Cinta Olivia

Cinta Olivia
JANGAN MEMBERITAHUNYA!


__ADS_3

Youbel membuka mata dan langsung mendapati pemandangan langit-langit kamar yang serba putih. Ini bukan kamar Youbel.


Pemuda delapan belas tahun tersebut menggerakkan kelalanya sedikit untuk melihat pemandangan laun dan yang Youbel lihat hanyalah tiang infus beserta dua kantung infus yang kini tergantung di atas kepalanya.


Youbel sedang di rumah sakit berarti!


Tapi bukankah seharusnya Youbel menghadiri acara perpisahan sekolah, lalu mengumumkan pada semua orang kalau dirinya dan Olivia berpacaran.


Olivia!


Tidak!


Youbel terlambat datang ke acara perpisahan sekolah!


Olivia pasti akan marah dan mengamuk!


"Kau sudah bangun?" Suara serta pertanyaan dari Mom Karin langsung menyentak lamunan Youbel dan membuat pemuda itu menoleh ke samping tempat tidur. Mom Karin duduk du samping bed perawatan Youbel dengan wajah yang terlihat sembab.


"Sekarang jam berapa, Mom? Youbel harus ke acara perpisahan sekolah," Youbel hendak melepaskan jarum infus dari tangannya, sebelum kemudian Mom Karin mencegah dengan cepat.


"Sekarang jam sembilan pagi, Youbel!" Ungkap Mom Karin menjawab pertanyaan Youbel.


"Apa?" Youbel langsung kaget dan menatap tak percaya pada Mom Karin.


"Dua hari kau tidur dan tak kunjung bangun, Youbel! Mom benar-benar cemas," ujar Mom Karin selanjutnya seraya memeluk Youbel yang masih diam mematung dan meatsa bingung apa yang sebenarnya terjadi pada dirinya.


"Lalu acara perpisahan sekolah Youbel bagaimana, Mom? Youbel sudah janji pada Olivia untuk datang! Olivia pasti menunggu Youbel."


"Dan mungkin dia sedang marah pada Youbel sekarang." Raut wajah Youbel seketika berubah lesu membayangkan Olivia yang mungkin sedang kebingungan menunggu dan mencari Youbel.

__ADS_1


"Kau bisa menjelaskan pada Olivia besok saat pulang. Saat ini kau fokus dulu pada pengobatanmu," Tukas Mom Karin seraya membimbing Youbel untuk kembali berbaring, lalu membenarkan selimut putranya tersebut.


"Hasil laboratorium Youbel sudah keluar, Mom? Youbel sakit apa?" Tanya Youbel tak sabar.


Mom Karin tak langsung menjawan dan diam sebentar seraya menatap lekat wajah Youbel. Hati Mom Karin serasa diiris sembilu saat Dokter memberitahu diagnosa penyakit Youbel.


Kenapa harus Youbel, putra semata wayangnya?


"Tumor otak," jawab Mom Karin akhirnya dengan nada lirih dan nyaris tanpa suara. Youbel tak berucap sepatah katapun dan pemuda itu hanya diam. Namun sorot mata Youbel sudah cukup bisa menggambarkan apa yang kini dirasakan oleh Youbel.


"Mom akan mengusahakan pengobatan yang terbaik untuk kamu, Youbel! Jangan menyerah! Kamu harus berjuang!" Ujar Mom Karin yang sudah mendekap erat sang putra yang tatapan matanya terlihat kosong.


"Apa Youbel akan mati, Mom?" Tanya Youbel dengan nada bicara yang datar.


"Kau akan sembuh! Kau pasti sembuh!"


"Percayalah pada Mom!"


Youbel kembali bangun dan duduk saat Mom Karin mengatakan di negara ini. Youbel melempar pandangannya ke jendela kamar inapnya dan pemuda itu langsung bisa melihat pemandangan yang berbeda dari negara tempat ia dilahirkan.


"Mom membawa Youbel kemana?" Tanya Youbel yang terlihat bingung sekarang.


"Mencari pengobatan terbaik untukmu, Youbel!" Jawab Mom Karin tegas.


"Ponsel Youbel?" Tanya Youbel lagi.


"Mom tidak membawanya. Kau bisa memakai ponsel Mom jika ingin menghubungi Olivia," Mom Karin memberikan ponselnya pada sang putra, namun Youbel langsung menggeleng.


"Tolong jangan beritahu Olivia, Mom!"

__ADS_1


"Youbel tidak mau Olivia merasa sedih," pinta Youbel pada Mom Karin yang langsung memeluknya dengan erat.


****


Olivia menghela nafas sekali lagi seraya menatap pada rumah Youbel yangvterlihat sepi. Kata maid dan security, Youbel sedang pergi ke luar negeri bersama Mom Karin, entah ke negara mana.


Olivia memeriksa ponselnya, dan menghubungi ponsel Youbel sekali lagi dan masih tetap tak diangkat. Olivia ganti memeriksa deretan pesannya untuk Youbel. Pesan hanya terkirim dan masih belum dibaca hingga detik ini.


Benar-benar mengecewakan!


Seharusnya Youbel mengatakan baik-baik kalau memang pemuda itu ingin mengakhiri hubungannya dengan Olivia dan tak perlu tiba-tiba menghilang tanpa kabar begini!


Olivia juga tak berharap apa-apa pada hubungannya bersama Youbel yang hanya angin lalu itu.


Olivia kembali menghela nafas, sebelum akhirnya gadis itu berbalik dan melangkah gontai ke gerbang utama kediaman Van Willer. Olivia masuk ke dalam mobilnya, namun tak langsung pergi. Gadis itu masih menatap pada rintik hujan yang perlahan mulai turun membasahi bumi. Rintik hujan semakin lama berubah menjadi hujan lebat dan Olivia masih membisu di dalam mobilnya.


Beberapa hari ini pikiran Olivia juga bercabang kemana-mana. Acara perpisahan kemarin sedikit kacau setelah Rumi memergoki Ethan yang menyentuh Ruby di dalam kamar hotel. Lalu perkelahian Ethan dan Rumi yang berakhir dengan Rumi yang kini terbaring koma di rumah sakit. Ethan menjadi tersangka utama dan kini hubungan keluarga Attala dan Keluarga Sanjaya juga jadi memburuk.


Entahlah!


Olivia merasa bingung


.


.


.


Terima kasih yang sudah mampir.

__ADS_1


Jangan lupa like biar othornya bahagia.


__ADS_2