Cinta Olivia

Cinta Olivia
YOUBEL KEMANA?


__ADS_3

"Baru pulang, Bel?" Sapa Mom Karin pada Youbel yang baru tiba di rumah. Pemuda itu meletakkan tasnya secara serampangan dan langsung duduk di samping Mom Karin.


"Kok Youbel agak pusing, ya, Mom?" Keluh Youbel seraya memegangi kepalanya.


"Udah makan belum tadi setelah tanding?" Mom Karin buru-buru meletakkan punggung tangannya di kening Youbel untuk memeriksa suhu tubuh putranya tersebut.


"Udah! Makan bareng Olive tadi," jawab Youbel lirih seraya meletakkan kepalanya di pangkuan Mom Karin.


"Mau ke dokter? Atau minum obat?" Tawar Mom Karin.


"Youbel tidur saja sepertinya."


"Hoooaaaam!" Youbel menguap lebar dan masih belum beranjak dari pangkuan Mom Karin.


"Mandi dan ganti baju dulu sana, Youbel!" Titah Mom Karin lembut.


"Bentar," jawab Youbel lirih seraya memejamkan kedua matanya.


"Udah, nanti bablas disini nggak mandi, nggak ganti baju!" Gerutu Mom Karin yang hanya membuat Youbel tertawa masih dengan kedua mata yang terpejam.


"Kan mumpung masih bisa manja-manjaan sama Mom! Nanti kalau Youbel udah pergi jauh, Mom bakal kangen, lho!" Celetuk Youbel yang langsung membuat Mom Karin mengerutkan kedua alisnya.


"Mau kemana pergi jauh?"


"Kuliah, kerja, kan bentar lagi Youbel lulus SMA, Mom!" Jawab Youbel mengingatkan.


"Mau kuliah kemana memangnya? Universitas di kota ini yang bagus ada banyak. Jangan jauh-jauh dari Mom!"


"Tega kamu bikin Mom kesepian," Mom Karin mengusap lembut kepala sang putra.


Youbel tak menyahut lagi dan pemuda itu sudah tertidur di pangkuan sang Mom.


"Dasar bandel!" Gumam Mom Karin seraya tersenyum dan masih mengusap-usap kepala Youbel yang semakin membuat putranya tersebut terlelap.


****


"Boleh nggak, Pa?" Tanya Olivia sedikit ragu. Olivia baru saja memaparkan rencananya untuk mengadakan acara perpisahan sekolah di kafe hotel bersama teman-temannya.


"Boleh, itu juga kan hotel kamu sebenarnya hadiah dari Opa," jawab Papa Kyle yang langsung membuat Olivia tersenyum senang dan memeluk Papanya tersebut.


"Tapi tidak ada acara mabuk-mabukan, ya! Dan acaranya di kafe saja, jangan melebar kemana-mana! Jam sebelas harus sudah pulang semua," Papa Kyle memberikan beberapa syarat.


"Siap, Papa!" Jawab Olivia seraya mengangguk.


"Papa memang yang terbaik!" Olivia merangkul Papa Kyle sekali lagi dan mengecup pipi papa kandungnya tersebut.


"Ada apa ini? Kok peluk-pelukan?" Tegur Mama Audrey yang datang seraya menggendong Riley.


"Peyuk!" Celoteh Riley yang langsung membuat Olivia melepaskan pelukannya pada Papa Kyle dan beralih ke Riley.


"Peyuk Mom Via, yuk!" Ajak Olivia seraya mengulurkan kedua tangannya pada Riley.

__ADS_1


"Peyuk!"


"Peyuk!"


"Mom!" Celoteh Riley tanpa henti.


"Kakak Via!" Mama Audrey mengoreksi sekaligus memberikan Riley oada Olivia.


"Mom Via." Olivia tetap keras kepala.


"Nanti Riley bingung kalau kamu ajari manggil Mom, Via!" Papa Kyle ikut menegur Olivia.


"Biarin! Yang jadi Mom-nya Riley ya biar Via saja!" Jawab Olivia asal.


"Ck! Selalu saja!" Mama Audrey berdecak dan mengacak rambut Olivia yang masih menggendong Riley.


"Tadi ngobrolin apa, Pa?" Tanya Mama Audrey sekali lagi yang sudah duduk disamping Papa Kyle.


"Via mau ngadain acara perpisahan di kafe hotel," jelas Papa Kyle.


"Mentang-mentang ketua OSIS, ya!" Mama Audrey sedikit menggoda sang putri.


