
"Via!" Panggil Mama Audrey seraya masuk ke kamar Olivia yang pintunya memang setengah terbuka. Olivia sedang duduk termenung di dalam kamar seraya memangku laptopnya. Gadis itu kelihatan sedang bekerja padahal yang sebenarnya ia lakukan malah melamun.
"Mama boleh bicara?" Tanya Mama Audrey lembut seraya duduk di samping Olivia.
"Ya!" Jawab Olivia singkat. Gadis itu menutup laptopnya, lalu merapatkan tubuhnya ke arah Mama Audrey.
"Jadi begini." Mama Audrey terlihat ragu untung memulai.
"Ada apa?"
"Mama dan Papa bertemu Tante Vale beberapa hari yang lalu. Kau ingat tabte Vale Rainer, kan?"
"Yang rumahnya di pesisir pantai itu?" Olivia mengangkat wajahnya dan menatap pada Mama Audrey.
"Iya."
"Tante Vale bertanya apa kau sudah punya kekasih atau belum-"
"Via masih ingin sendiri, Ma!" Sergah Olivia cepat yang seakan sudah tahu arah pembicaraan Mama Audrey.
Mama Audrey menghela nafas.
"Namanya Ezra Rainer Diba. Kau bisa berkenalan dulu dengannya, Via!" Ujar Mama Audrey lagi seraya merapikan rambut Olivia.
"Sudah Via bilang, kalau Via masih ingin sendiri!" Sergah Olivia tetap keras kepala.
"Audrey!" Papa Kyle sudah menyusul masuk ke dalam kamar Olivia.
"Ezra sudah datang bersama Vale dan Arga," ujar Papa Kyle yang tentu saja langsung membuat Olivia terkejut.
Sudah datang?
Maksudnya?
Ezra mau melamar Olivia?
Tapi kenapa mendadak?
"Kenapa Via belum bersiap-siap?" Tanya Papa Kyle pada Mama Audrey.
"Aku baru memberitahunya, Kyle! Ini mendadak sekali!" Sergah Mama Audrey mencari alasan.
"Kenapa Ezra dan kedua orangnya datang kesini, Ma?" Tanya Olivia seraya menjauh dari mama Audrey.
"Mereka hanya bersilaturahmi dan ingin bertemu denganmu, Via!" Jawab Papa Kyle.
"Mereka juga adalah sahabat Papa dan Mama dan kami sudah lama tak bersua," terang Papa Kyle lagi.
"Ayo turun dan temui mereka!" Ajak mama Audrey pada Olivia.
Olivia menghela nafas dan akhirnya mengangguk.
"Via akan ganti banju sebentar, Ma!" izin Olivia karena penampilan Olivia sedikit berantakan.
__ADS_1
"Baiklah! Mama dan papa akan turun duluan," jawab mama Audrey seraya mengusap punggung Olivia. Wanita paruh baya tersebut lanjut keluar dari kamar Olivia dan Papa Kyle menyusul keluar. Namun kemudian langkah Papa Kyle terhenti karena Olivia memanggil papa kandungnya tersebut.
"Pa!"
"Ada apa?" Papa Kyle sudah berbalik dan kembali menghampiri Olivia.
"Apa ini salah satu rencana dan usaha papa agar Olivia berhenti memikirkan Yonas?" Tuding Olivia to the point.
"Kau pantas mendapatkan pria yang lebih baik dari Yonas, Via!"
"Tapi Yonas bersih, Pa!" Sergah Olivia cepat.
"Papa juga sudah menerima hasil tes darah Yonas-"
"Kau menemukan suratnya?" Potong papa Kyle bertanya.
"Ya. Di ruang kerja papa," jawab Olivia jujur.
"Dengarkan papa!" papa Kyle merengkuh kedua pundak sang putri.
"Lamaran dari Ezra dan kedua orang tuanya benar-benar diluar rencana papa. Tante Vale melihatmu di acara di rumah Uncle Daniel waktu itu. Kau ingat?"
Olivia mengangguk.
"Lalu tiba-tiba tante Vale mengajak mama dan papa bertemu, dan bertanya banyak hal tentang dirimu beberapa hari yang lalu." Papa Kyle menerangkan panjang lebar pada Olivia.
"Ezra pria yang baik. Dia sedikit pendiam dan tak pernah menjalin hubungan dengan wanita kata Tante Vale. Jadi-"
"Jadi tante Vale berniat menjodohkannya dengan Olivia?" Potong Olivia mebebak lanjutan kalomat Papa Kyle.
"Tapi malam ini saja, tolong kau temui Tante Vale dan Om Arga agar mereka tidak tersinggung," pinta Papa Kyle yang langsung membuat Olivia mengangguk.
