahu Mama Audrey dan papa Kyle tentang keberadaan Olivia. Kedua orang tua Olivia itu langsung menatap ke arah Olivia yang masih duduk bersama Yonas. Papa Kyle terlihat hebdak berdiri, namun kemudian seperti dicegah oleh Mama Audrey hingga akhirnya papa kandung Olivia tersebut kembali duduk lagi dan menyaksikan pertandingan.


"Sepertinya Uncle Kyle tidak suka kau duduk bersamaku disini. Ayo aku antar ke sana," ajak Yonas menawarkan.


"Tidak usah!" Jawab Olivia cepat.

__ADS_1


Dua orang itu sama-sama diam untuk beberapa saat dan fokus ke court untuk melihat Riley dan timnya bertanding.


"Kata Mom, kau sudah punya calon suami?" Yonas kembali buka suara dan mengajak Olivia mengobrol saat para pemain sedang time out.


"Apa?" Olivia sedikit kaget dengan pertanyaan dari Yonas.


"Kata Mom, kau sudah punya calon suami dan akan segera menikah. Jangan lupa mengundangku jika kau menikah nanti," ucap Yonas yang langsung membuat Olivia terdiam untuk beberapa saat.


"Kami mungkin akan bertunangan dulu," ujar Olivia akhirnya setelah gadis itu menghela nafas panjang beberapa kali. Ingatan Olivia kembali tertuju pada pertemuan dua keluarga tempo hari antara keluarga Arthur dan keluarga Diba.


"Ezra!"


"Via!" Jawab Via seraya membalas jabat tangan dari pemuda di depannya yang merupakan putra kedua Tante Vale dan Om Arga.


"Kau cantik sekali, Via!" Puji Tante Vale yang tak melepaskan rangkulannya pada Olivia sejak tadi.


"Terima kasih, Tante! Tante Vale juga masih cantik dan awet muda," Olivia balik memuji Tante Vale yang langsung membuat wanita paruh baya tersebut tertawa kecil.


"Ngomong-ngomong, Vaia sudah menikah?" Mama Audrey sedikit mengalihkan obrolan. Vaia adalah kakak dari Ezra sekaligus merupakan putri sambung Tante Vale. Nama panjang Vaia juga Valeria, sama seperti nama panjang Tante Vale. Aneh sekaligus unik karena putri dan ibu sambung itu punya nama yang sama.


"Sudah dan sekarang juga sudah ikut pindah bersama suaminya." Terang Tante Vale.


"Gavin juga jarang pulang karena mengurus bisnis barunya. Hanya Ezra yang sering bolak-balik pulang saja karena kebetulan kafenya masih lumayan dekat dari rumah," timpal Om Arga ikut menjelaskan.


"Gavin abangnya Ezra?" Tanya Olivia.


"Adiknya, Via! Mereka selisih dua tahun sama seperti kau dan Alicia." Jawab Tante Vale.


"Oh, benarkah? Tante keliru berarti," tante Vale kembali tertawa.


"Lalu Alicia mana?" Gantian Om Argadiba yang bertanya.


"Di rumah suaminya. Sedang ngidam juga jadi ya begitulah," jelas Mama Audrey yang langsung membuat tante Vale dan Om Arga mengangguk paham.


"Sebentar lagi menyusul jadi Oma dan Opa, ya!" Goda tante Vale.


"Agar bisa saingan dengan kalian berdua," sahut Papa Kyle sedikit berkelakar.


"Jadi bagaimana, Ezra?" Tanya Tante Vale kembali ke pembicaraan awal tentang rencana perjodohan Ezra dan Olivia. Sejak tadi Ezra hanya diam tanpa berucap sepatah katapun. Sepertinya pria itu benar-benar pendian dalam artian yang sesungguhnya.


"Apanya yang bagaimana, Bund?" Ezra garuk-garuk kepala seraya menatap pada Olivia.


"Ck! Olivia ini masih single, Ezra! Kamu nggak tertarik?" Tanya Tante Vale to the point.


"Yakin single? Kan dia belum bilang, Bund!" Jawab Ezra mencari-cari.


"Ya ampun!" Tante Vale berdecak dan sedikit gemas pada sang putra.


"Via masih single, Ezra! Dia belum punya pacar. Bukan begitu, Via?" papa Kyle yang akhirnya menjawab sekaligus bertanya pada Olivia agar Ezra yakin.

__ADS_1


"Iya, Pa!" Jawab Olivia setengah hati. Olivia juga tidak tahu kenapa, tapi Olivia merasa kalau dia tidak sedang berstatus single sekarang.


Tapi kalau berpacaran, Olivia berpacaran dengan siapa? Hubungan Olivia dan Yonas saja gantung tak jelas.


Ezra terlihat menimbang-nimbang.


"Bagaimana kalau kami saling mengenal dulu sebelum lanjut ke jenjang yang lebih serius?" Tanya Ezra akhirnya mengajukan usul.


"Begitu juga lebih baik, Ezra!" Jawab Papa Kyle cepat.


"Atau kalian bertunangan dulu saja!" Tante Vale mengajukan usul lain.


"Apa tidak terlalu mendadak, Vale?" Sergah Mama Audrey yang sepertinya sedikit keberatan. Mama Audrey seolah paham tentang Olivia yang masih bimbang dengan perasaannya pada Yonas. Atau entahlah.


"Hanya bertunangan, Audrey! Dan itu juga hanya sekedar ide. Biar nanti Ezra dan Via yang memutuskan," tutur Tante Vale.


"Ezra pedekate dengan Olivia dulu saja, Bund!" Jawab Ezra akhir memberikan keputusan.


"Begitu juga tidak apa-apa, Ezra! Agar kamu tidak memikirkan kafe terus dan membuat bunda cemas," tante Vale tertawa kecil.


"Ck! Bunda berlebihan!" Ezra berdecak.


"Mulai besok tinggal di rumah Opa berarti, ya! Biar bisa pedekate sama Via," ujar Om Arga sedikit menggoda sang putra.


"Kafe Ezra bagaimana, Yah?"


"Nanti Bunda dan ayah yang urus! Kamj disini bantu-bantu di Rainer's Resto!" Sahut Tante Vale cepat.


"Ben sudah pensiun?" Tanya Papa Kyle sedikit berkelakar.


"Om Ben sedang honeymoon bersama Tante Ayunda, Om!" Sahut Ezra seraya tertawa kecil.


"Mau membuat adik lagi untuk si kembar apa, ya," Mama Audrey ikut menimpali dan semuanya sontak tertawa.


"Nanti kita honeymoon juga dan membuat adik untuk Riley!" Ujar Papa Kyle yang langsung berhadiah cubitan dari Mama Audrey dan semuanya kembali tertawa.


.


.


.


Ada yang kangen sama keluarga Rainer?


Dulu kayaknya ada yang nyuruh jodohin anaknya Kyle sama anaknya Vale gara-gara Kyle nggak jadi nikah sama Vale, ya?


🤣🤣


Terima kasih yang sudah mampir.

__ADS_1


Jangan lupa like biar othornya bahagia.


__ADS_2