Cinta Olivia

Cinta Olivia
LULUS


__ADS_3

Olivia menatap tak senang pada Youbel yang baru tiba di sekolah lengkap dengan penampilannya yang tak rapi.


"Pagi, Bu Olive!" Saoa Youbel seraya mengulas senyum ke arah Olivia yang kini bersedekap dan menghela nafas.


"Baju dimasukin!" Titah Olivia seraya mengendikkan dagu ke arah baju seragam Youbel yang sebelah masuk dan sebelah keluar.


"Bisa bantu?" Youbel mengerling nakal.


"Nggak!" Jawab Olivia tegas dan Youbel hanya terkekeh.


"Trus ini rambut kenapa nggak disisir?" Olivia ganti memegang rambut Youbel yang berantakan tak karuan, meskipun aromanya wangi.


"Biar nggak ganteng. Takut pacar saya cemburu," jawab Youbel cengengesan.


"Tapi kalau bu Olive mau nyisirin juga nggak apa-apa!" Lanjut Youbel seraya mengulurkan sisir pada Olivia.


Olivia menghela nafas dan akhirnya mengambil sisir dari tangan Youbel, lalu mulai menyisir rambut pemuda itu.


"Baju dimasukin!" Titah Olivia yang tangannya masih menyisir rambut Youbel.


"Kamu yang masukin," jawab Youbel usil.


"Youbel!"


"Baiklah!" Youbel segera memasukkan baju seragamnya ke dalam celana.


"Kancing paling atas perlu dikancingin juga?" Tanya Youbel selanjutnya seraya mengancingkan kancing seragamnya di bagian leher hingga membuat pemuda itu terlihat seperti siswa culun.


Olivia sontak menahan tawa melihat kelakuan Youbel tersebut.


"Lepas saja!" Olivia segera melepaskan kancing bagian leher seragam Youbel.


"Ini kenapa? Kok tangannya di plester-plester?" Tanya Olivia yang baru sadar kalau ada dua plester di tangan Youbel, tepatnya di punggung tangan dan di lipatan siku bagian dalam.


"Habis donor darah semalam," jawab Youbel asal.


"Serius?" Raut wajah Olivia menunjukkan kekhawatiran.


"Iya, serius! Masa bohong?" Youbel terkekeh dan mengacak rambut Olivia, saat tiba-tiba terdengar ledekan dari Ruby yang baru datang.


"Ciyee! Lagi godain bu ketua OSIS, Bel?" Seru Ruby usil.


"Hati-hati, Via! Youbel udah punya pacar! Jangan baper!" Ethan ikut-ikutan berceletuk.


"Maaf, pacar yang mana, ya?" Youbel pura-pura tidak paham dan menuding bergantian pada Ethan serta Ruby.


"Yang di GOR basket kemarin! Nggak usah pura-pura ogeb begitu!" Sahut Ruby sedikit tergelak.


"Oh, yang itu. Kan sama aja yang itu dengan yang-" Olivia refleks menginjak kaki Youbel sebelum pacarnya itu keceplosan.


"Aduuuuh!" Ringis Youbel dengan raut wajah lebay.

__ADS_1


"Udah ayo ke kelas! Mau rapat juga soal perpisahan!" Ajak Olivia akhirnya pada Ethan dan Ruby. Sementara Youbel yang masih meringis kesakitan karena kakinya diinjak oleh Olivia, ditinggal begitu saja.


"Olive!" Cicit Youbel lebay.


****


Hari dan minggu terus berganti.


Tibalah haru dimana hasil kujian akhirnya akan diumumkan. Hanya ada siswa kelas dua belas di sekolah karrna siswa tingkat sepuluh dan sebelas sengaja diliburkan hari ini. Rapalan doa tak berhenti keluar dari bibir masing-masing siswa yang berharap semuanya akan lulus dengan nilai memuaskan.


Olivia masih duduk di tepi lapangan dan memperhatikan Youbel yang masih asyik men-dribble serta melempar bola le dalam ring bersama Rumi dan anggota tim basket sekolah. Sepertinya mereka memang punya cara sendiri untuk mengalihkan rasa gugup menunggu pengumuman kelulusan.


"Acaranya jadi lusa, Via?" Tanya Ruby yang tiba-tiba sudah duduk di samping Olivia.


"Iya!" Jawab Olivia sambil kembali mengalihkan pandangannya ke arah lapangan basket.


"Semua diundang, kan?" Tanya Ruby lagi.


"Iya semua kelas dua belas. Terserah yang mau datang apa nggak, penting semuanya udah aku undang," jelas Olivia lagi.


"Datang bareng siapa, ya?" Ruby terlihat berpikir.


"Sama Ethan, lah! Masih tanya," sahut Olivia seraya memutar bola matanya.


"Maksud aku kamu itu," Ruby terkekeh seolah sedang meledek Olivia.


"Ya sama kamu, sama Ethan, sama Rumi," jawab Olivia sedikit salah tingkah.


