Cinta Olivia

Cinta Olivia
JANGAN MENEMUINYA!


__ADS_3

Olivia menatap pada cairan infus yang menetes dari dalam botol, lalu masuk ke dalam selang dan terus mengalir menuju ke pembuluh vena di tangan Olivia. Gadis itu menolehkan kepalanya saat terdengar pintu ruangan yang dibuka dari luar. Mama Audrey masuk ke dalam kamar perawatan dengan raut wajah khawatir.


"Via!" Mama Audrey yang pertama menghampiri Olivia dan langsung memeluk sang putri.


"Aduh! Pelan-pelan, Ma!" Keluh Olivia saat Mama Audrey tak sengaja menindih pundak kanan Olivia yang masih nyeri. Sepertinya karena bantingan dari Zack saat pria itu menurunkan Olivia dari atas mobil layaknya karung pasir tadi.


"Mana yang sakit? Mama panggil dokter, ya?" Tanya Mama Audrey khawatir.


"Nggak usah, Ma! Cuma nyeri sedikit,", tukas Olivia cepat. Mama Audrey menghela nafas dan langsung merapikan rambut Olivia yang sedikit berserakan di wajahnya.


"Haezel bagaimana, Ma? Apa dia baik-baik saja?" Tanya Olivia yang mendadak ingat pada Haezel yang sempat terkena hantaman balok kayu dari Zack.


"Ya. Haezel baik-baik saja dan tidak ada luka serius. Hanya memar saja di kepala belakang karena hantaman benda tumpul," jelas Mama Audrey yang langsung membuat Olivia mend*sah lega.


"Tidak bertanya kondisi Yonas? Dia yang sudah membawa kau dan Haezel ke rumah sakit," tanya Mama Audrey sekaligus memberitahu Olivia. Namun Olivia hanya menggeleng samar karena Olivia masih merasa marah pada pria itu.


Entah marah entah benci Olivia juga tidak tahu!


Pintu kamar perawatan kembali terbuka dan kali ini Papa Kyle yang masuk bersama Opa Nick. Apa mungkin Opa Nick sudah menceritakan semua tentang Yonas pada Papa Kyle? Wajah Papa Kyle terlihat tegang.


"Bagaimana kondisimu?" Tanya Papa Kyle seraya mengecup kening Olivia.


"Sudah baikan, Pa!"


"Via sudah boleh pulang?" Tanya Olivia penuh harap. Olivia tidak suka berbaring di atas bed perawatan ini karena pikirannya langsung ingat pada Youbel.


Ah, Youbel!


Olivia lagi-lagi rindu pada kekasihnya itu.


"Kenapa buru-buru?" Tanya Opa Nick yang ganti menghampiri Olivia, dan mengusap lembut kepala gadis tersebut.


"Apa perlu mama panggilkan Yonas agar kau tidak sedih?" Mama Audrey sudah mengambil ponselnya dari dalam tas dan hendak menghubungi Yonas, saat Papa Kyle mencegah dengan cepat.


"Audrey, tidak usah!"


"Kenapa memang? Mungkin saja Via rindu pada Yonas." Mama Audrey sedikit bingung pada sikap Papa Kyle.


"Via tidak rindu pada Yonas! Benar begitu kan, Via?" Papa Kyle menatap tegas pada Olivia seolah memberi kode kalau Papa Kyle sudah tahu semua tentang Yonas serta hubungannya bersama sesama pria.


"Iya, Pa!" Jawab Olivia lirih.


"Ini sebenarnya ada apa, Kyle? Kenapa kau seolah melarang Olivia bertemu dengan Yonas? Bukankah mereka akan menikah sebentar lagi?" Cecar Mama Audrey merasa bingung.


"Olivia tidak akan menikah dengan Yonas sampai hasil tes darah Yonas keluar dan Olivia mengambil keputusan!" Ucap Papa Kyle tegas.


"Hasil tes darah apa? Lalu keputusan apa? Jelas-jelas Olivia sudah dilamar oleh Yonas dan mereka akan-"


"Mama sudah cukup!" Potong Olivia sudah dengan mata yang berkaca-kaca.


"Via tak akan menikah dengan Yonas dalam waktu dekat," Lanjut Olivia lagi menahan gumpalan sesak di dadanya.


"Via hanya ingin sendiri sekarang!" Ujar Olivia lagi seraya menarik selimut, lalu menutupkannya hingga kepala, kemudian gadis itu berbalik dan memunggungi semua orang. Olivia menangis tergugu di dalam selimut dan hatinya kembali dilanda kebimbangan.

__ADS_1


Haruskan Olivia memaafkan Yonas dan melupakan semua hal menjijikkan yang pernah terjadi diantara Yonas dan Zack?


Atau Olivia pergi saja dan memutuskan semua hubungan dengan Yonas serta Mom Karin. Tapi kenapa hati kecil Olivia seolah menolak pilihan kedua. Olivia masih mencintai Yonas!


Tidak! Ini pasti ilusi belaka!


Olivia benci pada Yonas!


Olivia membenci Yonas!


"Kyle ini sebenarnya ada apa?" Tanya mama Audrey bingung.


"Ayo keluar dan akan kuceritakan semuanya," ajak Papa Kyle seraya membimbing Mama Audrey untuk keluar dari kamar perawatan Audrey.


Opa Nick ikut keluar dan segera pamit pulang karena Olivia sudah baik-baik saja. Semua kasus tentang Zack juga sudah selesai, meskipun Haezel masih bertekad menyelidiki tentang orang dalam kepolisian yang pernah mem-back up Zack.


****


Yonas pulang ke rumah Mom Karin dengan raut wajah lesu serta penampilan yang sudah tak karuan. Beberapa bagian wajah Yonas juga terlihat lebam kebiruan karena perkelahiannya dengan Zack tadi.


