
"Via!" Panggil Ruby saat Olivia baru saja akan masuk ke dalam mobilnya.
"Ada apa? Mau pulang bareng?" Tanya Olivia seraya menutup kembali pintu mobil dan menghampiri Ruby yang berjalan bersama Ethan.
"Enggak! Aku bareng Ethan. Kami mau nonton pertandingan basket ke GOR. Kamu nonton juga, kan?" Ruby balik bertanya pada Olivia.
"Emmmm nggak tahu," Olivia menggaruk kepalanya yang tak gatal.
"Ayo nonton aja! Biar Youbel semangat main dan sekolah kita bisa menang!" Celetuk Ethan sok tahu.
"Apa hubungannya! Aku sama Youbel aja nggak pacaran!" Sergah Olivia sedikit bersungut.
"Lah, yang bilang kalian pacaran emangnya siapa? Kok kamu salah tingkah begitu? Jangan-jangan--"
"Jangan-jangan apa? Udah, ah! Aku mau pulang!" Olivia semakin salah tingkah karena tadi malah keceplosan mengatakan kalau ia dan Youbel tidak pacaran. Padahal tak ada yang tanya juga.
"Nggak mau nonton Youbel, Via?" Tanya Ruby sekali lagi seraya mengetuk kaca jendela mobil Olivia.
"Nggak! Kalian nonton sendiri sana!" Jawab Olivia ketus seraya memakai sabuk pengamannya.
"Lah, ketua OSIS masa gitu! Nggak mau semangatin tim sekolahnya," celetuk Ethan yang hanya membuat Olivia berdecak.
"Udahlah, Eth! Nggak usah dipaksa juga. Ayo kita berangkat sebelum telat!" Ajak Ruby akhirnya pada Ethan. Dua remaja itu sudah meninggalkan mobil Olivia dan menujubke mobil Ethan yang juga terparkir di halaman sekolah. Tak berselang lama, mobil Ethan sudah meluncur meninggalkan halaman parkir sekolah.
Olivia menghela nafas panjang dan memukul-mukul stir mobilnya karena mendadak merasa bimbang. Semalam Olivia sudah berjanji pada Youbel untuk datang menonton hari ini. Lalu kenapa tadi Olivia malah mengatakan pada Ethan dan Ruby kalau ia tak mau menonton?
Lalu kalau Olivia tetap datang ke GOR, mau ditaruh di mana muka Olivia.
Ya ampun!
Pacaran backstreet gini amat!
Olivia malah jadi ribet sendiri.
Kriing kriing!
Dering telepon di ponsel Olivia membuat gadis itu tersentak kaget. Nama Youbel terpampang nyata di layar ponsel Olivia sekarang. Pasti pemuda itu mau memastikan apa Olivia sudah sampai ke GOR apa belum.
"Halo!" Jawab Olivia sedikit malas.
"Sudah sampai, Sayang?"
__ADS_1
"Masih di halaman parkir sekolah!" Olivia sedikit merengut.
"Lah! Pertandingan dimulai sebentar lagi! Buruan ke GOR! Bareng Ethan sama Ruby kalau nggak tahu jalannya biar nggak tersesat!"
"Udah tahu jalannya! Ethan sama Ruby juga udah berangkat duluan tadi." Jawab Olivia sedikit bersungut.
"Trus kenapa nggak bareng? Aku kan nggak bisa jemput, udah mau tanding bentar lagi."
"Iya nggak usah jemput! Aku kesana sendiri!"
"Hati-hati, dan buruan kesini!"
"Iya,matiin dulu teleponnya! Bagaimana aku mau nyetir kalau kamu masih nyerocos di telepon begini? Dasar aneh!" Gerutu Olivia kesal.
"Aneh aneh gini pacar kamu, lho, Sayang! Bye, Mmmuah! Hati-hati nyetirnya!"
Olivia hanya memutar bola mata dengan kalimat pamitan Youbel yang selalu lebay.
Setelah menyimpan ponselnya, Olivia lanjut mengemudikan mobilnya keluar dari halaman parkir dan menuju ke GOR basket tempat pertandingan akan berlangsung sore ini.
****
Olivia merapatkan hoodie jaket yang menutupi kepalanya, sembari mengedarkan pandangan ke setiap sudut tribun penonton untuk mencari keberadaan Ethan dan Ruby. Tak terlalu sulit, karena dua remaja lebay itu kini duduk bersama siswa SMA 5 lain yang membawa spanduk dukungan untuk tim basket SMA 5.
Olivia baru saja akan menuju ke tempat duduk yang kosong, saat ponselnya kembali berdering.
"Ha-"
"Sudah dimana?"
Belum juga Olivia selesai mengucapkan halo, sudah dipotong oleh Youbel.
"Di dalam GOR. Lagi nyari tempat duduk kosong," jawab Olivia sedikit berdecak.
"Di tribun utara apa selatan?"
"Utara! Di baris belakangnya anak-anak SMA Permata." Terang Olivia lagi.
"Lah, kok nggak gabung sama anak-anak SMA 5? Mau dukung Dikta memangnya?"
"Sembarangan! Aku dukung kamu! Aku pakai hoodie kuning cerah, lagi nyamar ceritanya," Olivia sedikit terkikik.
__ADS_1
"Ck! Yaudah! Nanti jangan pulang dulu, ya! Kita pulang bareng."
"Iya!"
"Udah, aku tutup dulu teleponnya. Bye, Sayang!"
"Bye!" Pungkas Olivia seraya menyimpan kembali ponselnya. Namun Olivia lupa memperhatikan langkahnya, hingga gadis itu tersandung dan tak sengaja jatuh ke pangkuan seorang pria berkemeja.
Oh, ya ampun!
Tapi sepertinya bukan siswa sekolah. Atau mungkin ini guru SMA Permata?
"Maaf, Bang!"
"Eh, Pak!" Olivia sedikit salah tingkah saat meminta maaf pada pria yang berekspresi datar tersebut.
"Lain kali hati-hati!" Pesan pria itu seraya membantu Olivia untuk bangun dari pangkuannya.
"Iya! Sekali lagi saya minta maaf, Pak!" Olivia mengulangi permintaan maafnya. Dan pria di depannya tersebut hanya mengangguk.
Olivia lanjut mengesarkan pandangannya untuk mencari bangku kosong, karena bangku yang yadi hendak ia tuju sudah ditempati penonton lain, gara-gara Olivia terlibat drama menabrak pria berkemeja.
Namun tak ada bangku tribun yang kosong.
"Disini kosong," ujar pria yang tadi Olivia tabrak yang langsung membuat Olivia membulatkan bola matanya.
"Disini," pria itu tertawa kecil seraya menunjuk ke bangku disebelahnya yang ternyata memang masih kosong.
"Duduk saja! Pertandingan mau mulai," ucap pria itu lagi yang langsung membuat Olivia duduk dan tak membantah lagi. Daripada harus duduk bersama Ethan dan Ruby lalu mendapat ledekan sepanjang pertandingan.
"Siswi SMA 5, ya?" Tanya pria berkemeja di sebelah Olivia tadi.
"Iya," jawab Olivia singkat dan pria tadi hanya manggut-manggut, lalu keduanya sudah fokus pada pertandingan dan tak mengobrol lagi.
.
.
.
Terima kasih yang sudah mampir.
__ADS_1
Jangan lupa like biar othornya bahagia.