
Olivia langsung menuju ke rumah Youbel setelah pulang sekolah untuk memastikan kalau pacarnya yang urakan itu baik-baik saja dan tidak sedang sakit atau mengalami hal buruk. Youbel terlihat sedang bermain basket sendirian di halaman rumahnya saat Olivia tiba.
Beep beep!
Olivia membunyikan klakson sebelum kemudian gadis itu turun dan Youbel langsung berlari menghampiri Olivia.
"Hai!" Sapa Youbel yang langsung tersenyum sumringah melihat Olivia datang.
"Kenapa tidak masuk sekolah? Kau sakit?" Cecar Olivia seraya memindai Youbel dari ujung kaki hingga ujung kepala.
"Aku kesiangan tadi," jawab Youbel seraya meringis.
"Biasanya juga terlambat," sergah Olivia yang terlihat begitu khawatir.
"Iya tadi aku juga mengantar Mom ke bandara karena Mom ada pekerjaan di luar kota sampai lusa."
"Sama kecapekan habis tanding kemarin," Youbel menjelaskan beberapa alasan. Pemuda itu memainkan bola basket di tangannya sebelum lanjut bicara pada Olivia.
"Kamu khawatir, ya?" Goda Youbel.
"Apa kamu masih harus tanya?" Olivia berdecak kesal.
"Iya, maaf! Tapi kamu jadi punya alesan buat ngapelin aku, kan?" Goda Youbel lagi.
"Ish! Siapa juga yang ngapelin kamu!"
"Aku mau pulang!" Olivia sudah berbalik dan hendak pergi, saat Youbel mencegat langkah gadis itu.
"Buru-buru amat! Ayo main basket dulu!"
"Udah bisa, kan?" Ajak Youbel seraya melepaskan tas selempang Olivia lalu melemparnya sembarangan.
"Nggak bisa! Kamu main aja sendiri!" Sergah Olivia malas.
"Nggak asyik main sendiri!"
"Ayo aku ajari lagi!" Paksa Youbel seraya melemparkan bola basket pada Olivia yang langsung kaget.
"Fokus!" Youbel memberikan semangat untuk Olivia.
"Aku nggak mau main, Youbel! Kenapa kamu maksa, sih?" Rengut Olivia yang bibirnya mengatakan tidak mau main tapi tangan malah asyik memantul-mantulkan bola. Dasar aneh!
__ADS_1
"Oper sini!" Komando Youbel yang langsung membuat Olivia melemparkan bola ke arah Youbel.
"Udah!" Olivia tak lanjut mengejar Youbel dan malah menyingkir dari lapangan.
"Kok udah! Kamu belum mencetak skor!" Youbel menghampiri Olivia masih sambil mendribble bola di tangannya.
"Ayo, Olive!" Ajak Youbel kembali memaksa.
"Atau mau aku angkat biar kamu bisa melakukan dunk?" Tawar Youbel yang langsung membuat Olivia menggeleng.
"Kamu aja yang melakukan dunk! Aku mau lihat," tantang Olivia pada Youbel.
"Tapi nanti main bentar, ya! Temani aku!" Youbel mengajukan syarat.
"Iya! Buruan!" Sergah Olivia tak sabar.
Youbel segera mengambil posisi sedikit jauh, lalu pemuda itu berlari dan melakukan tembakan slam dunk, dilanjutkan bergelantung di ring basket.
"Huuuu!" Seru Youbel sebelum kemudian ia melepaskan kedua tangannya dari ring dan mendarat dengan mulus.
"Keren, kan?" Pamer Youbel pada Olivia yang langsung bertepuk tangan, lalu mengacungkan kedua ibu jarinya ke arah Youbel.
"Keren!"
"Aku nggak bisa, ih!" Olivia sudah berbalik meninggalkan Youbel, lalu duduk di teras rumah Youbel.
"Tadi bilangnya mau nemenin main bentar, Liv!" Tagih Youbel yang sudah menyusul Olivia.
"Males! Panas! Haus!"
"Kamu nggak bikinin aku minum, gitu?" Olivia mengipas-ngipaskan tangannya karena kepanasan.
"Mbaaak! Bawain es buat Olive!" Teriak Youbel pada maid di rumahnya.
Olivia hanya berdecak dengan tingkah bossy Youbel. Dasar!
"Ujian kan udah selesai. Ngapain sih masih harus ke sekolah?" Tanya Youbel dengan nada malas.
"Bahas acara perpisahan," jawab Olivia.
"Kapan acaranya?"
__ADS_1
"Ya nanti habis pengumuman! Masa iya belum dinyatakan lulus udah mau merayakan saja," Olivia terkekeh dan Youbel ikut terkekeh juga.
"Trus rencananya mau ngadain acara dimana?" Tanya Youbel lagi kepo.
"Di hotelnya Papa," jawab Olivia cepat yang langsung membuat Youbel bersiul.
"Nanti kita buka-bukaan soal hubungan kita, ya! Kan udah mau lulus," usul Youbel yang langsung membuat Olivia tampak berpikir.
"Udah, nggak usah mikir. Bilang iya aja apa susahnya!" Youbel mengacak rambut Olivia dan langsung membuat pacarnya itu merengut.
"Penting kamu datang dulu!" Tikas Olivia penuh harap.
"Ya pasti datanglah! Nanti aku jemput!" Youbel ganti mentowel pipi Olivia bersamaan dengan maid yang sudah datang membawa minuman serta camilan untuk Olivia.
"Udah minum dan makan camilan, lanjut main basket lagi!" Ajak Youbel yang sudah merangkul pundak Olivia.
"Nggak mau! Aku mau pulang!" Sergah Olivia yang langsung menyentak rangkulan Youbel. Dan bangkit berdiri lalu mengambil tasnya.
"Tapi kau tadi sudah janji, Olive!" Gerutu Youbel seraya menyusul langkah Olivia yang sudah hampir sampai di mobilnya.
"Ayo main sebentar sebelum kamu pulang!" Paksa Youbel yang sudah mencegat Olivia yang hendak membuka pintu mobil.
"Ck! Kenapa maksa, sih?" Gantian Olivia yang menggerutu.
"Ya biar kamu pinter main basket juga," kekeh Youbel seraya menarik tangan Olivia dan mengajak gadis itu kembali ke tengah court. Youbel lalu melemparkan bola basket ke arah Olivia.
"Hap!" Olivia sigap menangkap bola basket yang dilemparkan oleh Youbel.
"Itu udah pinter! Ayo lanjut!" Ajak Youbel selanjutnya yang akhirnya tak mampu ditolak lagi oleh Olivia. Youbel dan Olivia memulai pertandingan one X one mereka meskipun lebih banyak candaan dan gelak tawa. Menjelang sore, Olivia baru meninggalkan rumah Youbel.
Youbel melemparkan bola basketnya ke ring sekali lagi, sebelum pemuda itu menuju ke teras dan mengambil botol minumnya Youbel meneguk air di dalam botol hingga tersisa sedikit, saat mendadak pemuda itu merasakan pandangannya yang sedikit kabur dan berkabut.
Youbel mengucek-ngucek kedua matanya dan bangkit berdiri, saat dunianya mendadak berputar dan kepala Youbel terasa sakit sekali.
Youbel memegangi kepalanya yang terasa ingin pecah sebelum kemudian tubuh pemuda itu ambruk ke lantai. Youbel jatuh pingsan di teras rumahnya.
.
.
.
__ADS_1
Terima kasih yang sudah mampir.
Jangan lupa like biar othornya bahagia.