
Yonas membuka pintu kamar Youbel yang hingga detik ini tetap dibiarkan kosong oleh Mom Karin. Beberapa foto Youbel masih terpajang rapi di dinding kamar. Bahkan foto Olivia yang berada di atas nakas juga masih berada di tempatnya dan sama sekali tak dipindah oleh Mom Karin. Sekalipun tak ditempati, kamar ini tetap rutin dibersihkan oleh maid dan semua barang Youbel yang menyimpan kenangan masih berada di tempatnya.
Yonas duduk di tepi tempat tidur Youbel, lalu menatap pada foto Olivia yang tersenyum lebar. Itu adalah foto Olivia saat gadis itu masih duduk di bangku SMA sehingga wajahnya masih terlihat imut. Tak bisa dipungkiri kalau kali pertama Yonas jatuh cinta pada Olivia adalah saat Youbel memberikan foto itu pada Yonas.
Olivia....
Yonas menghela nafas, lalu mengambil buku Youbel tentang Olivia di laci nakas. Pria itu membaca sekali lagi, buku yang lumayan tebal tersebut sekalipun Yonas sudah hafal dengan isinya.
"Siapapun yang kelak akan menjadi pendamping hidup Olive, pastilah pria itu adalah pria yang beruntung. Tapi andai aku punya kuasa untuk mengatur jodoh Olive, aku akan menjodohkan Olive dengan Abang Yonas saja, karena meskipun Abang Yonas sikapnya sedikit kaku, tapi Abang Yonas tak pernah setengah-setengah saat menyayangi dan menjaga seseorang."
"Jika Abang membaca tulisan Youbel ini, Youbel harap Abang bersedia untuk terus menjaga Olive dan membuat gadis itu bahagia. Youbel percaya Abang bisa melakukannya, karena Abang selama ini juga sangat menyayangi Youbel, sekalipun Abang jarang menunjukkannya di hadapan umum."
Yonas menghapus kasar airmata yang menggenang di sudut netranya saat ia kembali harus membaca tulisan Youbel yang itu.
"Maaf karena tidak bisa memenuhi permintaanmu untuk menjadi jodoh Olive dan menjaga gadis itu seumur hidupku." Yonas bergumam lirih seraya mendongakkan kepalanya agar airmta sialan yang kini memenuhi matanya tidak jatuh bercucuran.
Brengsek!
Yonas seorang pria!
Lalu kenapa Yonas menangis sekarang hanya karena Olivia mengenalkan calon tunangannya pada Yonas?
Olivia berhak bahagia bersama pria baik dan bukan pria menjijikkan semacam Yonas!
Seharusnya Yonas ikut bahagia!
Yonas menggeleng-gelengkan kepalanya, lalu menutup buku Youbel.
"Aku akan tetap menjaga Olive, sekalipun dia sudah bahagia bersama suaminya kelak, Youbel! Aku akan tetap menjaga Olive dari kejauhan dan memastikan kalau ia benar-benar bahagia bersama Ezra!" Yonas bertekad dalam hati.
"Aku akan tetap menjaga Olivia!"
****
Olivia berdiri di depan sebuah GOR basket saat seseorang di depannya yang sedang memantulkan bola ke lantai GOR dan memunggungi Olivia terlihat tidak asing.
"Youbel!" Gumam Olivia bersamaan dengan pria itu yang langsung menoleh dan tersenyum manis pada Olivia.
Ya, pria itu memanglah Youbel.
"Youbel! Kau kembali?" Olivia langsung berlari untuk menghampiri dan memeluk erat kekasihnya tersebut.
"Jangan menangis!" Ucap Youbel seraya mengusap kepala Olivia dan memeluk gadis tersebut.
"Kau kemana saja? Kau meninggalkan aku sendiri selama bertahun-tahun dan sekarang kau menyuruh aku untuk tidan menangis? Kau jahat!" Olivia memukul-mukul dada Youbel dengan kesal. Dan seperti biasa, pria itu malah tertawa terbahak-bahak.
__ADS_1
Dasar Youbel!
"Ayo duduk disini!" Youbel membimbing Olivia agar duduk di atas lantai court. Pria itu lalu kembali merangkul Olivia.
"Kau mau menikah, ya?" Tanya Youbel to the point.
"Baru tunangan," jawab Olivia tanpa semangat.
"Dengan?"
"Ezra," jawab Olivia cepat.
"Pemaksaan sekali!" Cibir Youbel yang langsung membuat Olivia mengangkat kepalanya dari dada pria itu.
"Apa maksudmu pemaksaan? Aku melakukannya secara sadar dan ini kemauanku sendiri!" Sergah Olivia penuh keyakinan. Atau Olivia hanya sedang berusaha meyakinkan dirinya sendiri, kalau pertunangannya dengan Ezra bukan atas dasar keterpaksaan?