"Kan biar berkesan, Ma! Sebelum Via pensiun," celetuk Olivia memberikan alasan.


"Riley, Riley! Jangan ditarik kalungnya Mom!" Olivia berusaha mekepaskan tanga Riley yang menarik-narik kalung pemberian Youbel.


"Sejak kapan kamu pakai kalung, Via? Perasaan kalau Mama belikan kalung nggak pernah mau pakai?" Tanya Mama Audrey yang sudah bangkit berdiri lagi, llau membantu melepaskan tangan Riley yang masih menggenggam erat kalung Olivia.


"Sejak dikasih kalung sama pacarnya," bukan Olivia, melainkan Papa Kyle yang menjawab.


"Udah punya pacar sekarang? Siapa, Pa?" Tanya Mama Audrey penasaran.


"Anaknya Bu Karin," jawab Papa Kyle sok tahu.


"Cuma temen, Pa! Mana ada pacaran!" Olivia masih saja menyanggah.


"Teman apa teman?" Goda Papa Kyle usil.


"Teman tapi mesra katanya, Pa!" Sahut Alicia yang tiba-tiba sudah ikut nimbrung.


"Apa, sih! Sok tahu kamu!" Cibir Olivia pada sang adik.


"Lah, tadi Abang Youbel kan bilangnya begitu," celetuk Alicia tak mau kalah.


"Pacaran boleh, tapi pendidikan nomor satu!" Pesan Mama Audrey pada kedua putrinya.


"Kamu juga, Alice!"


"Siap, Mom!" Jawab Alicia cepat.


"Nanti pas kuliah satu universitas juga sama Dikta?" Tanya Olivia pada sang adik.

__ADS_1


"Enggak!" Jawab Alicia cepat.


"Kenapa?"


"Dikta kuliahnya ke luar kota. Udah dapat beasiswa basket," jelas Alicia yang langsung membuat Olivia membulatkan bibirnya.


"Kata Dikta, Abang Youbel juga ditawari tapi menolak, Kak!" Lapor Alicia selanjutnya.


"Udah tajir. Kuliahnya ya semaunya dia," kekeh Olivia sok tahu.


"Youbel anaknya Bu Karin Van Willer itu, ya, Pa?" Tanya Mama Audrey memastikan.


"Iya yang itu," jawab Papa Kyle seraya manggut-manggut.


"Mungkin Abang Youbel nggak mau LDR juga sama Kak Via. Jadi nggak mau ambil beasiswanya," ujar Alicia menerka-nerka.


"Ck! Sok tahu!" Olivia mengacak rambut sang adik dan obrolan masih terus berlanjut hingga malam menjelang.


****


"Berarti udah disetujui sama Om Kyle, kan?" Tanya Ruby memastikan. Ruby memang yang paling bersemangat dan memberikan ide pada Olivia agar mengadakan acara perpisahan di hotel.


"Udah disetujui dan dapat izin! Senang?" Jawab Olivia dengan nada sedikit lebay.


"Yess! Kita party di hotel!" Ruby langsung bersorak girang. Sementara Olivia masih celingukan ke arah gerbang menunggu Youbel yang tumben belum datang. Pagi tadi juga Youbel tidak menjemput Olivia ke rumah, dan pesan Olivia juga tidak dibalas sejak semalam.


Kemana pacar Olivia yang urakan itu?


"Udahan sidaknya, Via! Ayo ke kelas!" Ajak Ruby selanjutnya pada Olivia.


"Emmm, bentar lagi. Kamu duluan sana!" Jawab Olivia yang malah mengusir Ruby.


"Nungguin siapa, sih? Youbel? Kemarin dia rangkul-rangkulan sama cewek di GOR basket. Mesra gitu."


"Kamu, sih! Diajak nonton nggak mau!" Lapor Ruby panjang lebar yang benar-benar ingin membuat Olivia tertawa terbahak-bahak sekarang.


Itu aku, Ruby!


Teriak Olivia dalam hati.


"Udah ayo masuk! Mungkin Youbel bolos karena capek habis tanding kemarin," ajak Ruby lagi seraya menarik lengan Olivia.


Olivia tak mengelak lagi dan akhirnya masuk ke kelas karena bel tanda masuk sekolah juga sudah berbunyi. Dan Youbel tetao tak terlihat batang hidungnya hingga gerbang utama sekolah ditutup oleh security.


Youbel kemana?


.


.


.

__ADS_1


Terima kasih yang sudah mampir.


Jangan lupa like biar othornya bahagia.


__ADS_2