
Genap enam bulan sudah Youbel pergi tanpa kabar. Olivia memilih untuk tak lagi peduli dan berusaha melupakan pemuda urakan itu saja. Terlebih sekarang Olivia juga sudah mulai masuk kuliah dan pikirannya sudah sibuk dengan berbagai materi kuliah. Setidaknya, Olivia tak perlu terus-terusan meratapi hubungannya yang digantung oleh Youbel.
Hujan masih mengguyur dengan deras saat mobil Olivia masuk ke gerbang utama kediaman Arthur. Olivia langsung menghentikan mobilnya di depan teras, lalu keluar dan tak terlalu menghiraukan seseorang yang mengenakan topi dan duduk di teras rumahnya. Olivia mengambil tas serta laptopnya dari dalam mobil, sebelum kemudian masuk ke teras dan memperhatikan sekilas pria yang masih duduk di teras rumahnya.
Seperti tidak asing! Tapi siapa?
"Maaf, mencari siapa?" Tanya Olivia akhirnya sedikit berbasa-basi pada pria bertopi tersebut.
"Olive," jawab pria itu seraya mengangkat wajahnya dan Olivia langsung diam mematung saat tahu kalau pria itu adalah...
Youbel!
"Hai!" Sapa Youbel lagi seraya membuka topinya, dan raut wajah pemuda itu terlihat tanpa dosa.
Satu bulan lebih tak melihat Youbel, Olivia merasa ada yang berbeda dengan pemuda tersebut.
Tapi apa?
Youbel yang sedikit lebih kurus?
"Olive!" Sapa Youbel sekali lagi seraya mengulas senyum karena Olivia yang masih terlihat diam mematung. Youbel sudah bangkit berdiri dan hendak memeluk Olivia, namun cepat-cepat Olivia menghindar dan menjauh dari Youbel. Olivia mendadak merasa marah pada Youbel yang menghilang tanpa kabar selama beberapa bulan, lalu sekarang tiba-tiba muncul lagi di hadapan Olivia dengan raut wajah tanpa dosa.
"Kau marah?" Tebak Youbel masih dengan raut wajah tanpa dosa.
"Apa kau masih harus bertanya?" Olivia menjawab dengan ketus dan tangan gadis itu sudah bersedekap sekarang.
"Baiklah, aku minta maaf!" Ucap Youbel seraya mendekat ke arah Olivia dan merengkuh kedua pundak gadis itu. Namun Olivia menyentak tangan Youbel dengan cepat.
"Mau apa kesini?" Sentak Olivia galak sebelum kemudian Olivia melepaskan sepatunya dengan tergesa, lalu masuk ke dalam rumah.
"Menemuimu. Apa kau tidak kangen padaku?" Jawab Youbel yang malah semakin membuat Olivia kesal.
"Tidak!" Jawab Olivia cepat dengan nada marah.
"Via, kau sudah pulang? Youbel menunggumu sejak tadi," Seru Mama Audrey yang terlihat keluar dari dapur seraya menggendong Riley.
"Kenapa tidak Mama suruh pulang saja?" Sahut Olivia masih kesal. Olivia mengambil Riley secara paksa dari gendongan Mama Audrey.
"Yak mau!"
"Yak mau!"
Namun Riley menolak dan berontak.
"Olive!" Panggil Youbel yang sejak tadi mengikuti Olivia dan ikut masuk ke dalam rumah.
"Mama akan menidurkan Riley dulu. Dia mengantuk sejak tadi." Pamit Mama Audrey selanjutnya.
"Via juga mau ke kamar-"
__ADS_1
"Via!" Tegur Mama Audrey memberikan isyarat pada Olivia agar bicara baik-baik pada Youbel dan tidak meninggalkannya begitu saja.
"Aku minta maaf, Olive!" Ucap Youbel sekali lagi dan kali ini terlihat penuh sesal.
"Mama akan menidurkan Riley!" Pamit Mama Audrey sekali lagi seraya meninggalkan Olivia dan Youbel di ruang tengah.
Olivia bersedekap, menghela nafas, lalu membanting bokongnya ke atas sofa karena kesal.
"Olive-"
"Via! Namaku Via!" Sergah Olivia tegas menotong kalimat Youbel.
"Olive!" Youbel masih kekeh memanggil Olive. Dasar keras kepala!
"Olive, aku minta maaf karena tidak datang saat acara reuni kemarin." Youbel sudah merengkuh pundak Olivia yang masih bersedekap dan membelakangi Youbel. Pundak Olivia terlihat naik turun, menandakan kalau gadis itu sedang menangis sekarang.
"Olive," panggil Youbel lagi lembut saat kemudian Olivia berbalik dan airmata gadis itu sudah membasahi kedua pipinya.
"Kau kemana saja? Aku mencarimu! Aku mengkhawatirkanmu!"
