
"Kak!" Panggilan Alicia,bersamaan dengan pintu kamar yang dibuka dari luar.
"Abang Yonas sudah datang," lapor Alicia pada Olivia yang masih memoleskan lipstik di bibirnya.
Meskipun hati Olivia sedang tak karuan, karena masalah Ethan dan Ruby tadi, tapi malam ini Olivia sudah janji pada Yonas untuk menemani pria itu menghadiri pernikahan salah satu rekannya.
"Sebentar!" Jawab Olivia seraya mematut sekali lagi penampilannya di depan kaca. Setelah memastikan tak ada yang salah, Olivia segera meraih clutch-nya dan keluar dari kamar.
"Mau ke acara pernikahan?" Tebak Alicia yang berjalan beriringan dengan Olivia.
"Ya!"
"Oh, ya! Kata Mama kemarin kau sudah mulai ngidam?" Olivia menghentikan sejenak langkahnya dan iseng mengusap perut Alicia.
"Hanya asam lambung naik," Alicia meringis.
"Ini si merah malah datang juga," raut kekecewaaan nampak jelas di wajah adik Olivia tersebut.
"Yasudah, jangan terlalu dipikirkan! Mungkin masih disuruh honeymoon bersama Dikta," hibur Olivia seraya mengusap punggung sang adik.
"Tapi minggu depan sudah anniversary pernikahan kami yang pertama, Kak!" Alicia masih terlihat sedih.
"Apa Dikta mempermasalahkannya?" Tanya Olivia penuh selidik. Alicia langsung menggeleng.
"Kata Dikta kalau rezeki nanti juga akan datang di waktu yang tepat," jawab Alicia lirih.
"Tepat!"
"Jangan terlalu banyak pikiran, dan nikmati saja dulu semuanya," hibur Olivia sekali lagi berusaha menguatkan Alicia.
"Iya, Kak!" Alicia langsung memeluk Olivia, dan dua wanita itu lanjut tirun ke lantai bawah karena Yonas sudah menunggu sejak tadi.
Yonas sedang mengobrol bersama Ppaa Kyle dan Mama Audrey saat Olivia turun dan menghampiri mereka bertiga di ruang tengah.
"Sudah siap, Via?" Tanya Mama Audrey yang langsung menyambut Olivia.
"Sudah, Ma!"
"Cantik sekali! Yonas sampai melongo," kekeh Papa Kyle yang langsung membuat Yonas tersipu.
"Silahkan, Yonas!" Mama Audrey membimbing Olivia agar mendekat ke arah Yonas.
"Malam ini menghadiri acara pernikahan dulu, nanti bulan depan Kak Via dan Abang Yonas yang jadi pengantinnya," celetuk Alicia menggoda sang kakak.
"Aamiin!" Sahut Yonas cepat.
"Kami langsung berangkat, Aunty, Uncle!" Pamit Yinas selanjutnya pada Mama Audrey dan Papa Kyle.
"Hati-hati mengemudi, dan nanti jangan lupa mengantar Via pulang!" Pesan Papa Kyle yang langsung membuat Yonas tertawa kecil.
"Siap, Uncle!"
Olivia menggamit lengan Yonas, dan keduanya segera menuju ke mobil Yonas yang terparkir di depan teras.
Ponsel Olivia langsung berdering, saat gadis itu baru masuk ke dalam mobil Yonas.
Ethan menelepon?
Olivia buru-buru mengangkat telepon dari sepupunya tersebut.
__ADS_1
"Ethan-" Olivia belum selesai menyapa Ethan, saat sepupunya itu sudah memotong cepat.
"Via, kirimkan alamat apartemen Ruby sekarang!"
"Kau mau kesana? Menemui Ruby? Lalu Brigita bagaimana?" Cecar Olivia pada Ethan.
"Brigita baru saja mengirim pesan suara dan dia sudah pergi bersama Marcell."
"Brigita membatalkan pertunangan kami. Dia akan menikah dengan Marcell."
"Cepat kirimkan alamat apartemen, Ruby, Via!"
"Baiklah!" Jawab Olivia sebelum kemudian telepon ditutup oleh Ethan.
Olivia segera mengetikkan alamat apartemen Olivia di ponselnya, lalu mengirimkannya pada Ethan.
"Ada apa?" Tanya Yonas yang sudah duduk di belakang kemudi.
"Ethan akhirnya akan kembali bersama Ruby dan tak jadi menikah dengan gadis lain," jawab Olivia dengan wajah berbinar. Berbeda dengan Yonas yang terlihat bingung.
Ethan?
Ruby?
"Ethan sepupumu yang dokter kemarin itu?" Tanya Yonas masih bingung.
