Cinta Olivia

Cinta Olivia
DUKUNGAN


__ADS_3

"Selamat malam, Uncle, Aunty!"


"Selamat malam, Grandma, Grandpa!" Yonas menyapa satu persatu anggota keluarga Arthur dan anggota keluarga Kyler. Sementara Olivia sudah duduk di dekat Mama Audrey dan masih saja salah tingkah.


"Jadi, ini pacar baru Kak Via?" Tanya Allegra setelah Yonas selesai menyapa semua orang.


"Kami hanya teman!" Jawab Olivia cepat masih berusaha menutupi salah tingkahnya.


"Teman?" Allegra menngul*m senyum.


"Ada apa, Alle? Apa yang lucu?" Gertak Olivia galak. Namun Allegra hanay menggeleng masih sambik menunjukkan raut wajahnya yang mengesalkan.


"Kami memang teman sekaligus rekan bisnis," ujar Yonas menengahi dan membenarkan pengakuan Olivia di awal tadi.


"Sudah lama yang berteman?" Gantian Grandpa Nick yang bertanya.


"Baru beberapa bulan." Jawab Olivia cepat.


"Tapi sebelumnya kami sudah sering berinteraksi," Yonas menimpali.


"Apanya yang sering? Kita hanya bertemu satu kali sebelumnya dan tidak saling kenal," Olivia mengoreksi dan menatap Yonas dengan tajam.


"Bukan satu kali, tapi beberapa kali dan kau hanya tak menyadarinya," ujar Yonas keras kepala.


"Apa itu artinya kau suka mengawasiku diam-diam?" Tatapan Olivia sudah berubah menjadi tatapan penuh selidik.


"Hanya beberapa kali," ringis Yonas membuat pengakuan.


"Sepertinya kau punya pengagum rahasia, Kak!" Celetuk Alicia sedikit menggoda Olivia.


"Apa, sih!" Olivia ganti bersungut pada sang adik.


"Kak Via mau nikah! Kak Via mau nikah!" Seru Riley tiba-tiba yang langsung membuat Olivia geregetan dan hendak menarik tubuh adik bungsunya tersebut. Tapi ternyata Olivia kalah cepat dari Yonas.


"Hai! Siapa namanya?" Tanya Yonas yang sudah mendekap Riley.


"Riley!" Jawab Riley cepat.


"Itu anaknya Kak Via, Bang!" Celetuk Alicia yang langsung membuat sumuanya tertawa, kecuali Olivia tentu saja.


"Sudah bukan!" Sahut Olivia kesal.


"Riley juga nggak mau!" Riley ikut-ikutan sok kesal pada Olivia.


"Kakak tak akan membelikanmu es krim lagi!" Olivia mengancam sekaligus menuding pada Riley.


"Nanti Riley minta sama pacarnya Kak Via!" Sahut Riley tak mau kalah seraya mengalungkan kedua lengannya di leher Yonas. Cepat sekali mereka akrab.


"Tadi ke sini sendiri saja, Yonas?" Tanya Papa Kyle pada Yonas.


"Iya, Uncle! Kebetulan tadi baru menyelesaikan satu urusan dan mampir kesini karena rekomendasi teman. Tidak tahunya malah bertemu keluarga Uncle," tutur Yonas yang langsung membuat Olivia mencibir.


Apanya yang kebetulan!


Jelas-jelas pria itu datang kesini karena menyusul Olivia!


Yonas langsung cepat akrab bersama Papa Kyle, Uncle Sean, dan Grandpa Nick. Para pria itu sudah larut dalam obrolan yang entah membahas apa. Sementara Allegra sudah pamit duluan dan pergi bersama pacarnya. Pun dengan Alicia dan Dikta yang juga pulang duluan karena ada urusan.


"Alle dan pacarnya tadi mau menikah?" Tanya Mama Audrey pada Aunty Rachel yang sedang menyesap kopinya.


"Rencananya mereka akan bertunangan dulu," terang Aunty Rachel.


"Mungkin biar Via dulu yang menikah, nanti baru Alle dan Neeta," sambung Aunty Rachel lagi seraya tertawa kecil.