"Kau tidak menjawab teleponku, kau tidak membaca pesanku, lalu sekarang kau tiba-tiba datang ke rumahku dan berkata, 'Hai, Olive! Apa kau marah?'"
"Kau itu benar-benar keterlaluan!" Olivia meluapkan semua kemarahannya pada Youbel yang masih merengkuh kedua pundaknya.
"Aku minta maaf, oke!" Youbel segera merengkuh Olivia ke dalam pelukannya dan berusaha menenangkan gadis itu.
"Aku mendatangi rumahmu berulang kali karena khawatir, tapi kau tidak ada. Ponselmu juga tidak bisa dihubungi! Kau sebenarnya kemana, Youbel!" Olivia memukul-mukul dada Youbel karena merasa sangat kesal.
"Kau bisa menghubungiku kalau memang ada hal penting! Bukan tiba-tiba menghilang tanpa kabar selama berbulan-bulan!" Potong Olivia masih tetal dengan nada kesal.
"Dan kenapa kau berubah kurus? Apa kau tidak makan selama berbulan-bulan?" Tanya Olivia lagi seraya memindai tubuh Youbel yang kini jadi kurus.
"Lidahku kurang cocok dengan masakan di sana. Aku jadi jarang makan," jawab Youbel berdusta.
"Kau masih marah?" Tanya Youbel lagi seraya merapikan rambut Olivia yang berserakan di wajah gadis tersebut.
"Aku membencimu! Aku kesal padamu!" Rengut Olivia seraya kembali memukul dada Youbel dan pemuda itu malah tergelak sekarang. Memangnya ada yang lucu?
"Mmmm, mau jalan-jalan keluar?" Tawar Youbel berusaha menghibur hati Olivia.
"Apa kau tidak lihat, di luar sedang hujan deras?" Olivia bersungut dan Youbel segera menepuk keningnya sendiri.
"Aku lupa."
"Baiklah, kita ngobrol disini saja," putus Youbel akhirnya.
"Mbaaaak!" Teriak Youbel yang entah sedang memanggil siapa. Maid di rumah Olivia? Memang tuan rumahnya siapa?
"Maid di rumahmu panggilannya apa? Aku haus," Youbel mengusap tenggorokannya sendiri.
__ADS_1
Olivia berdecak dan memanggil maid agar membuatkan minuman untuk Youbel.
"Kau baru pulang kuliah?" Tanya Youbel yang kembali membuka obrolan.
"Ya!" Jawab Olivia singkat.
"Kau sendiri jadinya kuliah di luar negeri?" Tanya Olivia penuh selidik.
"Anggap saja begitu!" Youbel mengendikkan kedua bahunya.
"Kebetulan sedang cuti, jadi aku pulang," lanjut Youbel lagi.
"Kau bahkan tak memberitahuku, dan ponselmu sama sekali tak bisa dihubungi. Pesanku tidak kau baca!" Olivia kembali menggerutu.
"Ponselku hilang saat di perjalanan," ujar Youbel berdusta.
"Tapi sekarang kau sudah bisa menghubungiku lagi," Youbel menunjukkan ponselnya yang selama beberapa bulan kemarin memang tertinggal di dalam kamar dan tak dibawa oleh Mom Karin.
"Kau akan pergi lagi nanti? Berapa lama kau baru pulang lagi?" Cecar Olivia seraya menyandarkan punggungnya ke sofa.
"Tergantung," Youbel cengengesan.
"Tergantung apa?" Tanya Olivia bingung.
"Tergantung kau mau aku tinggal lagi atau tidak," jawab Youbel yang sudah mendekatkan wajahnya ke wajah Olivia.
Olivia memejamkan kedua matanya saat merasakan wajah Youbel yang semakin mendekat ke arahnya, hingga hembusan nafas pemuda itu terasa menerpa wajah Olivia.
Apa Youbel mau mencium Olivia?
"Eheeem!" Deheman dari Papa Kyle yangvbaru tuba di rumah sontak membuat Youbel dan Olivia jadi salah tingkah. Youbel buru-buru menjaga jarak dari Olivia dan menggaruk kepalanya yang tak gatal.
"Sore, Om! Baru pulang?" Sapa Youbel seraya berbasa-basi pada Papa Kyle.
"Ya."
"Lama tidak kelihatan, Youbel!" Papa Kyle sudah menepuk punggung Youbel.
"Benar, sekarang sudah pindah negara?" Tanya Papa Kyle selanjutnya.
"Tidak, Om! Kemarin hanya tinggal sementara karena Mom ada urusan," terang Youbel yang langsung membuat Papa Kyle mengangguk.
Papa Kyle hanya ikut ngobrol sebentar sebelum kemudian papa kandung Olivia itu pamit ke dalam meninggalkan Olivia dan Youbel di ruang tengah.
.
.
.
__ADS_1
Terima kasih yang sudah mampir.
Jangan lupa like biar othornya bahagia.