Cinta Olivia

Cinta Olivia
PULANGLAH!


__ADS_3

"Youbel masih belum bangun sampai saat ini, Ma!" Ujar Olivia dengan mata berkaca-kaca setelah gadis itu bercerita panjang lebar tentang kondisi Youbel pada Mama Audrey.


"Semuanya akan baik-baik saja, Via! Youbel pasti akan bisa melewati ini semua."


"Kamu terus berdoa saja untuk kesembuhan Youbel, ya!" Nasehat mama Audrey panjang lebar seraya mengusap-usap punggung Olivia yang kini menangis di pelukannya.


"Kamu berdoa terus, ya!" Nasehat Mama Audrey sekali lagi, dan Olivia hanya mengangguk-angguk.


"Momma, napa nais?" Tanya Riley yang sudah menghampiri Olivia serta mama Audrey.


"Momma, mau tue?" Panggil Riley lagi seraya mengusap tangan Olivia dengan tangan kecilnya yang belepotan kue coklat.


Olivia cepat-cepat menghapus airmatanya, lalu membawa Riley ke dalam pangkuan dan mendekap adiknya yang kini berusia dua setengah tahun tersebut.


"Momma janan nais!" Celoteh Riley lagi.


"Momma nggak nangis, kok!" Jawab Olivia masih sambil mendekap Riley.


"Tue!" Riley menyuapkan kue yang sudah tak karuan bentuknya ke mulut Olivia. Gadis itu langsung bisa tersenyum, sekalipun wajahnya masih sembab.


"Kau akan ke rumah sakit lagi nanti?" Tanya mama Audrey seraya membersihkan tangan Riley yang masih belepotan coklat.


"Mungkin sore setelah pulang dari kampus, Ma! Via ada kuliah siang ini," jawab Olivia seraya kembali menyeka airmatanya.


"Kau tahu, Alice baru saja dilamar oleh Dikta." Lapor Olivia pada Youbel sambil sedikit merengut. Berbeda dengan Youbel yang malah mengulas senyum dan sepertinya tak peka.


"Terus?"


"Kok terus?" Olivia semakin merengut.


"Kamu mau aku lamar juga?" Youbel akhirnya peka, namun bibir Olivia tetap saja merengut.


"Nggak, kok! Cuma ngasih tahu!"


"Kuliah dulu yang bener!" Youbel sudah mengusap puncak kepala Olivia.


"Tunggu lulus dan wisuda dulu, lalu-"


"Lalu kau akan melamarku?" Sela Olivia memotong kalimat Youbel. Kedua mata gadis itu terlihat berbinar.


"Kau raih dulu cita-citamu yang ingin jadi apa kemarin itu? Nona direktur?" Youbel kembali mengusap puncak kepala Olivia.


"Pebisnis yang sukses!" Olivia mengoreksi tebakan Youbel.


"Iya, itu!"


"Kau fokus kuliah dulu saja, ya!" Nasehat Youbel sekali lagi.


"Tumben bisa nasehatin aku!" Olivia sedikit mencibir.


"Sesekali ketua OSIS teladan juga butuh nasehat dari siswa yang urakan!" Sahut Youbel yang langsung membuat Olivia terkekeh.


"Kuliah jam berapa, Via?" Pertanyaan dari Mama Audrey, seketika menyentak lamunan Olivia.

__ADS_1


"Hah? Apa, Ma?" Tanya Audrey yang terlihat linglung.


"Kamu ada kuliah jam berapa? Dari tadi mama tanya malah melamun," mama Audrey geleng-geleng kepala dan Olivia langsung melohat arloji di tangannya.


"Nanti jam dua."


"Via akan ke atas dan siap-siap dulu," tukas Olivia akhirnya seraya bangkit dari duduknya.


"Nanti biar diantar sopir dan jangan mengemudi sendiri!" Pesan Mama Audrey yang merasa khawatir pada kondisi Olivia yang menjadi sering melamun.


"Iya, Ma!" Sahut Olivia yang sudah berlari menaiki tangga, menuju ke kamarnya di lantai dua.


****


Tepat jam lima sore, Olivia sudah tiba lagi di rumah sakit. Gadis itu langsung menuju ke kamar perawatan Youbel. Namun saat berbelok di lorong terakhir, Olivia tak sengaja menabrak seorang pria yang mengenakan kemeja khas orang kantoran berwarna biru muda.


"Maaf!" Ucap Olivia cepat tanpa menatap pada pria tadi. Olivia langsung melanjutkan langkahnya menuju ke kamar perawatan Youbel dan pria yang tadi ditabrak oleh Olivia masih terus memperhatikan punggung gadis tersebut, saat kilas demi kilas kejadian beberapa minggu yang lalu kembali melintas di benak pria tersebut.


"Pulanglah, Bang!" Pinta Youbel pada seorang pria yang baru saja membuka pintu apartemen di hadapan Youbel.


"Ada apa datang kesini?" Tanya pria yang dipanggil Abang oleh Youbel tersebut.


"Untuk menyuruh Abang Yonas pulang!" Jawab Youbel cepat seraya merangsek masuk ke dalam apartemen sang abang yang bernama Yonas tersebut. Padahal Yonas belum mempersilahkan Youbel untuk masuk,namun seperti biasa, pemida itu memang keras kepala dan semaunya sendiri.