"Via masih lama menikahnya, Aunty! Calon suami saja belum ada!" Sergah Olivia beralasan.


"Itu!" Aunty Rachel mengendikkan dagunya ke arah Yonas yang masih memangku Riley. Bisa-bisanya bocah nakal itu betah berada di pangkuan Yonas!


"Kan cuma teman, Aunty!" Olivia kembali mengingatkan.


"Mereka hanya teman, Rachel!" Mama Audrey mempertegas dengan penekanan di kata teman seolah sedang menyiratkan sesuatu.

__ADS_1


"Iya, teman!" Aunty Rachel tertawa kecil.


"Semua hubungan selalu berawal dari teman, lalu berakhir menjadi teman hidup," Mama Audrey ikut tertawa.


"Ma!" Olivia sontak merengut.


"Apa? Mama hanya mengungkapkan pendapat serta pengalaman Mama," kilah Mama Audrey mencari pembenaran dan Olivia semakin merengut.


"Kak!" Panggil Riley yang sudah menghampiri Olivia. Tapi tumben raut wajah bocah itu terlihat manis. Sepertinya ada sesuatu.


"Ada apa?"


"Kata Abang Onas-"


"Yonas!" Olivia mengoreksi panggilan Riley pada Yonas.


"Iya, kata Abang Yonas ada pasar malam di dekat sini. Ayo ke sana dan naik kora-kora!" Ajak Riley seraya menarik tangan Olivia.


"Pasar malam apa?" Tanya Olivia bingung.


"Pasar malam dekat sini, Via! Tadi Uncle melihatnya saat mau kemari," sahut Uncle Sean yang langsung dibenarkan oleh Aunty Rachel.


"Jasmine nggak ikut?" Tawar Olivia pada sepupunya yang sejak tadi sibuk mengutak-atik ponselnya tersebut.


"Jasmine disini saja, Kak!" Tolak Jasmine cepat.


"Pergilah bersama Yonas agar Riley berhenti merengek! Papa masih membahas hal penting bersama Grandpa dan Uncle Sean!" Titah Papa Kyle seraya menunjuk bergantian pada Grandpa Nick dan Uncle Sean.


"Mama?" Olivia ganti bertanya pada mama Audrey.


"Aunty Rachel mengajak Mama membahas tentang konsep acara untuk pertunangan Alle," jawab Mama Audrey yang ternyata juga punya alasan.


Ya, ya, ya!


Terlihat sekali kalau mereka memang sedang berniat membuat Olivia menjaga Riley sembari berduaan bersama Yonas.


"Ayo, Kak!" Rengek Riley yang kembali menarik-narik tangan Olivia.


"Bang Yonas, ayo!" Seru Riley selanjutnya pada Yonas yang masih berpamitan pada Mama Audrey dan Aunty Rachel.


"Siap!" Jawab Yonas seraya mengikuti Riley dan Olivia yang sudah terlebih dahulu keluar dari kafe.


****


"Hah?" Olivia membelalak horor saat menyaksikan salah satu wahana berbentuk perahu yang diayun maju dan mundur di dalam pasar malam yang disebut kora-kora.


"Ayo naik itu!" Ajak Riley penuh semangat.


"Nggak!" Tolak Olivia cepat.


"Kamu takut?" Tanya Yonas penuh selidik.


"Enggak! Cuma ngeri aja!" Jawab Olivia beralasan.


"Bilang aja takut!" Ledek Riley pada Olivia.


"Siapa yang takut?" Sergah Olivia mulai kesal pada sang adik.


"Lha itu, nggak berani dan mengkerut," Riley masih tak berhenti meledek sang kakak.


"Ish! Kakak nggak takut! Ayo naik!" Olivia langsung maju mendahului Riley dan Yonas.


"Nanti pasti nangis," bisik Riley pada Yonas yang hanya tertawa kecil.


"Nggak boleh begitu! Kak Via berani itu," ujar Yonas seraya mengendikkan dagunya ke arah Olivia yang sudah duduk diluan di atas kora-kora.


"Riley nggak mau di dekat Kak Via, Bang!" Pinta Riley yang langsung menyuruh Yonas duduk di tengah saja, di antara dirinya dan Olivia.


