
Olivia turun dari mobilnya dan menatap pada mobil hitam Yonas yang masih saja sibuk mengawasi dirinya dari kejauhan.
"Perlu kami singkirkan, Nona?" Tawar bodyguard Olivia.
"Tidak! Biarkan saja dan jangan mengusiknya!" Jawab Olivia cepat sekaligus memperingatkan dengan tegas.
"Baik, Nona!"
Olivia lanjut masuk ke dalam.gedung kantor Arthur Company dan tak berselang lama, mobil Yonas juga pergi meninggalkan Arthur Company. Selalu seperti itu!
Olivia langsung menuju ke lantai tempat ruangannya berada karena pagi ini ada meeting dan Olivia masih harus menggantikan Papa Kyle yang belum sampai rumah. Kata Mama Audrey, pesawat sedikit delay, jadi mungkin siang nanti orang tua Olivia itu baru tiba.
"Selamat pagi, Nona Via!" Sapa sekretaris Olivia.
"Pagi! Berkas sudah siap semua?" Tanya Olivia to the point.
"Sebagian berkas masih bearda di ruangan Tuan Kyle, sedangkan Pak Daniel masih belum tiba," jelas sekretaris Olivia.
"Ah, iya! Uncle Daniel sedang tidak ke kantor hari ini karena Aunty Thalia sakit. Biar aku yang mengambil berkasnya," tukas Olivia seraya berbalik dan kembali ke lift, lalu naik satu lantai menuju ke ruangan Papa Kyle. Olivia langsung masuk ke ruang kerja Papanya tersebut dan mencari berkas untuk meeting. Namun saat Olivia sudah menemukan berkas yang ia cari, kedua netra gadis itu tak sengaja menangkap sebuah amplop yang terselip di rak di belakang kursi kerja Papa Kyle. Ada logo sebuah rumah sakit di amplop tersebut.
Olivia yang penasaran segera mengambil dan membukanya. Kata demi kata Olivia baca dengan runut hingga sebuah nama yang tercetak di atas amplop membuat Olivia mengulang membacanya.
Nama: Yonas Van Willer
Usia : 28 tahun
"Didiagnosa negatif dari HIV/AIDS setelah serangkaian tes yang dilakukan." Olivia membaca dengan keras tulisan yang dicetak tebal tersebut.
"Yonas negatif dan bersih," gumam Olivia yang seolah merasakan kelegaan di hatinya. Beban berat yang belakangan ini menghantui serta menghimpit dada Olivia seolah terangkat.
Olivia melipat kembali surat tadi, lalu mengembalikannya ke tempat semula. Gadis itu keluar dari ruangan Papa Kyle dan langsung menuju ke ruang meeting.
****
"Kau datang sendiri?" Tanya Ethan saat Olivia menghampiri Ethan dan Ruby untuk memberikan ucapan selamat sekali lagi pada pasangan tersebut. Hari ini adalah resepsi pernikahan Ethan dan Ruby setelah Uncle Juna merestui hubungan mereka tentu saja!
Sekarang Ethan dan Ruby tak perlu lagi menyembunyikan pernikahan mereka.
"Aku bersama Riley!" Jawab Olivia sok serius.
"Yonas?" Tanya Ethan penuh selidik.
__ADS_1
Olivia hanya diam dan tak langsung menjawab.
"Jangan bilang kalian putus!" Ruby langsung bisa menebak.
"Kami hanya sedang butuh waktu untuk sendiri," Olivia mencari alasan.
"Ck!" Ruby berdecak kecewa.
"Apa masalahmu sebenarnya, Via? Kau ingin jadi perawan tua?" Cecar Ruby tak mengerti.
Olivia tak menjawab dan gadis itu memang sedang tak ingin menjawab. Tatapan mata Olivia langsung tertuju pada Haezel yang baru datang dan wajah sepupu Olivia itu sedikit lesu.
Aneh!
