Cinta Olivia

Cinta Olivia
AKHIRNYA


__ADS_3

Yonas masih diam seraya berusaha mencerna cerita tentang batalnya rencana pertunangan Olivia dan Ezra. Olivia dan Yonas saat ini sudah duduk di tepi kolam renang di halaman belakang kediaman Arthur yang sepi. Para tamu undangan sedang menikmati acara di halaman depan dan teras. Semuanya seolah memberikan kesempatan untuk Yonas dan Olivia agar bisa bicara berdua.


"Jadi kau dan Ezra tidak jadi bertunangan ataupun menikah?" Yonas memastikan sekali lagi dan Olivia langsung menggeleng dengan yakin.


"Ini undangan pernikahan Ezra dan Joanna. Mereka ingin kita berdua datang," tutur Olivia seraya menunjukkan sebuah undangan pada Yonas.


"Lusa?" Gumam Yonas setelah membaca undangan Ezra dan Joanna. Padahal gadis itu masih duduk di kursi roda dan kakinya belum pulih. Tapi lusa malah sudah mau menikah. Lucu sekali!


"Ezra sebenarnya sudah minta pada Dad-nya Joanna agar acara pernikahan diundur sampai Joanna pulih. Tapi Joanna katanya tidak mau dan memaksa untuk tetap menikah lusa." Olivia mengendikkan kedua bahunya.


"Gadis yang keras kepala," gumam Olivia lagi.


"Sama sepertimu," timpal Yonas yang langsung membuat Olivia menoleh dan menatap tidak senang pada Yonas.


"Kau keras kepala." Ucap Yonas sekali lagi.


"Apa maksudmu?" Sergah Olivia tak terima.


"Iya kau keras kepala dan tetap saja mencintai pria yang sudah membuatmu kecewa, padahal kau sangat bisa mendapatkan pria lain-" Kalimat Yonas terhenti begitu saja karena Olivia yang tiba-tiba sudah mendaratkan bibirnya di bibir Yonas.


Apa!


Yonas sedikit shock dengan tindakan spontan Olivia tersebut dan otak pria itu mendadak jadi blank sekalipun Olivia sudah berhenti mencium bibirnya. Yonas bahkan lupa dirinya tadi mau mengatakan apa pada Olivia.


"Kau sendiri yang kemarin mengatakan kalau tidak ada gadis lain di hati dan hidupmu selain Olivia!"


"Lalu kenapa aku harus mencari pria lain?" Ucap Olivia seraya menatap Yonas dengan lekat hingga membuat pria menjadi salah tingkah.


"Kau memang yang pertama sejauh ini dan aku juga mau kau menjadi yang terakhir, Via." Ucap Yonas akhirnya seraya menggenggam lalu mengecup kedua tangan Olivia.

__ADS_1


"Katakan dengan lantang kalau begitu!" Pinta Olivia yang langsung membuat Yonas mengernyit dan sedikit tidak paham.


"Katakan dengan lantang di depan semua orang, termasuk di depan Mama dan Papa," Olivia memperjelas kalimatnya.


"Tentu!" Jawab Yonas yang akhirnya paham. Yonas meraba cincin untuk Olivia yang masih tergantung di lehernya sebagai bandul kalung.


"Firasatku benar adanya, kan?" Yonas mengerling sombong pada Olivia sebelum kemudian pria itu menarik kalungnya dan melepaskan cincin untuk Olivia.


Yonas menggenggam tangan Olivia, lalu mengajak gadis itu masuk ke dalam rumah. Mereka melintasi ruang makan serta dapur, lalu terus ke ruang tengah, ruang tamu, dan ke teras dimana semua orang sedang menikmati acara malam ini.


Semuanya seolah memberikan jalan untuk Olivia dan Yonas hingga dua orang itu kini sudah berdiri di tengah-tengah tempat acara, tepat di sebelah kue ulang tahun Olivia yang menjulang tiga tingkat.


Semua tamu undangan yang hadir malam ini, sudah berdiri mengelilingi Yonas dan Olivia. Tak ada yang buka suara, seolah mereka sedang memberikan kesempatan untuk Yonas mengungkapkan perasaannya pada Olivia.


Yonas menghela nafas dan menatap sejenak pada Mom Karin, Mama Audrey serta Papa Kyle seolah meminta izin. Setelah ketiga orang tua tersebut mengangguk, Yonas segera berlutut di depan Olivia sembari menyodorkan cincin di tangannya ke arah Olivia.


"Olivia Abraham Arthur, maukah kau menikah denganku?" Tanya Yonas dengan suara yang lantang dan tegas. Olivia langsung memejamkan kedua matanya, lalu menutup wajah dengan kedua tangan.


Suasana masih hening dan semua orang termasuk Yonas masih menunggu jawaban dari Olivia yang kini matanya terlihat berkaca-kaca. Gadis itu tengah terharu sekarang.


"Ya." Olivia mengangguk.


"Aku mau menikah denganmu, Yonas!" Lanjut Olivia memberikan jawabannya. Semua tamu yang hadir langsung bersorak seolah ikut merasakan kebahagiaan Olivia. Yonas menyematkan cincin ke jari manis Olivia, lalu pria itu memeluk erat Olivia.


Sangat erat, seolah Yonas tak ingin melepaskannya lagi!


Ya, Yonas tak akan pernah melepaskan Olivia lagi. Yonas akan terus berjuang dan berusaha membuat Olivia bahagia.


"Happy birthday!" Ucap Yonas seraya mencium kening Olivia yang masih tersenyum bahagia dan seolah tak mau lepas dari rangkulan Yonas.

__ADS_1


"Ini hadiahnya?" Tanya Olivia sembari menunjukan jari manisnya serta cincin dari Yonas yang sudah tersemat di sana.


Yonas menggeleng.


"Ada satu lagi."


Yonas mengeluarkan sesuatu dari saku celananya yang ternyata adalah sebuah kalung.


"Aku sudah punya," Olivia mengingatkan Yonas serta menunjukkan kalung pemberian Youbel yang masih ia pakai.


"Yang ini dariku, yang itu dari Youbel," jelas Yonas seraya memakaikan kalung bertuliskan Olivia tersebut ke leher Olivia. Berbeda dengan kalung dari Youbel yang berbandul hati. Kini Olivia memakai dua kalung di lehernya dari dua pria yang ia cintai.


"Terima kasih!" Ucap Olivia seraya mengalungkan kedua lengannya ke leher Yonas.


"Kau bahagia?"


"Sangat!" Jawab Olivia yang langsung menghambur ke dalam dekapan Yonas.


"Pernikahan Olivia dan Yonas akan digelar dua minggu dari sekarang!" Papa Kyle memberikan pengumuman pada semua tamu undangan yang hadir. Semuanya langsung bertepuk tangan dan merasa tak sabar menyaksikan pernikahan Olivia dua minggu mendatang.


.


.


.


Oke, silahkan kembali dua minggu lagi bawa kado dan amplop untuk Olivia dan Yonas.


Terima kasih yang sudah mampir.

__ADS_1


Jangan lupa like biar othornya bahagia.


__ADS_2