
"Saya minta maaf, Tuan! Rem mobil tiba-tiba tidak berfungsi. Padahal sebelum menjemput Nyonya, semuanya sudah saya periksa," tutur supir pribadi Mom Karin yang terluka di bagian kepala. Sebelas dua belas dengan Mom Karin yang juga terkika di bagian kepala. Hanya saja, Mom tiri Yonas tersebut belum sadarkan diri.
"Yonas, Tante sudah bangun," lapor Olivia yang sejak tadi di dalam kamar perawatan menemani Mom Karin.
"Kau boleh pulang dan istirahat!" Titah Yonas pada supir pribadi Mom Karin, sebelum pria itu bangkit berdiri dan masuk ke kamar perawatan menyusul Olivia.
Olivia masih membantu Mom Karin untuk minum, saat Yonas menghampiri dua wanita tersebut.
"Ada yang sakit, Mom?" Tanya Yonas khawatir.
"Hanya sedikit pusing. Apa pak supir terluka?" Mom Karin balik bertanya dan terlihat khawatir.
"Pak supir sudah pulang dan beristirahat. Tadi juga hanya luka memar di kepala, dan tak ada luka dalam," terang Yonas yang langsung membuat Mom Karin menghela nafas lega.
"Mom yakin tidak merasakan sakit di tempat lain?" Yonas masih merasa khawatir.
"Mom baik-baik saja, Yonas!" Jawab Mom Karin bersungguh-sungguh.
Yonas baru saja akan memanggil dokter, saat Olivia mencegah dengan cepat,
"Aku sudah memanggil dokter tadi."
"Oh." Ujar Yonas seraya mengangguk, bersamaan dengan pintu kamar perawatan yang dibuka dari luar.
"Selamat sore!"
Olivia langsung menoleh menfengar suara sapaan yang tak asing.
"Ethan!" Gumam Olivia seraya menatap lekat pada pria berkacamata yang mengenakan jas putih ala dokter yang kini berdiri di ambang pintu.
"Via!" Ethan sama kagetnya dengan Olivia dan sepertinya juga tak menyangka kalau akan bertemu Olivia di rumah sakit.
"Ya ampun!" Olivia langsung menghampiri Ethan dan memeluk sepupunya tersebut.
"Kau kemana saja? Kenapa tidak pulang jika memang sudah berada di kota ini?" Cecar Olivia yang mulai mengomeli dokter muda tersebut.
"Aku baru mulai dinas disini satu pekan," Ethan menggaruk kepalanya yang tak gatal dan sedikit meringis.
"Via!" Tegur Yonas yang sepertinya sedikit cemburu karena Olivia yang baru saja memeluk Ethan serta mencecar pria itu dengan banyak pertanyaan, seolah Olivia sudah sangat akrab dengan Ethan.
"Dia sepupuku!" Ujar Olivia cepat memperkenalkan Ethan pada Yonas dan Mom Karin.
"Selamat sore!" Ethan menyapa bergantian pada Yonas serta Mom Karin.
"Sepupumu dokter, Via?" Tanya Mom Karin.
__ADS_1
"Iya, Tante!"
Ethan mulai memeriksa Mom Karin sementara Yonas serta Olivia masih berdiri di dekat bed perawatan.
"Kau tidak pernah cerita, kalau punya sepupu." Yonas sepertinya masoh cemburu. Pria itu bahkan sudah merangkul Olivia dengan posesif sekarang.
"Iya, karena Ethan sudah lama pergi dari rumah untuk meraih cita-citanya sebagai dokter. Sudah tujuh pria itu tidak pulang," terang Olivia sedikit berbisik sambil mengendikkan dagunya ke arah Ethan yang sudah selesai memeriksa Mom Karin.
"Semuanya bagus, dan hasil pemeriksaan juga menunjukkan tidak ada luka dalam." Terang Ethan pada Yonas dan Olivia.
"Saya sudah bisa pulang, Dokter Ethan?" Tanya Mom Karin.
"Sudah, Bu! Tapi tetap harus istirahat di rumah dan jangan beraktivitas berat dulu," nasehat Ethan yang langsung membuat Mom Karin mengangguk.