"Aku pergi dulu, Bye!" Pamit Olivia sedikit tergesa seraya meninggalkan Ethan dan Ruby.
"Via! Kau belum menjawab pertanyaanku!" Seru Ruby sedikit kesal namun Olivia hanya abai.
"Haezel!" Panggil Olivia yang langsung membuat sepupunya itu menoleh.
"Hai! Akhirnya kita bertemu!" Haezel langsung memeluk Olivia.
"Kau terlihat kurus?" Gumam Haezel seraya memindai penampilan Olivia.
"Bagaimana perkembangan kasus Zack? Kau jadi menyelidiki tentang orang di belakang Zack?" Tanya Olivia penasaran.
"Ya! Dan aku sudah menemukan jawabannya," Haezel mengusap wajahnya sendiri sedikit kasar.
"Banyak hal luar biasa juga tentang Zack itu selain dia gay dan psikopat!"
"Dia seorang bandar narkoba, pemilik bisnis jual beli anak untuk dijadikan kaum pelangi seperti dirinya. Mengerikan sekali!" Haezel tertawa kecil.
"Lalu orang yang mem-back up Zack? Kau sudah membuka kebusukannya dan menjebloskannya ke penjara?" Tanya Olivia penuh selidik.
"Yang itu..." Haezel garuk-garuk kepala dan terlihat bimbang.
"Hai, Sayang!" Seorang gadis menghampiri Haezel dan sepertinya itu adalah pacar Haezel.
Oh, Pak detektif ini sudah punya pacar rupanya.
"Hai! Kenalkan ini Olivia, sepupuku," ujar Haezel memperkenalkan Olivia pada gadis yang memanggilnya sayang tadi.
__ADS_1
"Via!"
"Cheryl!" Balas pacar Haezel tersebut menyebutkan namanya.
"Nanti aku akan menghubungimu soal tadi," ujar Haezel akhirnya seraya merangkul Cheryl dan seperti sedang menutupi sesuatu.
"Baiklah!" Olivia mengangguk, lalu pamit dari hadapan Haezel dan Cheryl. Olivia sedang tidak mau mengganggu kemesraan pasangan tersebut.
Olivia lanjut mengedarkan pandangannya untuk mencari keberadaan Riley yang entah dimana. Bocah itu, selalu saja menghilang semaunya!
"Kak Via!" Panggil Riley akhirnya pada Olive yang masih mencarinya sejak tadi. Riley berlari ke arah Olivia seraya membawa sebuah bunga di tangannya.
"Riley ketemu Abang Yonas di depan, Kak!" Lapor Riley pada Olivia.
"Apa?"
"Abang Yonas menitipkan ini pada Kak Via!" Riley memberikan bunga di tangannya tadi pada Olivia.
"Dan kata Abang Yonas, akhir pekan nanti dia akan datang menonton pertandingan Riley!" Cerita Riley panjang lebar pada Olivia dengan nada riang.
Olivia melemparkan pandangannya ke pintu utama dan Yonas sudah tak ada di sana. Kenapa Yonas tak masuk saja dan malah hanya menitipkan bunga pada Riley?
Apa pria itu masih jadi seorang pengecut?
"Bunga yang cantik! Dari siapa?" Tanya Alicia kepo yang tiba-tiba sudah menghampiri Olivia.
"Riley yang memberikan," Olivia mengendikkan bahu dan menunjuk ke arah Riley yang ternyata sudah kabur ke meja kue. Dasar!
"Ayo bergabung bersama yang lain, Kak!" Ajak Alicia selanjutnya seraya merangkul Olivia yang hanya mengangguk. Kakak beradik itu kembali berbaur bersama tamu lain di resepsi pernikahan Ethan dan Ruby.
.
.
.
Haezel-Cheryl dibikinin cerita sendiri, nggak?
Atau jadiin extra part disini saja? 🤣🤣
Terima kasih yang sudah mampir.
__ADS_1
Jangan lupa like biar othornya bahagia.