Cinta Olivia

Cinta Olivia
YONAS MILIKKU!


__ADS_3

"Zack! Jangan sakiti Olivia!" Teriakan Yonas dari teras rumah Opa Satria langsung membuat Haezel, Opa Nick, Opa Satria serta Oma Naya berlari keluar untuk menghampiri Yonas.


"Yonas, ada apa? Via mana?" Cecar Opa Nick pada Yonas yang baru sana akan masuk ke dalam mobilnya.


"Zack membawa pergi Olivia! Dia menyamar menjadi sopir Olivia, Opa!" Lapor Yonas dengan nada panik.


"Brengsek!" Umpat Haezel yang langsung menyusul masuk ke dalam mobil Yonas. Tanpa menunggu lagi, Yonas langsung tancap gas mengejar mobil Olivia yang tadi dikemudikan oleh Zack


"Kau tahu kira-kira pria maho brengsek itu membawa Via kemana?" Tanya Haezel pada Yonas yang sedang fokus mengemudi seraya mencari keberadaan mobil Olivia.


"Aku tidak tahu! Zack punya banyak rahasia yang tak aku ketahui!" Jawab Yonas frustasi.


"Itu mobil Via!" Seru Haezel yang langsung membuat Yonas menepikan mobil, lalu menyeberang ke sebuah tanah kosong dimana mobil Olivia terparkir. Sayangnya mobil sudah kosong dan tak ada tanda-tanda keberadaan Olivia.


Haezel berusaha menghubungi nomor Olivia, namun rupanya ponsel Olivia tergeletak di dalam mobil dan sepertinya sengaja ditinggalkan oleh Zack, agar Yonas maupun Haezel tidak bisa melacak keberadaan Olivia.


"Bugh! Bugh!"


Tiba-tiba terdengar suara dari bagasi belakang mobil Olivia. Haezel dan Yonas buru-buru membuka bagasi tersebut dan rupanya sopir Olivia yang asli yang berada di dalam bagasi dengan kondisi tangan dan kaki yang terikat serta mulut disumpal kain.


"Pak Yonas! Ada orang jahat yang mau menculik Nona Via!" Lapor sopir tersebut setelah Yonad melepaskan ikatan serta sumpalan kain di mulut sopir Olivia tersebut.


Benar-benar laporan yang terlambat!


"Ya! Dan dia sudah berhasil menculik Olivia sekarang!" Jawab Haezel sedikit kesal.


"Kau bertemu pria itu dimana?" Tanya Yonas penuh selidik.


"Di depan kantor anda, Tuan! Tadi setelah Nona Olivia menelepon seorang pria memukul tengkuk saya, lalu mengambil ponsel saya dan saya tak ingat lagi."


"Saat saya sadar, saya sudah di dalam bagasi mobil," cerita sopir Olivia yang langsung membuat Haezel dan Yonas saling bertatap pandang.


"Zack masih membawa ponsel pak sopir!" Cetus Yonas dan Haezel berbarengan.


"Berapa nomor Pak Sopir?" Tanya Haezel cepat yang langsung meminta nomor kontak sopir Olivia tersebut untuk melacak keberadaan Zack dan Olivia.


Cukup lama Haezel mengutak-atik ponselnya untuk mencari keberadaan ponsel Pak sopir yang dibawa oleh Zack.


"Bagaimana, Haezel?" Tanya Yonas harap-harap cemas.


"Sedikit lagi...." Haezel bergumam sambil jarinya tak berhenti bergerak di atas layar ponselnya.


"Dapat!" Cetus Haezel seraya menunjukkan pada Yonas sebuah area di maps yang ditampilkan oleh layar ponselnya.


"Mereka pasti di sekitar area ini!" Ucap Haezel penuh keyakinan.


"Tidak terlalu jauh dari sini. Tapi itu area terpencil. Sebaiknya kita bergegas sebelum Zack melakukan sesuatu yang bisa mencelakai Olivia!" Yonas menepuk punggung Haezel dan baru saja akan masuk ke mobil, saat kemudian pria itu mengurungkan niatnya, lalu kembali menghampiri sopir Olivia.


"Bapak pulang saja dan jangan beritahu Aunty Audrey maupun keluarga Arthur lain tentang apa yang terjadi pada Olivia! Saya dan Haezel yang akan mengurusnya," titah Yonas yang langsung membuat pak sopir mengangguk.


"Baik, Pak!"


Yonas lanjut masuk ke dalam mobil, menyusul Haezel yang sudah terlebih dahulu masih dan sedang bicara pada Opa Nick di ujung telepon. Opa Olivia itu pasti khawatir sekali.

__ADS_1


"Kami sedang menuju ke lokasi, Opa! Nanti Ezel kabari lagi!" Pungkas Haezel bersamaan dengan mobil Yonas yang sudah melaju pergi


****


Olivia mengerjapkan kedua matanya saat gadis itu merasakan kepalanya yang berdentum sangat sakit. Ini semua gara-gara obat sialan yang tadi dibekapkan oleh Zack yang langsung membuat Olivia pingsan.


Zack!


Brengsek!


Olivia langsung bangun dan mencoba menggerakkan tangannya saat gadis itu menyadari kalau kini tangan dan kakinya sedang diikat.


"Sial!" Umpat Olivia kesal.