"Aku pantas mendapatkan laki-laki yang baik seperti Ezra!" Ujar Olivia lagi seraya memalingkan wajahnya dari Youbel.
"Abang Yonas juga adalah laki-laki yang baik dan dia mencintaimu dengan tulus."
"Kau juga mencintainya, kan?"
"Tidak!" Jawab Olivia cepat.
Ya, sejak dulu pria ini memang selalu sok tahu!
"Aku tidak berbohong!" Bantah Olivia cepat.
"Kau mencintai Abang Yonas! Kau sudah jatuh cinta padanya dan cintamu kepadanya tak akan pernah pudar sampai kapanpun!"
"Sekalipun kau akan bertunangan dan menikah dengan pria lain!"
"Tidak! Aku sudah bilang tidak berarti tidak! Jadi kau tidak usah sok tahu!" Gertak Olivia galak pada Youbel.
"Aku tidak mencintainya!" Sergah Olivia cepat menatap tegas pada Youbel.
"Aku tidak pernah mencintai seorang pengecut yang tidak peka-"
"Abang Yonas bukan tidak peka!" Sergah Youbel memotong kalimat Olivia.
"Abang Yonas hanya mengalami krisis kepercayaan diri sejak dulu. Itulah yang membuatnya mudah goyah dan mudah diancam." Lanjut Youbel lagi menjelaskan pada Olivia.
"Lalu jika kau tahu abangmu seperti itu, kenapa kau malah membiarkan dia menjagaku setelah kau pergi? Kenapa kau tidak mencarikan pria lain yang lebih baik dan bisa melindungiku?" Cecar Olivia emosi.
"Itulah yang aku lupa tulis!" Youbel sudah mendekat ke arah Olivia yang kini mengernyit bingung.
__ADS_1
"Aku lupa mengatakan, kalau alasan lain yang membuat aku menjodohkan kau dengan abang Yonas, selain dia yang selalu tulus dalam menyayangi dan mencintai. Juga agar kau bisa membuatnya jadi pria yang kuat." Tukas Youbel yang semakin membuat Olivia mengernyit tak paham.
"Membuatnya menjadi pria yang kuat? Apa maksudmu? Maaf aku bingung!"
"Kau wanita yang kuat, Olive! Kau selalu berpikir bijak dan kau wanita cerdas. Jadi dengan semua hal yang kau miliki tersebut, aku yakin kau akan bisa memupuskan krisis kepercayaan diri yang dialami Abang Yonas."
"Kemarin saja Abang Yonas sudah berani melawan Zack demi menyelamatkan nyawamu. Jadi bayangkan hal positif lain yang akan bisa dilalui Abang Yonas jika kau berada di sisinya dan menerima cintanya yang tulus." Tutur Youbel panjang lebar.
"Tapi tidak semudah itu melupakan apa yang pernah dilakukan Yonas bersama Zack! Aku melihatnya dengan mata kepalaku sendiri, Youbel!" Olivia mulai berlinang airmata.
"Itu karena kau selalu memikirkannya! Coba kau fokus saja pada satu hal indah yang pernah kau lalui bersama abang Yonas!"
"Lalu saat mimpi buruk itu datang, bayangkan hal indah diantara kalian berdua!" Youbel berucap dengan nada yang begitu bijak. Sejak kapan pemuda urakan ini berubah bijak?
Olivia diam sejenak, lalu membayangkan hal indah yang pernah ia lalui bersama Yonas. Saat mereka makan siang di kantor Yonas atau terkadang di kantor Olivia. Lalu saat mereka berdansa di setiap acara perusahaan. Hingga saat Yonas melamar Olivia secara mendadak di acara reuni sekolah.
"Kau bisa melakukannya, Olive!" Youbel mengecup kening Olivia.
"Kembalilah pada Abang Yonas-"
"Sudah terlambat!" Olivia kini kembali berurai airmata.
"Aku akan menikah dengan Ezra dan aku tak bisa kembali pada Yonas!"
"Maaf!"
Airmata Olivia semakin jatuh bercucuran saat gadis itu merasakan tubuhnya diguncang dengan keras serta terdengar suara Riley yang berisik.
"Ma! Kak Via bobok sambil nangis!" Seruan Riley langsung membuat semua mimpi Olivia tentang Youbel menjadi buyar. Jiwa Olivia seolah baru kembali ke raganya, dan gadis itu langsung bangun dengan cepat. Bantal Olivia sudah basah kuyup karena airmata.
Olivia benar-benar menangis tadi.
Olivia menangis dalam tidur karena mimpinya bersama Youbel tadi terasa begitu nyata.
"Youbel, aku rindu padamu!"
.
.
.
Terima kasih yang sudah mampir.
Jangan lupa like biar othornya bahagia.
__ADS_1