"Sebelumnya sudah pernah naik?" Tanya Yonas pada Riley yang terlihat begitu berani. Tak seperti Olivia yang sepertinya sedikit cemas.


"Sudah, Bang!" Jawab Riley penuh percaya diri. Yonas ganti beralih pada Olivia yang sejak tadi hanya diam.

__ADS_1


"Mau turun? Mumpung belum jalan wahananya," tawar Yonas yang langsung membuat Olivia menggeleng. Sepertinya gadis itu sedikit gengsi pada Riley kalau harus turun sekarang.


Wahana berbentuk perahu itu mulai bergerak perlahan. Olivia memejamkan kedua matanya, lalu memegangi tangan Yonas yang berada di sampingnya.


"Haaaah!" Olivia mulai panik saat wahana bergerak lebih cepat. Riley sudah berteriak kegirangan menikmati wahana dan berbeda dengan Olivia yang jantungnya terasa ingin terlempar dari rongganya.


"Yonas!" Teriak Olivia saat wahana bergerak semakin cepat, semakin cepaf dan semakin cepat.


"Hentikaaan!" Teriak Olivia yang sudah menggenggam erat lengan Yonas yang malah terkekeh.


"Yonas! Suruh berhenti!" Olivia berteriak pada Yonas dan kini gadis itu sudah menyembunyikan kepalanya di dada Yonas saking takutnya.


"Udah! Aku takut!" Cicit Olivia yang sudah hampir menangis.


"Kak Via payah!" Ledek Riley yang bisa-bisanya malah menertawakan sang kakak yang ketakutan.


Dasar adik kurang ajar!


"Yonas, udah!" Rengek Olivia sekali lagi.


"Iya, udah! Ini berhenti sebentar lagi," ujar Yonas berusaha menahan tawanya.


"Ini masih gerak!"


"Sebentar lagi!" Yonas menenangkan Olivia saat wahana mulai bergerak semakin pelan dan akhirnya berhenti. Olivia masih menyembunyikan kepalanya di pelukan Yonas sekarang.


"Udah selesai!" Ujar Yonas memberitahu Olivia, namun gadis itu hanya geleng-geleng kepala.


"Udah selesai, Via!"


"Kak Via, Ayo turun dan lanjut naik bianglala atau ontang-anting!" Ajak Riley yang langsung membuat Olivia menyalak.


"Tidak!"


"Payah!" Ledek Riley yang benar-benar membuat Olivia ingin menjitak kepala adik bungsunya tersebut.


"Ayo turun!" Bujuk Yonas pada Olivia yang masih gemetar.


"Nggak bisa turun," cicit Olivia.


"Nggak bisa kenapa?"


"Perut aku mual. Aku nggak bisa gerak. Nanti kalau muntah bagaimana?" Ujar Olivia panjang lebar memberikan alasan.


"Mau aku gendong?" Tawar Yonas yang langsung membuat Olivia mengangkat kepalanya dari dada Yonas.


"Aku bisa turun sendiri!" Ujar Olivia akhirnya tang langsung bangkit berdiri. Yonas sedikit menbantu Olivia yang ternyata masih gemetar. Riley sudah menunggu keduanya di depan wahana bianglala.


"Ayo lanjut naik bianglala, Bang!" Ajak Riley penuh semangat.


"Aku disini saja!" Tolak Olivia saat Yonas mengajaknya mengikuti Riley.


"Cuma naik ke atas nggak pakai acara diayun-ayun!" Bujuk Yonas pada Olivia.


"Nanti pegang tangan aku kalau takut," ujar Yonas sekali lagi meyakinkan Olivia.


"Tapi ini aman, kan?" Taya Olivia ragu.


"Aman!"


"Ayo!" Ajak Yonas seraya menggandeng tangan Olivia dan membimbing gadis itu untuk masuk ke dalam bianglala.


"Yeaay!" Riley susah bersorak senang, dan Olivia yang duduk di sebelah Yonas, tak berhenti menggenggam erat lengan pria tersebut.


.


.


.


Terima kasih yang sudah mampir.

__ADS_1


Jangan lupa like biar othornya bahagia.


__ADS_2