
Hari masih pagi dan udara sedikit berkabut karena semalam hujan menggulung dengan deras. Olivia membuka pintu kamarnya yang langsung mengarah ke balkon. Gadis itu langsung kaget bukan kepalang, saat mendapati Youbel yang sudah berdiri di halaman rumahnya, seraya menatap ke arah balkon kamar Olivia.
"Youbel?" Gumam Olivia seraya mengucek-ngucek kedua matanya, untuk memastikan kalau itu benar-benar adalah Youbel.
Kenapa setelah beberapa hari menghilang, pemuda itu tiba-tiba muncul di depan rumah Olivia dan hanya mengenakan sepasang piyama? Apa Youbel sedang mabuk?
"Bisa kau turun?" Seru Youbel dari bawah yang langsung membuat Olivia meninggalkan balkon kamar, dan langsung turun untuk menghampiri Youbel yang masih berdiri di tempatnya semula.
"Kau darimana?" Tanya Olivia seraya bersedekap pada Youbel dan wajah gadis itu terlihat kesal. Olivia memindai penampilan Youbel dari ujung kaki hingga ujung kepala dan baru sadar kalau piyama yang dikenakan Youbel sebenarnya adalah baju pasien dari sebuah rumah sakit.
Olivia tak jadi marah dan buru-buru menghampiri Youbel lalu memeriksa tangan Youbel yang masih terdapat darah yang hampir mengering, karena tadi Youbel mencabut paksa jarum infus di tangannya.
"Kau sakit? Kenapa memakai baju pasien dan kenapa ada bekas jarum infus di tanganmu?" Cecar Olivia begitu khawatir. Namun bukannya menjawab pertanyaan Olivia, Youbel malah langsung memeluk gadis itu dengan erat.
"Aku merindukanmu," gumam Youbel yang masih belum melepaskan pelukannya dari Olivia.
"Kau sakit apa, Youbel? Kenapa tidak memberitahuku? Kau bahkan tak membaca pesanku dan ponselmu mati-"
"Mungkin baterainya habis. Mom meninggalkan ponselku di rumah kemarin," jelas Youbel memotong cecaran pertanyaan dari Olivia.
"Kau sakit apa?" Tanya Olivia sekali lagi yang malah membuat Youbel mengulas senyum.
Dasar aneh!
"Bukan sakit parah!" Jawab Youbel santai seraya mengusap wajah Olivia, lalu mengacak rambut pacarnya tersebut.
"Ayo jalan-jalan sebentar!" Ajak Youbel selanjutnya yang langsung membuat Olivia mengernyit.
"Jalan-jalan kemana?"
"Ke tempat favorit kita. Kalau pagi banyak yang jogging di sana!" Jawab Youbel.
"Memakai piyama begini?" Olivia menunjuk ke piyama yang masih melekat di tubuh Youbel.
"Aku ambilkan baju papa-"
"Kau masih menyimpan sweater yang pernah aku pinjamkan waktu itu, kan?" Youbel menyela dan mengingatkan Olivia.
"Aku pikir kau memberikannya kepadaku," Olivia sedikut merengut.
"Baiklah, memang aku berikan untukmu. Tapi aku pinjam lagi sekarang." Youbel mencolek hidung Olivia.
"Aku ambil sebentar! Ayo masuk dan duduk dulu!" Olivia menarik tangan Youbel , lalu meminta pemuda itu untuk duduk di teras rumah, selagi Olivia masuk ke dalam rumah untuk mengambil sweater yang tadi dimaksud Youbel. Olivia sekalian mengganti piyamanya dengan baju terusan selutut serta sebuah cardigan.
__ADS_1
Olivia sudah kembali menghampirinya Youbel dan membantu pemuda itu memakai sweater.
"Rambutmu berantakan. Kau tadi baru bangun, ya?" Olivia menyisir rambut Youbel memakai tangannya, saat beberapa helai rambut Youbel tiba-tiba terlepas dari kulit kepala dan tersangkut di tangan Olivia.
Apa?
"Ini rambut kamu kenapa rontok banyak?" Tanya Olivia khawatir.
"Tidak apa-apa! Aku hanya salah memakai shampoo beberapa minggu yang lalu," Youbel buru-buru membersihkan tangan Olivia dari helai-helai rambutnya.
"Kau sebenarnya sakit apa, Youbel?" Tanya Olivia sekali lagi menatap serius pada Youbel seraya menangkup wajah pemuda itu yang kini terlihat kian tirus.
