
"Pergilah! Lalu aku akan membuat Olivia-mu itu celaka seperti apa yang sudah aku lakukan pada Mommy tirimu!" Teriak Zack saat Yonas hendak pergi dan mengabaikan sapaan Zack sinting yang memanggil dirinya "kekasih"
Menjijikkan!
"Jadi kau-" Yonas berbalik, lalu dengan cepat menghampiri Zack.
"Kau yang sudah membuat Mom kecelakaan?" Yonas menatap tak percaya pada Zack. Pria itu bahkan sudah mengangkat tinggi tangannya dan siap untuk memukul Zack, namun gerakan Zack lebih cepat dan dia sudah terlebih dahulu menahan tangan Yonas.
"Tentu saja aku yang melakukannya. Dan aku juga akan melakukannya pada Olivia, jika kau tidak menuruti kemauanku sekarang!"
"Kira-kira, kecelakaan apa yang cocok untuk gadis yang sudah lancang menyentuhmu itu? Terpanggang hidup-hidup di dalam mobil sepertinya menarik." Zack tertawa licik dan seolah sedang mengejek Yonas sekarang.
"Jangan melakukan apapun pada Olivia! Jangan menyakitinya! Jangan mengganggunya!" Yonas memperingatkan Zack dengan penuh emosi. Pria itu masih berusaha untuk berontak dari cekalan Zack yang begitu kuat.
"Lakukan apa yang kukatakan kalau begitu!" Zack menatap sengit pada Yonas, sebelum kemudian tatapaberubah cepat menjadi tatapan genit menggoda.
Dasar iblis!
Monster!
Kenapa dulu Yonas bisa terjebak hubungan bersama pria menjijikkan ini?
"Kau menjijikkan!" Gumam Yonas akhirnya. Zack malah tertawa mengejek.
"Lalu kau apa kalau aku menjijikkan? Bukankah kita sama?" Ejek Zack pada Yonas.
"Kita tidak sama!" Sergah Yonas tegas.
"Aku pria normal dan aku bukan sepertimu!" Sambung Yonas lagi seraya menatap sengit pada Zack.
"Tidak perlu menyangkalnya!"
"Kita adalah pasangan dan tak ada yang bisa memisahkan kita berdua, Yonas!" Zack mengusap wajah Yonas dan tebtu saja Yonas memilih untuk langsung memalingkan wajahnya.
"Ayo bersenang-senang!" Ajak Zack yang sudah mulai melucuti bajunya sendiri dan baju Yonas tentu saja.
"Lakukan atau kau mau aku memanggang Olivia hidup-hidup bersama kedua orang tuanya."
"Tuan dan Nyonya Arthur, ya?" Zack menyeringai dengan licik.
"Jangan pernah menyentuh Olivia ataupin mengganggu keluarganya!" Yonas memperingatkan Zack sekali lagi.
"Lakukan kalau begitu! Dan berhentilah mencumbu Olivia karena semua wanita itu menjijikkan, Yonas!"
__ADS_1
"Kau itu yang menjijikkan!" Balas Yonas menatap marah pada Zack.
"Aku kekasihmu!" Zack mendorong tubuh Yonas agar pria itu berlutut di depannya.
Yonas masih diam dan memejamkan kedua matanya, saat gertakan serta ancaman Zack membuat pria itu kembali harus melakukan sesuatu yang sangat sangat ia benci.
Meskipun dulu Yonas sudah pernah melakukannya bersama Zack! Tapi setelah dirinya mulai jatuh cinta pada Olivia, Yonas sudah berjanji pada dirinya sendiri untuk berhenti melakukan ini!
Yonas sudah bertobat!
Yonas ingin meninggalkan hal menjijikkan ini!
Tapi kenapa Zack tak pernah mau melepaskan Yonas?
Kenapa Zack masih saja mengganggu dan mengusik hidup Yonas?
Dan kini Yonas terpaksa harus mengingkari janjinya sendiri!
Maaf, Via!
Hati Yonas tak berhenti menggumamkan penyesalan serta permintaan maaf pada Olivia serta Youbel atas hal menjijikkan yang kini ia lakukan.
"Lakukan sepenuh hati!" Perintah Zack tegas sambil sesekali pria itu melenguh.
Tapi Yonas juga tidak mau sesuatu yang buruk terjadi pada Olivia maupun keluarganya. Zack bukan sembarang penjahat. Koneksi pria ini banyak dan aksinya selalu rapi. Zack mungkin juga sudah lama mengintai Olivia dan mengulik semua informasi tentang gadis itu.
Yonas bodoh!
Seharusnya ia tak terlalu mengumbar hubungannya dengan Olivia!
Seharusnya ia melindungi Olivia dan bukan malah menyeret gadis itu dalam bahaya!
Braak!
Suara pintu apartemen yang dibanting dengan keras membuat Yonas menghebtikan kegiatannya. Pun dengan Zack yang langsung memicing curiga. Pria itu meraih jubahnya, lalu berjalan cepat ke arah pintu depan yang kini tertutup rapat. Zack mengedarkan pandangannya ke sekeliling pintu untuk mencari jejak atau sesuatu yang mungkin mencurigakan, hingga akhirnya pandangan mata Zack tertumbuk pada ponsel Yonas yang bergetar di atas meja, serta sebuah cincin yang berada di atas ponsel. Zack langsung tersenyum licik dan membawa dua benda itu pada Yonas yang sudah memakai kembali bajunya.
"Aku rasa Olivia-mu baru saja memergoki tentang pacarnya yang menjijikkan!" Zack memamerkan cincin yang pernah Yonas lingkarkan di jari manis Olivia.
"Brengsek!" Umpat Yonas yang langsung menyambar cincin tersebut dari tangan Zack dan memeriksanya dengan detail.
"Dimana kau menemukannya?" Tanya Yonas membentak Zack.
"Diatas ponselmu di meja depan!" Zack ganti menunjukkan ponsel Yonas.
__ADS_1
Yonas baru ingat tentang ponselnya yang memang tertinggal di rumah sakit. Yonas benar-benar tak menduga kalau Olivia mengantar ponsel itu dan mungkinkah Olivia....
Olivia melihat yang tadi Yonas lakukan bersama Zack!
Tidak mungkin!
Ini tidak mungkin!
Yonas menyambar ponselnya yang masih dipegang oleh Zack dan hendak melesat keluar dari apartemen, saat lengan kuat Zack kembali menarik, lalu membanting tubuhnya ke atas lantai. Zack langsung menindih Yonas tanpa ampun.
"Selesaikan dulu bl*wjobmu!"
****
Olivia mengusap kasar seluruh tubuhnya dengan shower dan sabun. Berulang-ulang,
hingga kulit putih gadis itu memerah dan mulai tergores serat serat shower.
Olivia kembali menangis tergugu di bawah guyuran air dingin yang kini menerpa tubuhnya. Gadis itu terduduk di dalam kamar mandi sembari menjambak-jambak rambutnya sendiri, lalu kembali mengusap kasar kulitnya, bibirnya, apapun bagian dari tubuhnya yang pernah disentuh oleh Yonas.
Olivia merasa jijik!
Benar-benar merasa jijik!
"Kau menjijikkan, Yonas!" Teriak Olivia frustasi!
"Kenapa!"
"Kenapa aku harus mengenal pria menjijikkan sepertimu?"
.
.
.
Salahkan othornya!
Bikin konflik gini amat 😌
Terima kasih yang sudah mampir.
Jangan lupa like biar othornya bahagia.
__ADS_1