"Semoga lekas sembuh!" Ucap Ethan sekali lagi.
"Terima kasih, Dokter Ethan!"
Ethan ganti menghampiri Olivia dan Yonas.
"Jadi, sekarang sudah tidak bersama Youbel lagi?" Tanya Ethan yang memang belum tahu perihal Youbel yang sudah pergi untuk selamanya.
"Youbel sudah meninggal," ucap Olivia lirih yang langsung membuat Ethan kaget.
"Empat tahun yang lalu," Olivia menyeka airmata yang sudah meleleh di sudut matanya. Ethan langsung meraup sepupunya tersebut ke dalam pelukannya.
"Aku turut berduka, Via!" Ucap Ethan lirih dan Olivia hanya mampu mengangguk samar.
"Eheem!" Yonas berdehem dan Olivia langsung melepaskan pelukan Ethan.
"Mereka sepupu, Yonas!" Ujar Mom Karin yang sepertinya bisa menangkap kecemburuan Yonas.
"Dia sudah punya kekasih. Jadi tidak usah lebay!" Olivia sudah mendekat kembali ke arah Yonas yang langsung merangkulnya dengan posesif.
"Jadi dia..." Ethan mengarahkan telunjuknya ke arah Yonas.
"Yonas!" Yonas mengulurkan tangannya pada Ethan dan mengajak dokter muda itu untuk berkenalan.
"Yonas abangnya Youbel," timpal Olive menjelaskan pada Ethan.
"Benarkah?" Ethan kembali kaget, namun pria itu sudah menyambut jabat tangab Yonas dengan cepat.
"Sudah ada undangannya?" Tanya Ethan selanjutnya yang langsung membuat Olivia tergelak.
"Kau dan Ruby duluan saja!" Sahut Olivia cepat.
__ADS_1
"Aku belum menemui Ruby. Apa dia baik-baik saja?" Raut wajah Ethan terlihat sendu. Jelas sekali kalau pak dokter ini sedang menahan rindu pada Ruby yang mungkin sudah setinggi Gunung Himalaya.
"Ruby baik-baik saja, dan kebetulan sekali akan ada acara reuni akhir pekan ini."
"Datanglah, lalu berikan kejutan untuk Ruby!" Usul Olivia mencetuskan sebuah ide.
"Reuni?" Ethan bergumam lirih.
"Yup! Aku boleh minta kontakmu? Nanti aku kirimkan undangannya," Olivia memberikan ponselnya pada Ethan, lalu dua sepupu yang lama tak bersua tersebut saling bertukar nomor ponsel.
"Kapan kau akan pulang ke rumah? Aunty Ghe, Uncle Alvin, dan Sasha pasti akan sangat senang," tanya Olivia lagi pada Ethan yang hanya mengendikkan bahu.
"Nanti saja setelah aku menemui Ruby."
"Dan tolong jangan beritahu mereka aku akan pulang! Aku mau membuat kejutan!" Pesan Ethan pada Olivia.
"Siap!"
"Aku harus kembali bekerja! Kita mengobrol terlalu lama," Ethan terkekeh dan membenarkan stetoskop yang terkalung di lehernya.
"Pak dokter Ethan! Apa kau diet sampai bisa sekurus ini?" Tanya Olivia usil.
"Bukan diet! Tapi perjuangan!" Terang Ethan sok diplomatis.
"Ya ya ya! Perjuangan demi seorang Ruby," Olivia sedikit meledek Ethan.
"Jangan lupa kirim undangan pernikahanmu dan Yonas juga!" Pungkas Ethan seraya berlalu dan keluar dari kamar perawatan Mom Karin.
Olivia tak menyahut dan gadis itu hanya tertawa kecil.
"Kalian sepertinya akrab," tebak Yonas kepo setelah Ethan pergi.
"Kami sepupu sekaligus sahabat. Sejak SD hingga SMA selalu satu sekolah," jelas Olivia yang hanya membuat Yonas mengangguk.
.
.
.
Nanti adegannya nyambung ke "Penantian Ruby"
Terima kasih yang sudah mampir.
Jangan lupa like biar othornya bahagia
__ADS_1