"Aku baik-baik saja, dan sakitku tidak parah, oke!"
"Ayo pergi!" Ajak Youbel sedikit memaksa. Youbel sudah merangkul Olivia dan mengajak gadis itu ke arah mobil Olivia yang terparkir di depan garasi.
Youbel baru saja akan membuka pintu mobil saat pemuda itu kembali metrasakan kaku dan keram di tangannya.
"Youbel!" Panggil Olivia yang sudah terlebih dahulu masuk dan duduk di belakang kemudi.
Youbel sekuat tenaga berusaha menggerakkan tangannya, namun tetal tak ada perubahan,hingga akhirnya Olivia membantu membukakan pintu mobil dari dalam.
"Kau baik-baik saja?" Tanya Olivia khawatir.
Aneh!
Tak berselang lama, Olivia sudah melajukan mobilnya dan keluar dari gerbang utama kediaman Arthur.
****
Ceklek!
Suara pintu kamar perawatan yang dibuka dari luar, membuat Mom Karin terjaga dari tidurnya. Biasanya memang ada kunjungan dari perawat pagi-pagi begini untuk memeriksa kondisi Youbel yang sudah hampir sepekan di rawat di rumah sakit. Mom Karin langsung menghampiri bed perawatan Youbel, dan alangkah terkejutnya wanita paruh baya itu saat mendapati bed perawatan Youbel yang kosong.
"Youbel kemana, Bu?" Tanya perawat yang biasa memeriksa Youbel.
"Saya tidak tahu, Suster!" Jawab Mom Karin yang sekarang terlihat panik sekaligus bingung.
Perawat ikut memeriksa kamar mandi di dalam kamar perawatan yang ternyata juga kosong. Youbel tidak ada di manapun.
"Halo! Apa Youbel pulang ke rumah pagi ini?" Tanya Mom Karin yang sedang berbicara di telepon dengan maid di rumah.
"Tidak, Nyonya!"
__ADS_1
Mom Karin menutup telepon dan wanita paruh baya itu benar-benar bingung sekarang. Kemana perginya Youbel?
Perawat sidah keluar dari kamar perawatan untuk melapor pada security perihal pasien yang kabur sekaligus memeriksa CCTV. Sementara Mom Karin kini terduduk lesu dan merasa bingung harus mencari Youbel kemana.
Mungkinkah Youbel menemui Olivia?
Mom Karin tak membuang waktu dan sehera menghubungi kefiaman keluarga Arthur.
"Selamat pagi, dengan keluarga Arthur!" Suara Mama Audrey terdengar dari seberang telepon.
"Bu Audrey, apa Youbel menemui Olivia pagi ini?"
"Youbel? Dia tidak kesini sepertinya. Tapi sebentar saya tanyakan ke Olivia, Bu Karin!"
Di seberang telepon hening sesaat, sebelum kemudian terdengar suara Mama Audrey lagi.
"Olivia tidak ada di kamarnya. Kata maid tadi pergi pagi-pagi bersama temannya-"
Mom Karin masih mendengarkan penjelasan dari Mama Audrey, saat tiba-tiba kamar perawatan dibuka daru luar dengan sedikit tergesa.
"Bu, Youbel sudah ditemukan dan sekarang ada di UGD," lapor seorang perawat yang langsung membuat Mom Karin membelalak kaget.
"Apa?" Mom Karin menutup teleponnya pada Mama Audrey dengan tergesa bahlan tanpa pamit, sebelum kemudia wanita paruh baya tersebut mengikuti perawat menuju ke ruang UGD.
Tepat di depan UGD, Mom Karin melohat Olivia yang wajahnya begitu panik ketakutan.
"Tante, Youbel-"
"Youbel-" Olivia terbata-bata menjelaskan pada Mom Karin dan airmata gadus itu sudah meluncur turun di kedua pipinya.
"Mom Karin masuk ke dalam ruang UGD untuk melihat Youbel yang sudah terbaring tak berdaya dengan banyak alat tersambung ke tubuhnya.
"Kita harus secepatnya melakukan operasi!" tukas dokter yang membuat Mom Karin hanya bisa pasrah sekarang.
Selamatkanlah Youbel!
.
.
.
Terima kasih yang sudah mampir.
__ADS_1
Jangan lupa like biar othornya bahagia.