"Iya!"
"Dan Ruby adalah kekasihnya. Mereka sudah saling mencintai sejak masih balita atau bahkan sejak baru lahir." Olivia tertawa kecil.
"Kisah cinta yang menarik sepertinya. Aku pikir kemarin itu Ethan adalah mantan pacarmu." Gantian Yonas yang tertawa kecil.
"Aku kan tidak tahu!" Kilah Yonas mencari alasan.
"Iya!"
"Kita berangkat sekarang?" Yonas sudah menyalakan mesin mobil.
"Bisa kita mampir ke apartemen Ruby sebentar untuk memastikan kalau Ethan dan Ruby sudah berbaikan?" Pinta Olivia yang langsung diiyakan oleh Yonas.
****
"Ini apartemennya?" Tanya Yonas saat Olivia sedang menekan bel di depan apartemen Ruby.
"Ya! Semoga Ethan sudah sampai dan tidak kesasar."
Olivia menekan bel sekali lagi karena pintu tak kunjung dibuka.
"Mungkin mereka sudah pergi, Sayang!" Ujar Yonas menerka-nerka. Pria itu juga sudah melingkarkan lengannya di pinggang Olivia.
Pintu akhirnya dibuka dari dalam. Ada Ruby yang berdiri di belakang pintu.
"Via?" Ruby terlihat kaget.
"Hai, Ruby. Maaf aku mengganggu," Olivia menyapa dengan canggung. Apa Olivia baru saja mengganggu sebuah moment penting antara Ethan dan Ruby?
Jangan bilang mereka mau mengulang kejadian tujuh tahun lalu di kamar hotel saat kemudian mereka terpergok oleh Rumi.
Baiklah! Itu bukan urusan Olivia!
__ADS_1
Bukankah Ruby dan Ethan sudah sama-sama dewasa sekarang?
"Sama sekali tidak! Masuklah-" Ruby mbelum menyelesaikan kalimatnya saat Olivia sudah memotong dengan cepat.
"Tidak usah! Aku hanya ingin memastikan apa Ethan sudah sampai disini dan menjelaskan semuanya?" Tanya Olivia sedikit khawatir.
"Aku disini, Via!" Seruan Ethan dari dalam apartemen yang langsung membuat Olivia mendes*h lega.
"Syukurlah! Dan tolong jangan bertengkar lagi!" Olivia sedikit menggeliat karena Yonas tiba-tiba sudah menyusupkan kepalanya di pundak Olivia.
Ya ampun!
Tidak bisakah Yonas sedikit mengurangi tingkah mesumnya ini?
"Diamlah dulu!" Sentak Olivia akhirnya dengan nada galak pada Yonas yang bucin akut.
"Kau sudah selesai belum? Ayo kita pergi!" Ajak Yonas yang sudah ganti mengeratkan dekapannya pada Olivia.
"Ini makanan!" Olivia cepat-cepat mengangsurkan kantung warna putih yang tadi ia bawa pada Ruby.
Tadi Olivia berinisiatif membawakan makanan karena mungkin dia sahabatini kelaparan setelah bertengkar atau melakukan hal lain.
Hal lain?
Sudahlah! Olivia tak mau memikirkannya.
"Terima kasih," jawab Ruby yang langsung mengulas senyuman.
"Aku pergi dulu! Bye!" Pamit Olivia akhirnya seraya melambaikan tangan ala kadarnya pada Ruby. Yonas terus saja mendekap erat Olivia seolah takut Olivia akan terbang tertiup angin jika tidak ia dekap.
Dasar bucin!
Samar-samar masih bisa Olivia dengar tawa dari Ruby, sebelum ia dannYinas masuk ke dalam lift.
"Kau itu kenapa?" Tanya Olivia merasa heran pada Yonas
"Aku mencintaimu!" Yonas mengecup mesra pipi Olivia. Masih bagus tak ada orang lain di dalam lift.
"Aku juga mencintaimu," Balas Olivia yang langsung membuat Yonas tersenyum lebar.
Setelah meninggalkan apartemen Ruby, Yonas dan Olivia langsung menuju ke lokasi acara.
Yonas baru selesai memarkirkan mobil, saat ponsel pria itu berdering.
"Aku angkat telepon sebentar," izin Yonas pada Olivia yang hendak turun. Olivia tak jadi turun dan menunggu Yonas selesai berbicara di telepon.
"Halo!" Sambut Yonas.
"Tuan muda! Nyonya terserempet mobil!"
"Apa?"
.
.
.
Terima kasih yang sudah mampir.
__ADS_1
Jangan lupa like biar othornya bahagia.