
Yonas membaca berita di koran tentang kasus penggrebekan sebuah tempat hiburan malam khusus untuk kaum maho sejenis Zack yang ternyata merangkap sebagai tempat transaksi narkoba. Yonas tahu tempat itu karena Zack dulu pernah mengajaknya pergi ke tempat itu beberapa kali.
Apa ini ada hubungannya dengan menghilangnya Zack tiga bulan terakhir?
Apa Zack ikut tertangkap dalam penggerebekan tersebut?
Pria maho itu memang tak pernah terlihat lagi batang hidungnya tiga bulan terakhir. Di satu sisi, Yonas merasa senang sekaligus lega karena bisa terbebas dari Zack sialan itu selama tiga bulan ini, serta hubungan Yonas dan Olivia yang kini semakin mengarah ke jenjang yang lebih serius.
Namun di sisi lain, tetap ada kekhawatiran dalam hati Yonas, karena Zack yang licik dan lunya koneksi dimana-mana. Misalnya Zack tertangkap, pria itu juga tak mungkin mendekam di penjara karena setahu Yonas, Zack punya "orang dalam" yang bisa menyelamatkannya kapan saja. Zack mungkin sedang bersembunyi sekarang atau kabur ke suatu tempat dan pria itu bisa saja menemui Yonas kapan saja.
Yonas harus hati-hati!
"Siang!" Sapaan dari Olivia bersamaan dengan pintu ruangan Yonas yang dibuka dari luar membuat Yonas terperanjat.
"Hai, tumben kesini?" Yonas langsung melipat surat kabar di tangannya, lalu bangkit berdiri dan menghampiri Olivia. Yonas mencium pipi gadis itu dan senyuman langsung merekah di bibir Olivia.
"Aku membawakanmu makan siang," ucap Olivia seraya menarik lengan Yonas, lalu mengajak pria itu untuk duduk di sofa.
"Kau sudah makan?" Tanya Yonas seraya merangkul pundak Olivia.
"Tentu saja belum! Memangnya kau mau makan sendiri?" Olivia mencubit kecil perut Yonas hingga membuat pria itu tergelak.
"Satu ciuman," pinta Yonas yang sudah menyusupkan kepalanya di leher Olivia.
"Ck! Dasar mesum!" Olivia sedikit menggeliat dan menjambak rambut Yonas, saat pria itu mencium, lalu menggosok-gosokkan hidungnya di leher Olivia.
"Sudah! Ayo makan!" Ajak Olivia yang harus kembali menjambak rambut Yonas agar pria itu menyudahi ciumannya.
Baik Olivia maupun Yonas masih merasa enggan disebut sebagai pasangan kekasih, sekalipun hubungan mereka sudah melampaui pasangan kekasih di luaran sana.
Nonton, makan siang berdua, atau bahkan menghabiskan sore bersama adalah kegiatan yang rutin mereka lakukan. Diam-diam, Yonas juga sudah menyiapkan kejutan untuk melamar Olivia, tepat di hari ulang tahun Olivia yang ke dua puluh lima, bulan depan. Semoga semuanya lancar.
"Tante Karin sudah pulang?" Tanya Olivia sembari menyuapi Yonas yang selalu makan dengan lahap, asal Olivia yang menyuapi.
"Rencana hari ini Mom pulang. Mau menagih oleh-oleh?" Goda Yonas yang langsung ditampik oleh Olivia. Mom Karin memang baru saja pergi berlibur naik kapal pesiar sejak beberapa hari yang lalu. Yonas yang terus memaksa wanita paruh baya itu untuk pergi berlibur sekaligus menikmati hati tuanya serta berkumpul bersama para sahabatnya.
__ADS_1
"Enggak! Aku kan cuma tanya." Olivia kembali menyuapi Yonas.
"Enak! Kau masak sendiri tadi?" Tanya Yonas dengan mulut yang masih penuh makanan.