"Pulang kemana maksudmu? Ini adalah rumahku," jawab Yonas akhirnya setelah pria itu menutup kembali pintu apartemennya, dan menyusul Youbel yang sudah duduk di sofa ruang tengah.


"Pulang ke rumah Mom!" Jawab Youbel tegas.


"Itu?" Youbel tersenyum sinis karena Yonas yang selalu menyebut Mom Karin dengan sebutan itu atau dia. Yonas selalu enggan memanggil Mom pada Mom Karin atau mungkin tante Karin. Aunty Karin.


"Dia bukan mom-ku!" Yonas mengoreksi jawabannya dan Youbel tetap berdecak.


"Bundaku sudah lama meninggal, membawa sejuta luka yang ditorehkan oleh wanita yang kau panggil Mom itu!" Lanjut Yonas lagi.


"Oh, ayolah, Bang! Itu bukan sepenuhnya sakah Mom!"


"Mom juga tidak tahu kalau Dad ternyata sudah punya seorang istri dan anak, saat dulu Mom dan Dad menikah. Mom juga korban disini!" Sergah Youbel dengan nada suara meninggi.


"Tapi seharusnya Mom-mu itu membatalkan pernikahannya atau minta berpisah dari Ayah! Dan bukan malah membujuk Bunda agar mau menerimanya sebagai istri kedua ayah!" Yonas ikut-ikutan emosi sekarang.


"Ayah yang tidak mau melepaskan Mom karena Mom sudah terlanjur hamil." Youbel mengendikkan kedua bahunya.


"Kau tahu apa memangnya? Kau bahkan belum lahir waktu itu!" Sergah Yonas emosi.


"Abang juga masih kecil waktu itu. Masih empat tahun!" Youbel membalikkan kata-kata Yonas dengan cepat.


"Abang hanya terlalu banyak berspekulasi dan termakan omongan dari orang-orang yang sirik dengan hubungan akur Mom dan Bunda!"


"Toh Dad waktu itu juga selalu bersikap adil, dan tak pernah membedakan kasih sayang untuk kita berdua!"


"Mom juga ikhlas merawat Abang setelah kecelakaan yang menimpa Dad dan Bunda, sampai akhirnya Abang sendiri yang memutuskan untuk pergi dari rumah dan memilih tinggal sendiri disini!"


"Padahal Mom selalu membuka pintu rumah dan berharap Abang mau pulang lagi, lalu berkumpul bersama Youbel dan Mom di rumah besar itu lagi!" Beber Youbel panjang lebar yang langsung membuat Yonas diam untuk beberapa saat.

__ADS_1


"Kau kesini hanya untuk membahas hal itu?" Tanya Yonas yang akhirnya kembali buka suara.


"Tentu saja tidak! Youbel punya tujuan lain sekaligus sebuah permintaan," jawab Youbel seraya mengeluarkan sebuah foto dari dalam saku celananya.


"Namanya Olivia! Youbel ingin Abang Yonas menjaganya jika nanti Youbel tidak berumur panjang," ujar Youbel seraya menunjukkan foto Olivia pada Yonas.


"Apa maksudmu tidak berumur panjang? Kau mau kemana memangnya? Bunuh diri?" Tanya Yonas sinis.


Youbel langsung menunjukkan bekas operasi di kepalanya.


"Mereka sudah pernah membelah kepala Youbel sekali."


"Lalu si tumor sialan itu tumbuh lagi, dan mereka akan membelah kepala Youbel lagi!" Jawab Youbel blak-blakan yang langsung membuat Yonas kaget dan membelalakkan kedua matanya.


"Brengsek! Apa yang terjadi padamu?" Tanya Yonas yang sudah merengkuh kedua pundak Youbel dan raut wajah pria itu sudah berubah khawatir.


"Tumor otak stadium akut," jawab Youbel lirih.


"Tolong jaga Mom dan Olivia jika nanti Youbel pergi-"


"Kau tidak akan kemana-mana! Kau pasti sembuh dan jangan membuat permintaan konyol begini!" Sergah Yonas emosi.


"Youbel punya firasat," jawab Youbel yakin.


"Youbel bahkan beberapa kali bermimpi bertemu Dad dan Bunda." Lanjut Youbel lagi.


"Brengsek!"


"Aku tidak bisa menuruti kemauanmu! Kau tidak akan mati!" Yonas benar-benar emosi sekarang.


"Tentu saja abang bisa melakukannya! Bukankah Abang menyayangi Youbel dan Mom selama ini?"


"Abang bahkan selalu menyempatkan waktu untuk menonton pertandingan Youbel!"


"Jika Abang pikir Youbel tidak tahu semua itu, maka Abang salah! Youbel tahu semuanya!" Pungkas Youbel smyang seperti sebuah skakmat untuk Yonas.


"Aku hanya sedang mencari hiburan karena suntuk!" Kilah Yonas mencari alasan yang justru membuat Youbel tertawa kecil. Saat itulah, pintu depan apartemen Yonas terdengar dibuka dari luar. Lalu tak berselang lama terdengar sapaan dari seorang pria yang baru datang.


"Sayang, aku pulang! Apa sedang ada tamu?"


.


.


.


Lho!


🙈🙈🙈


Terima kasih yang sudah mampir.


Jangan lupa like biar othornya bahagia.

__ADS_1


__ADS_2