"Sudah bangun?" Olok Zack dari jok depan seraya tertawa meremehkan.


"Kau mau membawaku kemana?" Tanya Olivia galak yang bisa merasakan kalau mobil Zack melaju sangat kencang. Sepertinya mereka sedang melaju di jalan tol.


"Apa perlu aku jawab?" Zack kembali tertawa terbahak-bahak.


"Keparat! Baj*ngan!" Maki Olivia pada Zack.


"Kau bisa mengumpat ternyata!" Ejek Zack sekali lagi.


"Lepaskan aku, Pria maho sialan!" Gertak Olivia sekali lagi berteriak-teriak di dalam mobil Zack.


"Tidak akan!"


Kadang manis merayu, tapi kadang menjelma jadi monster penjerat seperti yang ia lakukan pada Yonas.


Atau mungkin Zack juga seorang psikopat?


"Yonas itu kekasihku sejak dulu dan tak seorangpun boleh mengambilnya dariku, termasuk kau!" Zack berucap dengan berapi-api sambil berulang kali memukul roda kemudi hingga mobil sedikit oleng. Olivia refleks menjerit.


"Kau suka?" Zack yang mendengar jeritan Olivia kembali mempermainkan roda kemudi dan sengaja menjalankan mobil secara zigzag.


"Zack! Hentikan!" Teriak Olivia yang berusaha menjaga keseimbangan tubuh dengan dua tangan dan kaki yang terikat semua.


Dasar Zack sialan.


"Zack!" Teriak Olivia saat ada sebuah truk melaju dari arah berlawanan dengan jarak yang sangat dekat.


Wussss!


Truk hampir menyerempet mobil Yonas dan pria gay psikopat itu malah tertawa terbahak-bahak. Jantung Olivia sudah hampir meloncat keluar dari rongganya dan gadis itu seolah lupa caranya bernafas.


"Zack mengemudilah pelan-pelan!" Olivia memperingatkan Zack.


"Kau siapa memangnya? Kenapa mengatur-ngatur?" Zack kembali menyetir zigzag dan Olivia yang tak siap, sontak langsung terombang-ambing di jok belakang hingga sekujur tubuhnya terbentur sana sini.


Dasar Zack baj*ngan!


"Zack!" Teriak Olivia lagi saat lagi-lagi mobil Zack berpapasan dengan truk kontainer dengan jarak yang amat sangat dekat.

__ADS_1


"Hahahahaha! Kau takut?"


"Kau takut, Olivia?" Olok Zack seraya tertawa penuh kemenangan. Sementara Olivia yang duduk di jok belakang hanya bisa mengumpat berulang-ulang.


"Ayo kita buat permainan yang lebih menyenangkan lagi!" Zack membelokkan mobilnya keluar dari jalan utama, lalu menerobos ladang jagung dan kemudian berhenti di dekat sebuah rel kereta api yang membentang di sekitar ladang jagung.


Klakson kereta terdengar dari kejauhan, dan Zack sudah tersenyum licik sekarang.


"Permainan baru saja dimulai, Olivia!" Zack menyeringai pada Olivia sebelum kemudian mendorong gadis itu keluar dari mobil layaknya karung pasir.


Bugh!


Tubuh Olivia sukses membentur tanah dan rasa nyeri langsung terasa di sekujur tubuhnya.


Zack terus menendang Olivia yang tak bisa banyak bergerak, mendekat ke arah rel kereta api.


"Zack kau mau apa?" Olivia mulai berteriak panik dan mulai meronta, saat suara klakson kereta terdengar begitu memekakkan telinga. Jarak kereta sudah sangat dekat dengan Olivia sekarang.


"Zack!" Teriak Olivia seraya memejamkan kedua matanya, saat roda besi kereta terasa menggesek rel yang berada tepat di samping Olivia dan hanya berjarak beberapa senti saja. Zack yang menyaksikan adegan tersebut hanya tertawa terbahak-bahak seolah merasa puas karena berhasil membuat Olivia ketakutan.


Kereta sudah selesai melintas dan tubuh Olivia langsung gemetaran, saat Zack menghampiri gadis tersebut.


"Takut?" Tanya Zack dengan seringai liciknya.


"Baj*ngan keparat kamu!" Maki Olivia yang sudah sangat marah pada Zack.


"Itu belum seberapa!"


"Kereta selanjutnya akan melintas sepuluh menit lagi." Zack melihat ke arloji yang melingkar di pergelangan tangannya.


"Bagaimana kalau kita uji kekuatan kakimu?" Zack tertawa terbahak-bahak dan menyeret tubuh Olivia yang masih terikat ke atas rel kereta api.


"Zack!"


"Zack! Berhenti!" Olivia memohon namun rasanya semua itu hanya sia-sia karena kini tubuh Olivia malah dibaringkan oleh Zack di atas rel kereta api.


"Maaf, aku berubah pikiran!"


"Aku akan langsung mengirimmu ke neraka saja naik kereta jalur cepat!"


Zack tertawa terbahak-bahak, saat sebuah mobil tiba-tiba berhenti di dekat mobilnya dan tatapan pria psikopat itu langsung berubah nyalang.


"Zack! Lepaskan Olivia!"


.


.


.


Terima kasih yang sudah mampir.


Jangan lupa like biar othornya bahagia.

__ADS_1


__ADS_2