"Malam, Mom!" Sapa Yonas pada Mom Karin yang rupanya sedang duduk sendiru di ruang tengah.


"Malam,Yonas! Baru pulang?" Mom Karin mengangkat wajahjya dannwanita paruh baya tersebut langsung kaget saat mendapati Yonas yang wajahnya sedikit lebam.


"Apa yang sudah terjadi, Yonas?" Tanya Mom Karin bingung.


"Kau berkelahi?" Tanya Mom Karin lagi dan Yonas hanya menggeleng samar.


"Zack?"


"Mom sudah bilang untuk tidak usah dekat-dekat dengan Zack! Kenapa kau tidak menuruti kata-kata Mom? Lihat akibatnya!"


"Lalu sekarang Olivia bagaimana? Dia baik-baik saja, kan?" Cecar Mom Karin yang raut wajahnya berubah cemas.


"Via baik-baik saja, Mom! Saat ini masih dirawat di rumah sakit karena ada beberapa luka di tubuhnya," suara Yonas terdengar lirih.


"Terima kasih karena sudah menyelamatkan Olivia! Tapi mulai sekarang, jangan pernah mendekati Olivia lagi!"


"Olivia berhak mendapatkan pria yang lebih baik darimu!"


"Kyle, jangan menghakiminya seperti itu! Dia juga korban dan mrlakukannya dengan terpaksa!" Sergah Opa Nick memberikan pembelaan pada Yonas.


"Kenapa Dad malah membelanya? Jelas-jelas dia seorang gay-"


"Yonas bukan gay, Uncle!" Potong Yonas cepat.


"Yonas hanya mencintai Via dan Yonas terpaksa melakukannya kemarin karena Yonas tidak mau Zack menyakiti Via ataupun keluarga Arthur." Terang Yonas mencoba memberikan pengertian pada Papa Kyle.


"Dia melakukannya karena terpaksa!" Timpal Opa Nick ikut-ikutan membela Yonas.


"Biarkan Olivia sendiri yang memutuskan apa dia masih ingin menerima Yonas atau tidak! Kita tidak perlu ikut campur," nasehat Opa Nick memberikan masukan pada Papa Kyle yang langsung mendengus jengah.


"Baiklah!"

__ADS_1


"Kenapa juga Dad malah membela pria ini!" Sungut Papa Kyle pada Opa Nick.


"Jangan menemui Olivia dulu sampai hasil darahmu keluar dan kau bisa membuktikan kalau kau benar-benar bersih! Olivia yang akan mengambil keputusan untuk memaafkanmu atau tidak!"


"Semoga gadis itu mengambil keputusan yang tepat!" Pungkas Papa Kyle sebelum pria paruh baya itu berbalik dan meninggalkan Yonas yang hanya tertunduk lesu.


Opa Nick menepuk punggung Yonas seolah memberikan semangat agar Yonas tetap tabah.


"Pulang dan istirahatlah, Yonas!


"Yonas! Kenapa kau malah melamun?" Teguran dari Mom Karin menyentak lamunan Yonas tentang ultimatum Papa Kyle tadi agar Yonas tak menemui Olivia sementara waktu.


"Maafkan Yonas, Mom!" Yonas tiba-tiba sudah berlutut di depan Mom Karin, lalu menyandarkan kepalamya di pangkuan wanita paruh baya tersebut dan menumpahkan airmatanya di sana. Yonas tidak tahu kenapa dirinya menangis tapi Yonas hanya ingin menangis sekarang.


"Maaf karena Yonas sudah mengecewakan Mom dan menyakiti Olivia!" Yonas mulai bercucuran airmata.


"Apa yang sebenarnya sudah kau lakukan pada Olivia, Yonas?" Tanya Mon Karin semakin bingung.


"Zack mengancam akan menyakiti Olivia dan keluarganya jika Yonas tak menuruti kemauan pria itu-"


"Kemauan Zack apa?" Mom Karin menangkup wajah Yonas dan menatap ke dalam netra pria dua puluh delapan tahun tersebut yang seolah sudah menyiratkan perbuatan bejat Zack padanya.


"Yonas pria yang menjijikkan, Mom!" Ucap Yonas nyaris tanpa suara.


"Olivia memergoki kami berdua, lalu-" Yonas tak mampu lagi melanjutkan kalimatnya karena bayangan wajah Olivia yang berurai airmata kembali berkelebat di kepalanya. Hati Yonas berdenyut sakit saat mengingatnya karena Yinas yang bahkan tak bisa sekedar memeluk atau menghapus airmata gadis itu.


Yonas terlalu kotor dan menjijikkan untuk Olivia.


"Olivia mungkin tak akan pernah memaafkan Yonas lagi," gumam Yonas begitu lirih dan putus asa.


Mom Karin membimbing putra tirinya itu untuk bangkit dan duduk di sampingnya. Lalu memeluk erat pria yang kini tengah rapuh tersebut.


Seburuk-buruknya Yonas, Mom Karin tak akan menghakimi pria ini karena bagi Mom Karin, Yonas adalah putranya juga seperti halnya Youbel.


"Via pasti memaafkanmu jika memang kalian berjodoh!" Ucap Mom Karin berusaha menghibur Yonas.


"Mom tahu, kau bukan pria seperti itu, Yonas!"


"Kau pria normal dan kau hanya mencintai Olivia," tutur Mom Karin yang hanya membuat Yonas mengangguk-angguk.


"Tetaplah semangat dan jangan langsung putus asa!" Mom Karin menghapus airnata di wajah Yonas.


"Via pasti memaafkanmu."


.


.


.


Terima kasih yang sudah mampir.


Jangan lupa like biar othornya bahagia.

__ADS_1


__ADS_2