"Iya dia kan nanti datang sendiri naik mobil dua pintunya," Olivia menjawab sedikit ketus padahal sebenarnya gadis itu hanya sedang menutupi salah tingkahnya. Masih terngiang di benak Olivia tentang permintaan Youbel yang ingin mengumumkan hubungan mereka berdua nanti saat acara kelulusan.


Olivia mendadak merasa grogi dan belum siap. Olivia pacaran dengan Youbel? Apa kata dunia?


Bugh!


Bola basket yang tiba-tiba melayang ke arah Olivia dan Ruby langsung bisa membuyarkan lamunan Olivia.


"Lempar kesini bolanya, By!" Seru Rumi memberikan perintah pada Ruby.


"Ck! Lihat-lihat kalau lempar! Masih bagus nggak kena kepalaku!" Omel Ruby seraya melemparkan bola dengan kesal ke arah Rumi.


"Siapa suruh duduk disitu!" Cibir Rumi pada sang saudara kembar.


"Mana yang sakit, By?" Tanya Arkan tiba-tiba yang sudah menghampiri Ruby serta Olivia.


"Nggak ada! Orang nggak kena apa-apa!" Jawab Ruby seraya menyentak tangan Arkan yang hendak memeriksa kepalanya.


"Besok ke acara perpisahan, aku jemput ya!" Tawar Arkan pada Ruby. Sepertinya Arkan memang naksir pada Ruby karena Olivia kerap melihat Arkan yang berusaha pedekate dengan Ruby.


"Nggak usah! Aku pergi bareng Ethan." Tolak Ruby, bersamaan dengan Ethan yang sudah datang menghampiri Ruby seraya membawakan minuman.


Ya, ya, ya!

__ADS_1


Dasar pasangan bucin.


Arkan terlihat tidak senang dan pemuda itu sudah berbalik kembali ke lapangan karena Rumi dan Youbel yang tak berhenti memanggilnya.


"Arkan ngomong apa?" Tanya Ethan yang sudah ikut duduk bersama Ruby dan Olivia.


"Ngajak bareng ke acara perpisahan. Tapi aku nggak mau," jawab Ruby jujur sebelum kemudian gadis itu menyesap minuman yang tadi dibawakan Ethan.


Tak berselang lama, terdengar pengumuman yang meminta para siswa kelas dua belas untuk berkumpul di aula sekolah.


"Yuk, ke aula!" Ajak Olivia pada Ruby dan Ethan. Gadis itu sudah beranjak duluan dan mendahului Ethan serta Ruby yang berjalan di belakangnya.


****


"Yeay! Lulus!" Sorak Ruby girang seolah gadis itu sudah berusaha keras untuk ujian akhir kelulusan kemarin. Padahal semua juga tahu kalau nilai bagus yang diperoleh Ruby dan Rumi tak lepas dari andil seorang Ethan Algheano Sanjaya yang rajin sekali memberikan contekan Untuk Ruby dan Rumi selama ujian kemarin.


Olivia sendiri tidak tahu motif apa yang menjadi alasan Ethan mau memberikan contekan dengan cuma-cuma pada Ruby dan Rumi. Tapi yang selalu Ethan katakan adalah bahwa Ruby dan Rumi adalah cinta sekaligus jiwa Ethan.


Apa maksudnya selain mencintai Ruby Ethan juga mencintai Rumi?


Hmmm, mencurigakan sekali hubungan dua pemuda yang katanya sejiwa tersebut.


Sruuut!


Suara semprotan dari kaleng pilox membuyarkan lamunan Olivia dan langsung membuat gadis itu kaget. Ruby dengan wajah tanpa dosa hanya meringis di belakang Olivia seraya menegang kaleng pilox.


"Kamu ngapain?" Gertak Olivia galak pada Ruby yang langsung tergelak.


"Memberikan kenang-kenangan untuk bu ketua OSIS yang seragamnya masih putih bersih," jawab Ruby tetap cengengesan.


"Lihat! Yang lain sudah warna-warni masa kami masih putih saja, Via!" Lanjut Ruby seraya menunjuk ke teman-teman lain yang sudah saling semprot dengan cat pilox tak terkecuali Youbel.


Apa?


"Wah, masih putih, ya? Aku bantu warnain!" Gelak Youbel seraya menyemprotkan cat warna merah ke seragam Olivia.


"Youbel!" Olivia refleks mengelak, namun Youbel tetap mengejarnya dan memaksa untuk mewarnai seragam Olivia.pun dengan Ruby yang ikut-ikutan mengejar Olivia dengan kaleng cat di tangannya.


Dasar!


"Yeaaay! Kita semua lulus!" Sorak Ruby beserta siswa lain setelah saling semprot. Kini seragam putih mereka sudah berubah jadi warna-warni tak karuan. Tak terkecuali Olivia yang seragamnya juga sudah penuh warna gara-gara ulah Youbel dan Ruby.


"Pulang bareng," Bisik Youbel saat pria iti lewat di samping Olivia. Youbel juga mengerling pada Olivia sebelum kemudian pemuda itu sibuk bercengkerama dengan teman-teman dari tim basket.


.


.


.


Terima kasih yang sudah mampir.

__ADS_1


Jangan lupa like biar othornya bahagia.


__ADS_2