
"Zack! Lepaskan Olivia!" Teriak Yonas yang sudah turun dari mobil, lalu menghampiri Zack. Haezel juga ikut turun dan ikut mendekat ke arah Zack serta Olivia yang kini terbaring di atas rel dengan tangan dan kaki yang terikat. Gadis itu terus meronta dan menggeliat serta berusaha untuk meloloskan diri.
"Aku tidak akan melepaskannya! Dia pantas mati, Yonas!"
"Dia sudah membuat kau berpaling dariku!" Zack berucal penuh emosi.
"Bukan Olive yang membuat aku berpaling! Tapi aku sendiri yang sejak dulu memang jijik padamu!" Jawab Yonas tegas dan blak-blakan.
"Tidak mungkin!" Sergah Zack tak percaya.
"Kita saling mencintai sejak dulu-"
"Dalam mimpimu!" Potong Yonas cepat seraya berteriak keras.
"Aku pria normal dan aku tak pernah menyukai seorang pria!"
"Aku hanya mencintai Olivia!" Ucap Yonas tegas dan lantang.
"Aku akan membunuh wanita menjijikkan itu kalau begitu-" Zack menoleh ke arah Olivia dan pria itu langsung murka saat mendapati Haezel yang sedang berusaha melepaskan ikatan di tangan dan kaki Olivia. Rupanya ajakan debat Yonas tadi hanya pengalihan.
__ADS_1
Dasar sialan!
"Ezel awas!" Teriak Olivia saat Zack tiba-tiba sudah menghantam tengkuk Haezel dengan balok kayu yang entah darimana. Yonas yang berusaha mencegah juga terlambat dan Haezel langsung terkapar tak sadarkan diri.
Yonas menerjang Zack dan langsung memukuli pria itu dengan membabi buta. Cukup sudah Yonas pasrah selama ini dan menjadi pria yang lemah. Yonas harus melawan Zack malam ini agar Olivia bisa selamat.
Tuuut! Tuuut!
Suara peluit kereta api disertai sorot lampu yang menyilaukan mulai terdengar dari kejauhan. Olivia yang masih terbaring di atas rel kereta berusaha sekuat tenaga untuk melepaskan ikatan di tangannya yang sudah sedikit longgar karena bantuan Haezel tadi.
Sementara Yonas dan Zack masih saling baku hantam di pinggir rel.
Tuuut! Tuuut!
"Via! Cepat pergi dari situ!" Teriak Yonas yang masih berusaha menangkis pukulan dari Zack yang begitu kuat dan bertubi-tubi. Sementara Olivia masih berusaha melepaskan ikatan di kakinya yang sudah diikat ke atas rel oleh Zack sialan.
"Via!" Teriak Yonas yang berusaha untuk mendorong Zack agar menjauh dari tubuhnya. Yonas bangun dengan susah payah, lalu langsung menghampiri Olivia dan membantu gadis itu melepaskan ikatan tali di kakinya.
"Biarkan wanita itu mati!" Zack sudah ikut bangun dan menarik Yonas yang sedang membantu Olivia. Namun Yonas menyentak sekuat tenaga dan terus membantu Olivia
__ADS_1
"Yonas!" Zack masih berusaha mencegah Yonas saat akhirnya simpul terakhir di kaki Olivia berhasil Yonas lepaskan dan kereta sudah sangat dekat.
"Via!" Yonas langsung mendekap Olivia dan mengajak gadis itu berguling ke sisi lain rel kereta saat kereta hampir sampai. Zack yang berusaha menggapai Yonas malah justru tersambar kereta hingga tubuh pria itu terpental jauh dan tercerai berai menjadi beberapa bagian hingga akhirnya berserakan di area ladang jagung.
Yonas mendekap erat Olivia seraya memejamkan matanya seolah tak mau melihat apa yang terjadi pada Zack. Tangis Olivia langsung pecah di dekapan Yonas dan tubuh gadis itu gemetar hebat.
"It's okay!" Bisik Yonas masih sambil mendekap tubuh Olivia bersamaan dengan kereta yang akhirnya selesai melintas. Suasana di area ladang jagung tersebut seketika menjadi sunyi.
Samar-samar hanya terdengar isak tangis Olivia yang masih bersembunyi di dalam dekapan Yonas, lalu suara binatang malam yang perlahan mulai terdengar bersamaan dengan langit yang sudah berubah menjadi hitam.
Malam sudah menjelang.
.
.
.
Jangan lupa nafas.
__ADS_1
Terima kasih yang sudah mampir.
Jangan lupa like biar othornya bahagia.