"Ck! Ngeledek! Udah tahu aku nggak bjsa masak!" Olivia berdecak dan sedikit merengut.
"Itulah kenapa ada orang berprofesi sebagai koki dan juru masak! Agar kau tetap bisa membeli makanan enak, sekalipun kau tidak bisa memasak." Yonas mencubit gemas hidung Olivia.
"Biasanya laki-laki akan mencari wanita yang pintar memasak untuk dijadikan istri. Apa kau juga seperti itu?" Tanya Olivia seraya menyuapkan nasi terakhir ke dalam mulut Yonas. Kini makan diang yang tadi dibawa oleh Olivia sudah ludes tak bersisa dan berpindah ke dalam perut Olivia serta Yonas.
Yonas meneguk air putih di gelasnya, sebelum menjawab pertanyaan Olivia,
"Apa kau sedang bertanya kriteria istri idamanku?"
Olivia mengangguk.
"Ya!"
"Kau ingin mendaftar?" tanya Yonas sedikit menggoda.
"Tergantung apa?" Yonas sudah mendekatkan wajahnya ke wajah Olivia, lalu tangan pria itu mengusap pelan wajah ayu Olivia.
"Tergantung aku masuk kriteria atau tidak!"
"Jika kau mencari yang pandai memasak, aku tak jadi mendaftar," terang Olivia blak-blakan.
"Maaf, aku lebih suka istri yang suka makan daripada yang suka masak," tutur Yonas seraya tertawa aneh.
Ya,
Terakhir kali Yonas menginginkan istri yang pandai masak, yang datang malah Zack sialan yang setiap hari selalu memasakkan makanan untuk Yonas. Tapi tentu saja Yonas tidak mau hal itu terulang kembali! Yonas pria normal dan ia akan menikahi wanita! Bukan sesama pria apalagi Zack maho!
"Aku yakin kau sddang berpura-pura!" Pendapat Olivia seraya menuding Yonas.
"Sama sekali tidak!" Sergah Yonas cepat.
__ADS_1
"Tapi bukankah biasanya,para pria menyukai wanita yang pandai memasak?" Olivia mengernyit heran.
"Maaf, aku tak termasuk dalam golongan mereka! Aku masih mampu membayar juru masak, agar istriku bisa duduk di rumah dan menjadi ratu tanpa harus capek-capek turun ke dapur," ujar Yonas tak kalah blak-blakan.
"Oh, astaga! Aku wanita karier dan sepertinya tak masuk kriteriamu!" Olivia sudah tergelak sekarang.
"Bukan begitu! Aku tak keberatan punya istri wanita karier." Yonas mengoreksi kalimatnya di awal dan kembali merayu Olivia.
"Dasar plin plan!" Olivia kembali mencubit perut Yonas, saat dering ponsel Yonas terdengar dari atas meja.
"Aku angkat telepon sebentar!" Izin Yonas seraya beranjak dari sofa dan mengambil ponselnya yang berada di atas meja.
"Halo!" Sambut Yonas cepat.
"Tuan muda, mobil Nyonya mengalami kecelakaan saat pulang dari bandara."
"Apa? Bagaimana bisa? Mom baik-baik saja, kan?" Raut wajah Yonas sudah berubah khawatir sekarang.
"Masih belum sadar, Tuan! Sekarang masih di rumah sakit."
"Aku kesana sekarang!" Pungkas Yonas yang langsung menutup telepon.
"Ada apa?" Tanya Olivia yang sudah menghampiri Yonas yang wajahnya terlihat khawatir sekaligus panik.
"Mom kecelakaan! Ayo ke rumah sakit!" Ajak Yonas seraya meraih tangan Olivia.
Olivia tak bertanya lagi dan gadis segera mengikuti langkah Yonas, lalu keduanya masuk ke dalam lift dengan cepat.
.
.
.
Terima kasih yang sudah mampir.
__ADS_1
Jangan lupa like biar othornya bahagia.