"Papa percaya, kau akan mengambil keputusan yang tepat nantinya. Kau sudah dewasa dan kau selalu bisa berpikir bijak!" Papa Kyle mengusap wajah sang putri yang kembali mengangguk-angguk.
"Via akan siap-siap sebentar, Pa!" Izin Olivia sekali lagi.
"Iya! Papa turun duluan." Pungkas papa Kyle seraya mencium kening Olivia, llau pergi keluar dari kamar putrinya terssbut.
Olivia pergi ke akmar mandi untuk mencuci muka sebentar, lalu mengganti kaus dan celana pendeknya dengan gaun terusan warna peach. Olivia mengikat rambutnya dan sedikit memoleskan make up di wajah untuk menutupi wajah sendunya. Gadis itu menarik nafas sekali lagi sebelum keluar dari kamar dan turun ke lantai bawah untuk menemui rkeluarga tante Vale.
****
Cukup lama Olivia diam dan menatap pada nisan di atas makam Youbel.
"Aku bingung." Gumam Olivia akhirnya mengungkapkan kegundahan hatinya pada makam Youbel. Tangan gadis itu terulur dan mengusap nisan Youbel.
"Via!" Sapa Mom Karin yang langsung membuat Olivia kaget dan buru-buru menghapus airmatanya.
"Tante!" Olivia bangkit berdiri dan segera menyambut Mom Karin yang sepertinya datang sendiri. Tumben Yinas tak mengantar Mom tirinya ini.
"Tante sendiri?" Tanya Olivia berbasa-basi.
"Bersama supir tadi. Yonas masih ada urusan di luar kota," jelas Mom Karin yang langsung membuat Olivia mengangguk.
__ADS_1
Pantas saja Yonas tidak terlihat membuntuti Olivia sejak kemarin.
"Sedang rindu pada Youbel? Kata Yonas kau sering kesini menjenguk Youbel," tanya Mom Karin yang langsung membuat Olivia tersenyum tipis.
"Yonas juga sering kesinu membawakan bunga untuk Youbel," ujar Olivia ganti melapor pada Mom Karin.
"Ya! Yonas memang menyayangi Youbel sejak dulu." Mom Karin menghela nafas.
"Bahkan Yonas sampai mengorbankan dirinya sendiri hanya demi melindungi Youbel," lanjut Mom Karin lagi yang langsung membuat Olivia ingat pada kata-kata Yonas kala itu.
"Dulu aku melakukannya karena Zack mengancam kalau dia akan mengambil Youbel lalu melakukannya pada Youbel jika aku tak menurut."
"Aku hanya sedang menjalankan amanat Youbel untuk selalu menjagamu."
"Sampai kapan kau akan menjagaku?"
"Sampai aku berhenti bernafas dan tak mampu melakukannya lagi."
Sebesar itu kasih sayang Yonas pada Youbel, hingga pria itu rela melakukan apapun untuk Youbel, bahkan setelah Youbel tiada.
"Apa Yonas tidak pernah punya seorang kekasih, Tante? Seorangvgadus yang mungkin pernah ddkat dengannya.
"Setahu tante hanya kau gadis yang pernah dekat dengan Yonas dan membuat wajah Yonas selalu sumringah, serta matanya selalu berbinar, Via!"
"Tapi belakangan ini Yonas tak lagi sumringah dan seolah kehilangan tujuan hidup. Dia tak berhenti menyalahkan dirinya sendiri atas kandasnya hubungan kalian berdua," tutur Mom Karin dengan nada sendu.
"Kau sendiri bagaimana? Sudah menemukan pria yang tepat?" Tanya Mom Karin selanjutnya mengalihkan bahan pembicaraan.
Olivia hanya tersenyum tipis seolah enggan menjawab.
"Tante ikut senang jika memang kau sudah menemukannya, Via!" Tante Karin memeluk Olivia dengan hangat.
"Jangan lupa mengirim undangan dan jangan lupa pada tante," kedua mata Mom Karin sudah berkaca-kaca sekarang.
"Via tidak akan lupa, Tante!" Jawab Olivia dengan bibir bergetar dan mata yang ikut berkaca-kaca. Olivia memeluk Mom Karin sekali lagi dan kini dua wanita itu malah saling bertangisan di samling makam Youbel.
.
.
.
Piye, sih?
Kok mblundet?
Ezra Rainer Diba adalah anak keduanya Valeria Rainer dan Argadiba, ya!
Cerita lengkap Valeria-Arga ada di "My Angel Valeria" konfliknya berkesinambungan dengan cerita Mama Audrey dan Papa Kyle di "Remember Me Please, Hubby!" Dan sedikit bikin esmosi jugaš¤£
Terima kasih yang sudah mampir.
__ADS_1
Jangan lupa like biar othornya bahagia.